Rabu, 12 Desember 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Masa tanggap darurat gempa Lombok diperpanjang

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 16:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Tim SAR berusaha mengeluarkan jasad korban yang tertimpa reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoBkE
Tim SAR berusaha mengeluarkan jasad korban yang tertimpa reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoBkE

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat gempa Lombok yang semestinya berakhir Sabtu diperpanjang 14 hari terhitung dari 12 Agustus hingga Minggu 25 Agustus.

"Mempertimbangkan masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa, akhirnya Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat," kata Sutopo melalui pesan tertulis, Sabtu (11/8).

Sutopo mengatakan di lapangan masih ada korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik dan gempa-gempa susulan yang menyebabkan kematian dan kerusakan.

Mengutip dari Antara, perpanjangan masa tanggap darurat akan memudahkan pengerahan personel, penggunaan sumber daya dan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, serta administrasi dalam penanganan dampak gempa. "Dengan perpanjangan masa tanggap darurat maka penanganan dampak bencana akan lebih cepat," jelasnya.

Sutopo mengatakan hingga hari keenam setelah gempa berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah Lombok, masih ada pengungsi yang belum mendapat bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang serta beberapa titik di Lombok Barat.

"Permasalahan utama penyaluran bantuan adalah akses jalan menuju lokasi yang rusak. Karena itu, percepatan penyaluran logistik menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi," katanya.

Menurut Sutopo, kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap santap, beras, fasilitas mandi-cuci-kakus portabel, air minum, air bersih, tandon air, pakaian, terpal, alas tidur, alat penerangan dan listrik, layanan kesehatan serta pemulihan trauma.

Setelah diguncang gempa 6,4 magnitudo pada 29 Juli, pada 5 Agustus wilayah Lombok menghadapi guncangan gempa 7,0 magnitudo yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, yang salah satunya berkekuatan 6,2 magnitudo.

Gempa telah menyebabkan 387 orang meninggal dunia dan 13.688 orang terluka, serta memaksa 387.067 warga mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan ribuan rumah warga dan bangunan fasilitas umum.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:20 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Startup | 12 Desember 2018 - 12:33 WIB

Coworking space, ekosistem sehat bagi startup dan freelancer

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat gempa Lombok yang semestinya berakhir Sabtu diperpanjang 14 hari terhitung dari 12 Agustus hingga Minggu 25 Agustus.

"Mempertimbangkan masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa, akhirnya Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat," kata Sutopo melalui pesan tertulis, Sabtu (11/8).

Sutopo mengatakan di lapangan masih ada korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik dan gempa-gempa susulan yang menyebabkan kematian dan kerusakan.

Mengutip dari Antara, perpanjangan masa tanggap darurat akan memudahkan pengerahan personel, penggunaan sumber daya dan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, serta administrasi dalam penanganan dampak gempa. "Dengan perpanjangan masa tanggap darurat maka penanganan dampak bencana akan lebih cepat," jelasnya.

Sutopo mengatakan hingga hari keenam setelah gempa berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah Lombok, masih ada pengungsi yang belum mendapat bantuan, terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang serta beberapa titik di Lombok Barat.

"Permasalahan utama penyaluran bantuan adalah akses jalan menuju lokasi yang rusak. Karena itu, percepatan penyaluran logistik menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi," katanya.

Menurut Sutopo, kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap santap, beras, fasilitas mandi-cuci-kakus portabel, air minum, air bersih, tandon air, pakaian, terpal, alas tidur, alat penerangan dan listrik, layanan kesehatan serta pemulihan trauma.

Setelah diguncang gempa 6,4 magnitudo pada 29 Juli, pada 5 Agustus wilayah Lombok menghadapi guncangan gempa 7,0 magnitudo yang diikuti dengan gempa-gempa susulan, yang salah satunya berkekuatan 6,2 magnitudo.

Gempa telah menyebabkan 387 orang meninggal dunia dan 13.688 orang terluka, serta memaksa 387.067 warga mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan ribuan rumah warga dan bangunan fasilitas umum.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com