Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Permentan 30/2018 dinilai lemahkan peternak sapi perah

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 11:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KLMbRc
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KLMbRc

Elshinta.com - Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) menilai terbitnya regulasi baru Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 30 Tahun 2018 melemahkan posisi peternak sapi perah, terutama dalam penyerapan susu segar dalam negeri (SSDN).

Ketua APSPI Agus Warsito mengatakan Permentan No 30/2018 yang merupakan perubahan dari regulasi sebelumnya, yakni Permentan 26/2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu, tidak berisi klausul yang mewajibkan Industri Pengolahan Susu menyerap susu yang dihasilkan peternak dalam negeri.

"Permentan 26 yang direvisi menjadi Permentan 30 itu melemahkan peternak, sangat disayangkan sekali karena tidak ada klausul yang mewajibkan menyerap susu dalam negeri. Itu dihilangkan," kata Agus saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (11/8).

Permentan No 30/2018 resmi diundangkan pada 20 Juli 2018, dan sangat disayangkan oleh para peternak sapi perah karena mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat terhadap pelaku usaha atau IPS terkait harga susu segar.

Menurut Agus, implementasi regulasi sebelumnya, yakni Permentan 26/2017 sudah lebih mengakomodasi peternak, terutama dalam meningkatkan harga susu segar yang diserap IPS.

Harga susu segar tingkat peternak yang semula sekitar Rp4.200-Rp4.300 per liter, mulai merangkak naik menjadi Rp4.800-Rp5.000 per liter, sejak diberlakukannya Permentan 26/2017.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) menilai terbitnya regulasi baru Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 30 Tahun 2018 melemahkan posisi peternak sapi perah, terutama dalam penyerapan susu segar dalam negeri (SSDN).

Ketua APSPI Agus Warsito mengatakan Permentan No 30/2018 yang merupakan perubahan dari regulasi sebelumnya, yakni Permentan 26/2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu, tidak berisi klausul yang mewajibkan Industri Pengolahan Susu menyerap susu yang dihasilkan peternak dalam negeri.

"Permentan 26 yang direvisi menjadi Permentan 30 itu melemahkan peternak, sangat disayangkan sekali karena tidak ada klausul yang mewajibkan menyerap susu dalam negeri. Itu dihilangkan," kata Agus saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (11/8).

Permentan No 30/2018 resmi diundangkan pada 20 Juli 2018, dan sangat disayangkan oleh para peternak sapi perah karena mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat terhadap pelaku usaha atau IPS terkait harga susu segar.

Menurut Agus, implementasi regulasi sebelumnya, yakni Permentan 26/2017 sudah lebih mengakomodasi peternak, terutama dalam meningkatkan harga susu segar yang diserap IPS.

Harga susu segar tingkat peternak yang semula sekitar Rp4.200-Rp4.300 per liter, mulai merangkak naik menjadi Rp4.800-Rp5.000 per liter, sejak diberlakukannya Permentan 26/2017.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com