Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Laskar Hijau minta tegas penanganan kasus perusakan hutan lindung Gunung Lemongan

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 17:57 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Hijau apresiasi keseriusan petugas dibukanya kembali kasus dugaan perusakan hutan lindung kawasan Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur oleh tersangka Parmanto bin Suroto yang sempat berhenti penanganan kasusnya.

Dikatakan Ketua Laskar Hijau, A'ak Abdullah Al-Kudus, persidangan kasus perusakan hutan lindung di kawasan Gunung Lemongan, Klakah, terdakwa Parmanto saat ini sudah sampai pada tahap pemeriksaan.

Pihaknya berharap Majelis hakim yang dipimpin oleh Edwin Adrianto, SH. yang meninjau langsung lokasi hutan lindung yang dirusak tanggal 28 April 2017 silam untuk memastikan bahwa kawasan itu benar-benar hutan lindung yang masuk di petak 12 dan KPS petak 19.

Di paparkan A'ak dalam pendampingan atau memonitor jalannya pemeriksaan di lokasi pengrusakan, majelis hakim didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Probolinggo, dan Polres Lumajang memastikan kawasan hutan lindung yang menjadi objek perkara.

"Majelis Hakim mendatangkan saksi ahli, dan saksi pelapor. Sedangkan terdakwa didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Mahmud, SH. Relawan Laskar Hijau akan melakukan mengawalan proses pemeriksaan hingga selesai," kata A'ak, Sabtu (12/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Di paparkan A'ak sempat ada isu bahwa proses pemeriksaan di lokasi akan ada ricuh, pasalnya keluarga terdakwa mendatangkan puluhan orang ke lokasi. Namun ketika majelis hakim datang dengan kawalan polisi bersenjata lengkap mereka kemudian membubarkan diri satu-persatu. 

A'ak mewakili suara dari Laskar Hijau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Majelis Hakim yang secara serius memproses perkara yang sempat mandeg selama satu tahun ini. "pemeriksaan setempat ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum untuk melindungi kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan. Semoga ini menjadi momentum yang baik untuk kelestarian hutan lindung di Gunung Lemongan ke depan," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Hijau apresiasi keseriusan petugas dibukanya kembali kasus dugaan perusakan hutan lindung kawasan Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur oleh tersangka Parmanto bin Suroto yang sempat berhenti penanganan kasusnya.

Dikatakan Ketua Laskar Hijau, A'ak Abdullah Al-Kudus, persidangan kasus perusakan hutan lindung di kawasan Gunung Lemongan, Klakah, terdakwa Parmanto saat ini sudah sampai pada tahap pemeriksaan.

Pihaknya berharap Majelis hakim yang dipimpin oleh Edwin Adrianto, SH. yang meninjau langsung lokasi hutan lindung yang dirusak tanggal 28 April 2017 silam untuk memastikan bahwa kawasan itu benar-benar hutan lindung yang masuk di petak 12 dan KPS petak 19.

Di paparkan A'ak dalam pendampingan atau memonitor jalannya pemeriksaan di lokasi pengrusakan, majelis hakim didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Probolinggo, dan Polres Lumajang memastikan kawasan hutan lindung yang menjadi objek perkara.

"Majelis Hakim mendatangkan saksi ahli, dan saksi pelapor. Sedangkan terdakwa didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Mahmud, SH. Relawan Laskar Hijau akan melakukan mengawalan proses pemeriksaan hingga selesai," kata A'ak, Sabtu (12/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Di paparkan A'ak sempat ada isu bahwa proses pemeriksaan di lokasi akan ada ricuh, pasalnya keluarga terdakwa mendatangkan puluhan orang ke lokasi. Namun ketika majelis hakim datang dengan kawalan polisi bersenjata lengkap mereka kemudian membubarkan diri satu-persatu. 

A'ak mewakili suara dari Laskar Hijau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada Majelis Hakim yang secara serius memproses perkara yang sempat mandeg selama satu tahun ini. "pemeriksaan setempat ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum untuk melindungi kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan. Semoga ini menjadi momentum yang baik untuk kelestarian hutan lindung di Gunung Lemongan ke depan," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com