Musim kemarau, sumber air di dua wilayah pegunungan Kabupaten Kediri menyusut
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:31 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2ImMGnB

Elshinta.com - Sumber mata air disejumlah pegunungan wilayah Kabupaten Kediri mengalami penyusutan sejak sebulan terakhr ini. Penyusutan debit mata air, tidak lepas dari kondisi cuaca kekeringan saat ini. 

Diakui Randy Agatha selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri penyusutan sumber mata air yang terjadi secara terus menerus bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kekeringan. 

Tetapi hingga sampai sekarang pihaknya masih belum menerima adanya laporan mengenai krisis air bersih. " Tetapi sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya krisis air bersih di seluruh Wilayah Kabupaten Kediri, mau pun dari hasil pemantauan kami di lapangan," paparnya kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Apabila memang nantinya terjadi kemungkinan bencana kekeringan BPBD Kabupaten Kediri menyatakan kesiapanya melaksanakan penanganan ke daduratan yakni melakukan droping air bersih. 

Sebaliknya Randy juga mengharapkan peran serta masyarakat, untuk lebih aktif berkoordinasi dengan BPBD, apabila terjadi bencana krisis air bersih diharapkan untuk segera melapor. Hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Kediri mencatat ada sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit air, terutama di lokasi dataran tinggi. Diantaranya di Kecamatan Mojo, Kecamatan Semen, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Kendangan, Kecamatan Puncu serta Kecamatan Kepung. 

Semua daerah yang disebutkan tadi,merupakan area pegunungan.diantaranya Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Meski menyusut, namun BPBD memastikan jika turunya debit air masih dikategorikan dalam batas aman. "Artinya meski pun terjadi penurunan debit air, tetapi untuk kecukupan konsumi untuk mencuci, memasak itu masih mencukupi. Sampai saat ini belum terjadi bencana kekeringan atau krisis air bersih," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:32 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:32 WIB
Elshinta.com -Jalan utama Magelang-Purworejo, Jawa Tengah di Dusun Gesing, Desa Krasak, Salaman...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:18 WIB
Elshinta.com - Sejumlah rumah warga di tiga kecamatan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Ba...
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:23 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas kebakaran lahan dan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh...
Kamis, 17 Januari 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com -Sebanyak tujuh rumah warga RT 02, 03 dan 04 Lingkungan I Jalan Laksamana Malahaya...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:38 WIB
Elshinta.com -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penangg...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)