Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Akademisi: Demokrat selalu kalah `bergaining` politik

Minggu, 12 Agustus 2018 - 07:16 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2KLfLGv
Sumber foto: https://bit.ly/2KLfLGv

Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang menilai Partai Demokrat selalu kalah dalam bergaining atau daya tawar politik.

"Partai yang ketinggalan kereta dalam pilpres adalah partai Demokrat. Nasib Demokrat kali ini sama dengan lima tahun lalu tanpa figur," katanya kepada Antara di Kupang.

Menurut dia, Demokrat sepertinya tidak memiliki pengalaman politik yang baik walaupun elitnya punya kematangan politik. 

Gerindra, kata dia, lebih memilih PKS dan PAN karena ada win-win solution dibandingkan Demokrat yang cenderung mendikte. "Dengan PKS dan PAN, Gerindra telah membuktikan tesis politik di Pilgub DKI dulu. Apalagi PKS dan PAN lebih menjanjikan dari segi basis massa ketimbang Demokrat," katanya.

Ke mana pun pilihan koalisi Demokrat, kata dia, tidak menguntungkan Jokowi maupun Prabowo dalam konstetasi Pilpres 2019.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang menilai Partai Demokrat selalu kalah dalam bergaining atau daya tawar politik.

"Partai yang ketinggalan kereta dalam pilpres adalah partai Demokrat. Nasib Demokrat kali ini sama dengan lima tahun lalu tanpa figur," katanya kepada Antara di Kupang.

Menurut dia, Demokrat sepertinya tidak memiliki pengalaman politik yang baik walaupun elitnya punya kematangan politik. 

Gerindra, kata dia, lebih memilih PKS dan PAN karena ada win-win solution dibandingkan Demokrat yang cenderung mendikte. "Dengan PKS dan PAN, Gerindra telah membuktikan tesis politik di Pilgub DKI dulu. Apalagi PKS dan PAN lebih menjanjikan dari segi basis massa ketimbang Demokrat," katanya.

Ke mana pun pilihan koalisi Demokrat, kata dia, tidak menguntungkan Jokowi maupun Prabowo dalam konstetasi Pilpres 2019.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:28 WIB

Upah minimum provinsi naik 8,03 persen tahun 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Luhut: Meikarta tak pernah keluhkan masalah izin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com