BNPB: Korban jiwa akibat gempa Lombok bertambah jadi 387
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:15 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Dampak kerusakan gempa Lombok. Sumber foto: https://bit.ly/2LWaxwT

Elshinta.com - Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 387 orang menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (11/8).

"Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh," kata Sutopo, seperti dikutip Antara.

Selain itu, ia melanjutkan, kemungkinan masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan.

Verifikasi terhadap data korban meninggal terus dilakukan. Di Kabupaten Lombok Timur, sebelumnya dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia, namun ternyata ada satu korban yang didata dua kali. "Setelah diverifikasi, ternyata terjadi pencatatan ganda karena ada satu korban dilaporkan dua kali menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," jelas Sutopo.

Sutopo mengatakan korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (334) disusul Kabupaten Lombok Barat (30), Kabupaten Lombok Timur (10), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Sementara jumlah korban yang terluka sampai 13.688 orang dan jumlah warga yang mengungsi 387.067 orang menurut data BNPB.

Para pengungsi tersebar di berbagai tempat pengungsian di Lombok Utara (198.846), Kota Mataram (20.343), Lombok Barat (91.372) dan Lombok Timur (76.506).

Setelah kena guncangan gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya menghadapi gempa 7,0 magnitudo pada 5 Agustus, yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, salah satunya berkekuatan 6,2 magnitudo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:32 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:32 WIB
Elshinta.com -Jalan utama Magelang-Purworejo, Jawa Tengah di Dusun Gesing, Desa Krasak, Salaman...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:18 WIB
Elshinta.com - Sejumlah rumah warga di tiga kecamatan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Ba...
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:23 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas kebakaran lahan dan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh...
Kamis, 17 Januari 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com -Sebanyak tujuh rumah warga RT 02, 03 dan 04 Lingkungan I Jalan Laksamana Malahaya...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:38 WIB
Elshinta.com -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penangg...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)