Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Musim kemarau, sumber air di dua wilayah pegunungan Kabupaten Kediri menyusut

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:31 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2ImMGnB
Sumber foto: https://bit.ly/2ImMGnB

Elshinta.com - Sumber mata air disejumlah pegunungan wilayah Kabupaten Kediri mengalami penyusutan sejak sebulan terakhr ini. Penyusutan debit mata air, tidak lepas dari kondisi cuaca kekeringan saat ini. 

Diakui Randy Agatha selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri penyusutan sumber mata air yang terjadi secara terus menerus bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kekeringan. 

Tetapi hingga sampai sekarang pihaknya masih belum menerima adanya laporan mengenai krisis air bersih. " Tetapi sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya krisis air bersih di seluruh Wilayah Kabupaten Kediri, mau pun dari hasil pemantauan kami di lapangan," paparnya kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Apabila memang nantinya terjadi kemungkinan bencana kekeringan BPBD Kabupaten Kediri menyatakan kesiapanya melaksanakan penanganan ke daduratan yakni melakukan droping air bersih. 

Sebaliknya Randy juga mengharapkan peran serta masyarakat, untuk lebih aktif berkoordinasi dengan BPBD, apabila terjadi bencana krisis air bersih diharapkan untuk segera melapor. Hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Kediri mencatat ada sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit air, terutama di lokasi dataran tinggi. Diantaranya di Kecamatan Mojo, Kecamatan Semen, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Kendangan, Kecamatan Puncu serta Kecamatan Kepung. 

Semua daerah yang disebutkan tadi,merupakan area pegunungan.diantaranya Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Meski menyusut, namun BPBD memastikan jika turunya debit air masih dikategorikan dalam batas aman. "Artinya meski pun terjadi penurunan debit air, tetapi untuk kecukupan konsumi untuk mencuci, memasak itu masih mencukupi. Sampai saat ini belum terjadi bencana kekeringan atau krisis air bersih," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Sumber mata air disejumlah pegunungan wilayah Kabupaten Kediri mengalami penyusutan sejak sebulan terakhr ini. Penyusutan debit mata air, tidak lepas dari kondisi cuaca kekeringan saat ini. 

Diakui Randy Agatha selaku Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri penyusutan sumber mata air yang terjadi secara terus menerus bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kekeringan. 

Tetapi hingga sampai sekarang pihaknya masih belum menerima adanya laporan mengenai krisis air bersih. " Tetapi sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya krisis air bersih di seluruh Wilayah Kabupaten Kediri, mau pun dari hasil pemantauan kami di lapangan," paparnya kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Apabila memang nantinya terjadi kemungkinan bencana kekeringan BPBD Kabupaten Kediri menyatakan kesiapanya melaksanakan penanganan ke daduratan yakni melakukan droping air bersih. 

Sebaliknya Randy juga mengharapkan peran serta masyarakat, untuk lebih aktif berkoordinasi dengan BPBD, apabila terjadi bencana krisis air bersih diharapkan untuk segera melapor. Hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Kediri mencatat ada sejumlah wilayah yang mengalami penurunan debit air, terutama di lokasi dataran tinggi. Diantaranya di Kecamatan Mojo, Kecamatan Semen, Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Kendangan, Kecamatan Puncu serta Kecamatan Kepung. 

Semua daerah yang disebutkan tadi,merupakan area pegunungan.diantaranya Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Meski menyusut, namun BPBD memastikan jika turunya debit air masih dikategorikan dalam batas aman. "Artinya meski pun terjadi penurunan debit air, tetapi untuk kecukupan konsumi untuk mencuci, memasak itu masih mencukupi. Sampai saat ini belum terjadi bencana kekeringan atau krisis air bersih," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:56 WIB

Polres Langkat ringkus pelaku jambret

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:23 WIB

Gubernur: IFRC dapat tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Minggu, 21 Oktober 2018 - 12:14 WIB

Polisi tangkap PRT buang bayi baru dilahirkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com