Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

16 kecamatan di Lebak alami kekeringan

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 13:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2McBBby
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2McBBby

Elshinta.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami kekeringan akibat kemarau sejak Juli 2018 sehingga warga mengalami kesulitan pasokan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Sabtu (11/8), mengatakan, kekeringan yang terjadi saat ini dipastikan dialami oleh masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan akan membuat mereka kesulitan mendapat air bersih.

Selama ini, masyarakat di daerah itu masih memanfaatkan pasokan air bersih dari pompa bawah tanah, sumber mata air, sumur juga aliran sungai. Namun, sejak sepekan terakhir ini mengalami kekeringan akibat kemarau itu.

Untuk menanggulangi kesulitan pasokan air bersih, kata dia, BPBD Lebak telah mendistribusikan air bersih kepada 1.100 kepala keluaga (KK) di sejumlah desa di Kecamatan Sajira.

"Kami siap menyalurkan pasokan air bersih untuk masyarakat setelah adanya pengajuan dari kecamatan," katanya menjelaskan.

Kaprawi menyebutkan, 16 kecamatan yang dilanda kekeringan itu tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Kalanganyar, Cipanas, Bayah dan Cibadak.

Kemudian, Kecamatan Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warunggunung, Bojongmanik, Malingping, Wanasalam, Cihara dan Cilograng.

Mengutip dari Antara, kekeringan yang melanda daerah itu, selain masyarakat kesulitan pasokan air bersih juga tertundanya gerakan percepatan tanam padi dan pengembangan budi daya ikan tawar. "Kami memperkirakan kekeringan itu tentu menimbulkan dampak kerugian pendapatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, BPBD Lebak hingga kini belum menetapkan status tanggap darurat kekeringan sebab, masyarakat yang melaporkan kesulitan pasokan air bersih baru Kecamatan Sajira dan Cirinten. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat segera melapor kepada BPBD setempat jika terjadi kesulitan pasokan air bersih.

BPBD berkoordinasi dengan PDAM agar masyarakat yang dilanda kekeringan dapat disalurkan pasokan air bersih. "Kami siap mendistribusikan pasokan air bersih ke lokasi yang dilanda kekeringan itu," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami kekeringan akibat kemarau sejak Juli 2018 sehingga warga mengalami kesulitan pasokan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Sabtu (11/8), mengatakan, kekeringan yang terjadi saat ini dipastikan dialami oleh masyarakat yang tinggal di 16 kecamatan akan membuat mereka kesulitan mendapat air bersih.

Selama ini, masyarakat di daerah itu masih memanfaatkan pasokan air bersih dari pompa bawah tanah, sumber mata air, sumur juga aliran sungai. Namun, sejak sepekan terakhir ini mengalami kekeringan akibat kemarau itu.

Untuk menanggulangi kesulitan pasokan air bersih, kata dia, BPBD Lebak telah mendistribusikan air bersih kepada 1.100 kepala keluaga (KK) di sejumlah desa di Kecamatan Sajira.

"Kami siap menyalurkan pasokan air bersih untuk masyarakat setelah adanya pengajuan dari kecamatan," katanya menjelaskan.

Kaprawi menyebutkan, 16 kecamatan yang dilanda kekeringan itu tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Kalanganyar, Cipanas, Bayah dan Cibadak.

Kemudian, Kecamatan Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warunggunung, Bojongmanik, Malingping, Wanasalam, Cihara dan Cilograng.

Mengutip dari Antara, kekeringan yang melanda daerah itu, selain masyarakat kesulitan pasokan air bersih juga tertundanya gerakan percepatan tanam padi dan pengembangan budi daya ikan tawar. "Kami memperkirakan kekeringan itu tentu menimbulkan dampak kerugian pendapatan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, BPBD Lebak hingga kini belum menetapkan status tanggap darurat kekeringan sebab, masyarakat yang melaporkan kesulitan pasokan air bersih baru Kecamatan Sajira dan Cirinten. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat segera melapor kepada BPBD setempat jika terjadi kesulitan pasokan air bersih.

BPBD berkoordinasi dengan PDAM agar masyarakat yang dilanda kekeringan dapat disalurkan pasokan air bersih. "Kami siap mendistribusikan pasokan air bersih ke lokasi yang dilanda kekeringan itu," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com