Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ini alasan Sandiaga mengundurkan diri dari Wagub DKI

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 16:32 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan surat pemberhentian sebagai Wagub kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8). Sumber Foto: https://bit.ly/2MaIHx6
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menyerahkan surat pemberhentian sebagai Wagub kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8). Sumber Foto: https://bit.ly/2MaIHx6

Elshinta.com - Bakal Calon Wakil Presiden RI pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno tidak mau memanfaatkan fasilitas negara sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan presiden mendatang.

Inilah salah satu alasannya dia mengirimkan surat pengunduran diri sebagai wakil gubernur kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Jumat (10/8).

"Proses ikhtiar seluruh Indonesia ini mahaberat tidak bisa 'disambi-sambi', tidak bisa ambil cuti. Saya juga dari awal tidak ingin menggunakan fasilitas negara dalam berikhtiar," kata Sandiaga di Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (11/8).

Dia berharap bisa memenangkan hati dan menghadirkan pemerintahan yang kuat, mengerakan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja "Jadi  harus totalitas dalam ikhtiar itu," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu dia berikhtiar untuk menjadi orang nomor dua di Indonesia dengan prinsipnya harus "all out" dan tidak ingin "terkontaminasi".

"Saya tidak ingin yang dilakukan di DKI jadi terpolitisasi jadi "clean break", maka saya sudah selesai di DKI," katanya.

Bagi Sandi, kalau tidak berhenti maka tidak "fair". Masyarakat DKI tidak ada ketidakpastian dan terombang-ambing terutama selama delapan bulan ke depan.

"Saya sudah terhubung dengan kantor Jokowi dan memohon waktu karena adabnya memang begitu, karena saya dilantik oleh Jokowi maka pamit juga dan tinggal menunggu waktu presiden dapat menerima. Sebagai adab orang timur, sebagai anak buah Beliau, saya akan menghadap dan mohon izin serta restu," kata Sandi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Bakal Calon Wakil Presiden RI pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno tidak mau memanfaatkan fasilitas negara sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan presiden mendatang.

Inilah salah satu alasannya dia mengirimkan surat pengunduran diri sebagai wakil gubernur kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Jumat (10/8).

"Proses ikhtiar seluruh Indonesia ini mahaberat tidak bisa 'disambi-sambi', tidak bisa ambil cuti. Saya juga dari awal tidak ingin menggunakan fasilitas negara dalam berikhtiar," kata Sandiaga di Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (11/8).

Dia berharap bisa memenangkan hati dan menghadirkan pemerintahan yang kuat, mengerakan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja "Jadi  harus totalitas dalam ikhtiar itu," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain itu dia berikhtiar untuk menjadi orang nomor dua di Indonesia dengan prinsipnya harus "all out" dan tidak ingin "terkontaminasi".

"Saya tidak ingin yang dilakukan di DKI jadi terpolitisasi jadi "clean break", maka saya sudah selesai di DKI," katanya.

Bagi Sandi, kalau tidak berhenti maka tidak "fair". Masyarakat DKI tidak ada ketidakpastian dan terombang-ambing terutama selama delapan bulan ke depan.

"Saya sudah terhubung dengan kantor Jokowi dan memohon waktu karena adabnya memang begitu, karena saya dilantik oleh Jokowi maka pamit juga dan tinggal menunggu waktu presiden dapat menerima. Sebagai adab orang timur, sebagai anak buah Beliau, saya akan menghadap dan mohon izin serta restu," kata Sandi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com