Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

BMKG deteksi 46 titik panas di Riau

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 20:27 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Im4tYT
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Im4tYT

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 46 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada Sabtu (11/8).

"Titik panas terpantau menyebar di tujuh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Riau sore hari ini," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno di Pekanbaru.

Menurut citra satelit, titik-titik panas yang terpantau pukul 16.00 WIB mayoritas ada di Kabupaten Rokan Hilir (31 titik).

Selain itu titik panas dideteksi di Kabupaten Bengkalis (delapan titik), Kabupaten Pelalawan (tiga titik), serta masing-masing satu titik di Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan Kota Dumai.

Kisno menjelaskan 27 dari 46 titik panas di Riau dipastikan titik api, yang merupakan indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. "Titik api paling banyak di Rokan Hilir dengan 18 titik, kemudian Bengkalis enam serta satu titik api masing-masing di Kuansing, Pelalawan dan Dumai," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger memastikan aparatnya siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya.

Menurut BMKG secara keseluruhan ada 111 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera.

Selain 46 titik panas di Riau, titik panas juga terdeteksi di Bangka Belitung (16 titik), Sumatera Barat (11 titik), masing-masing 10 titik di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, tujuh titik di Lampung, empat di Jambi dan dua di Bengkulu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 46 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada Sabtu (11/8).

"Titik panas terpantau menyebar di tujuh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Riau sore hari ini," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno di Pekanbaru.

Menurut citra satelit, titik-titik panas yang terpantau pukul 16.00 WIB mayoritas ada di Kabupaten Rokan Hilir (31 titik).

Selain itu titik panas dideteksi di Kabupaten Bengkalis (delapan titik), Kabupaten Pelalawan (tiga titik), serta masing-masing satu titik di Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan Kota Dumai.

Kisno menjelaskan 27 dari 46 titik panas di Riau dipastikan titik api, yang merupakan indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. "Titik api paling banyak di Rokan Hilir dengan 18 titik, kemudian Bengkalis enam serta satu titik api masing-masing di Kuansing, Pelalawan dan Dumai," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger memastikan aparatnya siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya.

Menurut BMKG secara keseluruhan ada 111 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera.

Selain 46 titik panas di Riau, titik panas juga terdeteksi di Bangka Belitung (16 titik), Sumatera Barat (11 titik), masing-masing 10 titik di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, tujuh titik di Lampung, empat di Jambi dan dua di Bengkulu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:56 WIB

Polres Langkat ringkus pelaku jambret

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:23 WIB

Gubernur: IFRC dapat tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Minggu, 21 Oktober 2018 - 12:14 WIB

Polisi tangkap PRT buang bayi baru dilahirkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com