Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Gubernur harap realisasi rel kereta api di Kalsel

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 19:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Syahri Ruslan /Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Syahri Ruslan /Radio Elshinta

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan untuk bersama-sama berjuang dan menuntut pemerintah pusat untuk merealisasikan janjinya membangun akses tranportasi darat melalui rel kereta api dan lokomotifnya. 

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada saat membuka Festival Pesona Budaya Borneo II 2018 di Kantor Gubernuran Kalsel, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Sabtu (11/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan.

"Sekarang, kereta api menjadi kebutuhan utama bagi rakyat Kalimantan. Dengan adanya konektivitas melalui kereta api, bisa memicu pengembangan kepariwisataan, investasi serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif,” ujar Sahbirin.

Menurut Gubernur Kalsel, sering dalam beberapa kesempatan di Istana Negara bertemu dengan Presiden Joko Widodo, ditegaskan bahwa penduduk Borneo termasuk tertua di Nusantara. "Buktinya, usia Banjarmasin lebih tua dibandingkan Jakarta. Kota yang pernah menjadi ibukota Borneo ini, sudah menginjak usia ke-491 pada 2017, sedangkan Jakarta baru berusia 490 tahun. Tapi anehnya, mengapa rakyat Kalimantan tak pernah merasakan naik kereta api," kata Sahbirin.

Lanjut dia, wajar jika rakyat Kalimantan iri dengan Pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. “Makanya, pemerintah pusat itu harusnya memperhatikan aspirasi rakyat Kalimantan. Kalau ada kereta api di Kalimantan, tentu lebih mudah dalam berinteraksi dan terjadi koneksitas antara provinsi yang ada di Pulau Kalimantan,” papar Sahbirin.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan untuk bersama-sama berjuang dan menuntut pemerintah pusat untuk merealisasikan janjinya membangun akses tranportasi darat melalui rel kereta api dan lokomotifnya. 

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada saat membuka Festival Pesona Budaya Borneo II 2018 di Kantor Gubernuran Kalsel, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Sabtu (11/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan.

"Sekarang, kereta api menjadi kebutuhan utama bagi rakyat Kalimantan. Dengan adanya konektivitas melalui kereta api, bisa memicu pengembangan kepariwisataan, investasi serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif,” ujar Sahbirin.

Menurut Gubernur Kalsel, sering dalam beberapa kesempatan di Istana Negara bertemu dengan Presiden Joko Widodo, ditegaskan bahwa penduduk Borneo termasuk tertua di Nusantara. "Buktinya, usia Banjarmasin lebih tua dibandingkan Jakarta. Kota yang pernah menjadi ibukota Borneo ini, sudah menginjak usia ke-491 pada 2017, sedangkan Jakarta baru berusia 490 tahun. Tapi anehnya, mengapa rakyat Kalimantan tak pernah merasakan naik kereta api," kata Sahbirin.

Lanjut dia, wajar jika rakyat Kalimantan iri dengan Pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. “Makanya, pemerintah pusat itu harusnya memperhatikan aspirasi rakyat Kalimantan. Kalau ada kereta api di Kalimantan, tentu lebih mudah dalam berinteraksi dan terjadi koneksitas antara provinsi yang ada di Pulau Kalimantan,” papar Sahbirin.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com