Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BNPB: Korban jiwa akibat gempa Lombok bertambah jadi 387

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Dampak kerusakan gempa Lombok. Sumber foto: https://bit.ly/2LWaxwT
Dampak kerusakan gempa Lombok. Sumber foto: https://bit.ly/2LWaxwT

Elshinta.com - Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 387 orang menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (11/8).

"Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh," kata Sutopo, seperti dikutip Antara.

Selain itu, ia melanjutkan, kemungkinan masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan.

Verifikasi terhadap data korban meninggal terus dilakukan. Di Kabupaten Lombok Timur, sebelumnya dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia, namun ternyata ada satu korban yang didata dua kali. "Setelah diverifikasi, ternyata terjadi pencatatan ganda karena ada satu korban dilaporkan dua kali menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," jelas Sutopo.

Sutopo mengatakan korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (334) disusul Kabupaten Lombok Barat (30), Kabupaten Lombok Timur (10), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Sementara jumlah korban yang terluka sampai 13.688 orang dan jumlah warga yang mengungsi 387.067 orang menurut data BNPB.

Para pengungsi tersebar di berbagai tempat pengungsian di Lombok Utara (198.846), Kota Mataram (20.343), Lombok Barat (91.372) dan Lombok Timur (76.506).

Setelah kena guncangan gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya menghadapi gempa 7,0 magnitudo pada 5 Agustus, yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, salah satunya berkekuatan 6,2 magnitudo.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 387 orang menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (11/8).

"Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh," kata Sutopo, seperti dikutip Antara.

Selain itu, ia melanjutkan, kemungkinan masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan.

Verifikasi terhadap data korban meninggal terus dilakukan. Di Kabupaten Lombok Timur, sebelumnya dilaporkan ada 11 orang meninggal dunia, namun ternyata ada satu korban yang didata dua kali. "Setelah diverifikasi, ternyata terjadi pencatatan ganda karena ada satu korban dilaporkan dua kali menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," jelas Sutopo.

Sutopo mengatakan korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (334) disusul Kabupaten Lombok Barat (30), Kabupaten Lombok Timur (10), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Sementara jumlah korban yang terluka sampai 13.688 orang dan jumlah warga yang mengungsi 387.067 orang menurut data BNPB.

Para pengungsi tersebar di berbagai tempat pengungsian di Lombok Utara (198.846), Kota Mataram (20.343), Lombok Barat (91.372) dan Lombok Timur (76.506).

Setelah kena guncangan gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya menghadapi gempa 7,0 magnitudo pada 5 Agustus, yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, salah satunya berkekuatan 6,2 magnitudo.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:56 WIB

Polres Langkat ringkus pelaku jambret

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:23 WIB

Gubernur: IFRC dapat tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Minggu, 21 Oktober 2018 - 12:14 WIB

Polisi tangkap PRT buang bayi baru dilahirkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com