Kamis, 13 Desember 2018 | 16:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polda: Bahan peledak jaringan Santoso siap diledakkan

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 19:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Sumber Foto: https://bit.ly/2MBWSHO
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Sumber Foto: https://bit.ly/2MBWSHO

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan bahan peledak milik empat orang jaringan teroris Santoso dan Daeng Koro yang diamankan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sudah siap diledakkan.

"Bahan peledak seberat 15 kilogram itu sudah tercampur dan semuanya diamankan di kebun milik jaringan teroris ini. Semuanya sudah dicampur dan sudah siap untuk diledakkan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Sabtu (11/8).

Ia mengatakan bahan peledak dari jaringan teroris Santoso berinisial B dan M, yang diringkus di wilayah Luwu Timur (Lutim), serta dua lainnya R dan I di Kabupaten Bone, Sulsel, itu telah diolah.

Kombes Dicky menyatakan jika bahan peledak yang dibungkus dan ditanam dalam tanah itu hanya menyisakan detonator sebelum diledakkan di tempat-tempat yang diinginkannya. "Kalau jenis peledaknya itu sama dengan jenis yang selama ini digunakannya. Mereka sudah beraksi sejak 2010 lalu dan berpengalaman dalam perakitan dan perencanaan," katanya.

Dicky menyatakan berdasarkan hasil interogasi singkat kepada para pelaku bahwa ada kemungkinan aksi peledakan akan di lakukan pada tahun ini khususnya di Agustus. "Ada kemungkinan mereka akan beraksi di bulan Agustus ini. Mereka punya target-target, tapi rencana mereka bisa dicegah setelah diamankan beserta bahan peledaknya," terangnya, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, keempat pelaku jaringan teroris Santoso dan Daeng Koro ini diduga terlibat dalam pengeboman di Poso yang korbannya adalah anggota polisi.

Apalagi empat orang jaringan teroris Santoso ini, lanjut Kombes Dicky, merupakan anggota aktif dan terlibat dalam beberapa aksi sejak tahun 2010.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau itu menyatakan keempatnya anggota aktif yang berada di wilayah pegunungan Sulawesi Tengah bersama dengan Santoso. "Santoso itu punya banyak anggota aktif dan ini merupakan pendukung, sedangkan simpatisan adalah warga setempat. Yang ditangkap, pendukung," ucapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:45 WIB

Perpustakaan Nasional punya perayaan khusus untuk Hari Ibu

Musibah | 13 Desember 2018 - 16:25 WIB

6 bulan hilang, warga Kudus ditemukan tinggal kerangka

Manajemen | 13 Desember 2018 - 16:15 WIB

Jangan langgar tiga etika bisnis ini di bisnis online

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:07 WIB

Menteri PUPR: Rp15 miliar bangun jembatan roboh

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan bahan peledak milik empat orang jaringan teroris Santoso dan Daeng Koro yang diamankan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sudah siap diledakkan.

"Bahan peledak seberat 15 kilogram itu sudah tercampur dan semuanya diamankan di kebun milik jaringan teroris ini. Semuanya sudah dicampur dan sudah siap untuk diledakkan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Sabtu (11/8).

Ia mengatakan bahan peledak dari jaringan teroris Santoso berinisial B dan M, yang diringkus di wilayah Luwu Timur (Lutim), serta dua lainnya R dan I di Kabupaten Bone, Sulsel, itu telah diolah.

Kombes Dicky menyatakan jika bahan peledak yang dibungkus dan ditanam dalam tanah itu hanya menyisakan detonator sebelum diledakkan di tempat-tempat yang diinginkannya. "Kalau jenis peledaknya itu sama dengan jenis yang selama ini digunakannya. Mereka sudah beraksi sejak 2010 lalu dan berpengalaman dalam perakitan dan perencanaan," katanya.

Dicky menyatakan berdasarkan hasil interogasi singkat kepada para pelaku bahwa ada kemungkinan aksi peledakan akan di lakukan pada tahun ini khususnya di Agustus. "Ada kemungkinan mereka akan beraksi di bulan Agustus ini. Mereka punya target-target, tapi rencana mereka bisa dicegah setelah diamankan beserta bahan peledaknya," terangnya, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, keempat pelaku jaringan teroris Santoso dan Daeng Koro ini diduga terlibat dalam pengeboman di Poso yang korbannya adalah anggota polisi.

Apalagi empat orang jaringan teroris Santoso ini, lanjut Kombes Dicky, merupakan anggota aktif dan terlibat dalam beberapa aksi sejak tahun 2010.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau itu menyatakan keempatnya anggota aktif yang berada di wilayah pegunungan Sulawesi Tengah bersama dengan Santoso. "Santoso itu punya banyak anggota aktif dan ini merupakan pendukung, sedangkan simpatisan adalah warga setempat. Yang ditangkap, pendukung," ucapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com