Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Penyakit jantung penyebab kematian tertinggi jemaah haji

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 14:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Redaksi
Istimewa. Foto: Redaksi

Elshinta.com - Penyakit jantung merupakan penyebab terbanyak kematian jemaah haji Indonesia, di mana sampai hari ke-25 pelaksanaan kesehatan haji, dari 49 kematian, 61,22 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung. 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menegaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi pada jemaah haji.

"Sejak satu dekade terakhir ini, penyebab kematian terbanyak pada jemaah haji adalah penyakit  jantung," kata Eka, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi Elshinta di Jakarta, Sabtu (11/8).

Menurut Eka perlu pendekatan tersendiri pada jemaah dengan penyakit jantung. "Pendekatan yang lebih ketat dan komprehensif dengan melibatkan para ketua regu agar mengingatkan dan memastikan jemaah haji tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang cukup berat, disiplin istrahat dan minum obat setiap hari," tambahnya.

Melihat tingginya kasus ini, setiap tahun Kemenkes selalu mengirimkan dokter spesialis jantung ke Tanah Suci. Tahun ini ada 5 spesialis jantung yang ada di Makkah dan siap dikontak 24 jam.

Eka mengingatkan, sedikitnya ada enam hal yang harus dipenuhi jemaah dengan risiko tinggi penyakit jantung, yaitu:

1. Selalu makan obat tiap hari;

2. Bawa obat ke manapun pergi;

3. Jangan kelelahan;

4. Periksa ke dokter secara reguler;

5. Istrhat yg cukup;

6. Kalau sesak nafas, hentikan kegiatan dan istirahat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Penyakit jantung merupakan penyebab terbanyak kematian jemaah haji Indonesia, di mana sampai hari ke-25 pelaksanaan kesehatan haji, dari 49 kematian, 61,22 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung. 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menegaskan bahwa dalam 10 tahun terakhir penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi pada jemaah haji.

"Sejak satu dekade terakhir ini, penyebab kematian terbanyak pada jemaah haji adalah penyakit  jantung," kata Eka, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi Elshinta di Jakarta, Sabtu (11/8).

Menurut Eka perlu pendekatan tersendiri pada jemaah dengan penyakit jantung. "Pendekatan yang lebih ketat dan komprehensif dengan melibatkan para ketua regu agar mengingatkan dan memastikan jemaah haji tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang cukup berat, disiplin istrahat dan minum obat setiap hari," tambahnya.

Melihat tingginya kasus ini, setiap tahun Kemenkes selalu mengirimkan dokter spesialis jantung ke Tanah Suci. Tahun ini ada 5 spesialis jantung yang ada di Makkah dan siap dikontak 24 jam.

Eka mengingatkan, sedikitnya ada enam hal yang harus dipenuhi jemaah dengan risiko tinggi penyakit jantung, yaitu:

1. Selalu makan obat tiap hari;

2. Bawa obat ke manapun pergi;

3. Jangan kelelahan;

4. Periksa ke dokter secara reguler;

5. Istrhat yg cukup;

6. Kalau sesak nafas, hentikan kegiatan dan istirahat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com