Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Dimonim Air hilang kontak di Pegunungan Bintang

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 18:14 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2M9z5Tm
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2M9z5Tm

Elshinta.com - Pesawat type PAC750XL milik operator PT Marta Buana Abadi (Dimonim Air) yang terbang dari Bandar Udara Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel, Papua menuju Oksibil di Pegunungan Bintang dilaporkan hilang kontak pada 11 Agustus 2018 pada sekitar pukul 14.00 WIT.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/8) mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-HVQ melakukan kontak pertama (first contact) dengan Tower Oksibil pada Pukul 14.11 WIT.

Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, di mana pesawat PK-HVQ melaporkan posisi "overhead" ketinggian 7.000 kaki.

Kondisi cuaca diinformasikan sebagai berikut: angin 110 derajat sembilan knots, tingkat penglihatan satu sampai dua kilometer, ke arah Iwur, "area right base" , area "left bese" tertutup awan, "cloud base" 4.700, kaki.

"Setelah komunikasi terakhir dengan PK-HVQ, Tower Oksibil mengambil tindakan dengan menghubungi Unit ARO Sentani pada Pukul 15.10 WIT dan berita alert phase ALERFA langsung dikirimkan," katanya, seperti dikutip Antara.

Sindu mengatakan upaya pencarian pesawat PK-HVQ juga dilakukan dengan cross check trafic ke Tower Tanah Merah, Dekai, Sentani dan Wamena sampai dengan pukul 15.35 WIT.

Pukul 15.46 WIT Distress phase (DETRESFA) progres tentang keberadaan pesawat belum mendapatkan titik terang.

Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke telah berkoordinasi dengan perwakilan KNKT di Sentani dan Kantor SAR terkait kejadian ini dan segera membentuk Posko bersama untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Informasi pesawat, tipe PAC 750XL, ketinggian 7.000 kaki, estimasi ketibaan 05.20 WIT, rute Wakt-Wajo, kru dua (Pilot Leslei dan Co. Pilot Wayan), tujuh penumpang, bagasi 45 kilogram, waktu penerbangan 40 menit.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Pesawat type PAC750XL milik operator PT Marta Buana Abadi (Dimonim Air) yang terbang dari Bandar Udara Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel, Papua menuju Oksibil di Pegunungan Bintang dilaporkan hilang kontak pada 11 Agustus 2018 pada sekitar pukul 14.00 WIT.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/8) mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-HVQ melakukan kontak pertama (first contact) dengan Tower Oksibil pada Pukul 14.11 WIT.

Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, di mana pesawat PK-HVQ melaporkan posisi "overhead" ketinggian 7.000 kaki.

Kondisi cuaca diinformasikan sebagai berikut: angin 110 derajat sembilan knots, tingkat penglihatan satu sampai dua kilometer, ke arah Iwur, "area right base" , area "left bese" tertutup awan, "cloud base" 4.700, kaki.

"Setelah komunikasi terakhir dengan PK-HVQ, Tower Oksibil mengambil tindakan dengan menghubungi Unit ARO Sentani pada Pukul 15.10 WIT dan berita alert phase ALERFA langsung dikirimkan," katanya, seperti dikutip Antara.

Sindu mengatakan upaya pencarian pesawat PK-HVQ juga dilakukan dengan cross check trafic ke Tower Tanah Merah, Dekai, Sentani dan Wamena sampai dengan pukul 15.35 WIT.

Pukul 15.46 WIT Distress phase (DETRESFA) progres tentang keberadaan pesawat belum mendapatkan titik terang.

Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke telah berkoordinasi dengan perwakilan KNKT di Sentani dan Kantor SAR terkait kejadian ini dan segera membentuk Posko bersama untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Informasi pesawat, tipe PAC 750XL, ketinggian 7.000 kaki, estimasi ketibaan 05.20 WIT, rute Wakt-Wajo, kru dua (Pilot Leslei dan Co. Pilot Wayan), tujuh penumpang, bagasi 45 kilogram, waktu penerbangan 40 menit.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com