Jumat, 17 Agustus 2018 | 06:39 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Peristiwa / Bencana Alam

Penimbun bahan pangan di NTB diancam tindakan tegas

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 21:27 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2nusxQB
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2nusxQB

Elshinta.com - Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Achmat Juri akan mengambil tindakan tegas terhadap distributor atau pedagang yang sengaja menimbun logistik maupun menaikkan harga di atas kewajaran.

Hal itu terkait terjadinya kelangkaan dan naiknya harga-harga barang dan kebutuhan logistik lainnya pascagempa bumi 7 magnitudo yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu (5/8) malam. "Kalau mereka berani macam-macam akan berhadapan dengan kita, apalagi dengan kondisi seperti ini," kata Irjen Pol Achmat Juri saat penyerahan bantuan kemanusiaan korban gempa Lombok, Polda NTB di Mataram, Sabtu (11/8).

Polda NTB melalui Satgas Pangan sudah melakukan pengecekan ke sejumlah distributor dan pedagang begitu beredar kabar terjadinya kelangkaan dan naiknya harga sejumlah barang seperti sembako, terpal, tenda, air mineral dalam kemasan, mi instant dan kebutuhan logistik lainnya pascagempa. "Hasilnya tetap normal dan masih lancar, karena bantuan juga terus datang dari mana-mana dan dari berbagai pihak. Terpal habis datang lagi dari daerah lain. Kalaupun ada kelangkaan itu hanya isu," katanya.

Meski demikian, untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan kebutuhan logistik atau pun kelangkaan barang lainnya, Polda NTB, kata Irjen Pol Achmat Juri, sudah menugaskan Satgas Pangan untuk mengumpulkan dan memberikan imbauan kepada seluruh pelaku usaha di NTB untuk menjaga stabilitas harga dan tidak memainkan harga seenaknya serta tidak melakukan penimbunan. "Imbauan kita ini sudah kita sampaikan, semenjak bulan puasa dan sebelum Lebaran. Bahkan, imbauan ini masih berlaku sampai sekarang," kata Achmat.

Masyarakat NTB khususnya yang tinggal di Pulau Lombok mengeluhkan adanya kelangkaan, dan naiknya harga-harga barang kebutuhan logistik untuk disalurkan kepada korban gempa pascagempa bumi 7 magnitudo yang melanda daerah itu.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri sudah meminta kepada para distributor dan pengecer sembako di kota Mataram agar berempati kepada korban gempa dengan tidak menaikkan harga seenaknya. "Kita minta tidak memanfaatkan kesempatan untuk menaikkan harga barang-barang yang dibutuhkan," kata Sekda NTB H Rosiady Sayuti.

Ia juga berharap harga-harga kebutuhan pokok yang dibutuhkan pengungsi seperti sembako, tenda, plastik, terpal dan air minum kemasan jangan sampai melambung tinggi. "Kepada para pengecer agar tak menaikkan harga sembako yang sangat dibutuhkan warga yang kena dampak gempa," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan asosiasi atau distributor sembako yang ada di Kota Mataram dan sekitarnya, supaya tidak ada pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini.

Selain itu, Pemprov akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda NTB untuk mengantisipasi naiknya harga sembako. Di samping untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh NTB. "Kami segera akan berkoordinasi dengan Dansatgas pak Danrem, pak Kapolda untuk antisipasi hal-hal seperti itu," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 17 Agustus 2018 - 06:26 WIB

KPK eksekusi Anang ke Lapas Sukamiskin

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 06:15 WIB

Polda Metro kerahkan 7.883 personel amankan HUT RI

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Arestasi | 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 17 Agustus 2018 - 06:26 WIB

KPK eksekusi Anang ke Lapas Sukamiskin

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:10 WIB

Sejumlah kecamatan di Kota Pontianak dilanda karhutla

Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:05 WIB

Seorang oknum PNS di Kabupaten Langkat terjaring OTT

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:38 WIB

2 hektar lahan gambut di Pontianak Tengara terbakar

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com