Senin, 22 Oktober 2018 | 07:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

400 hunian sementara untuk korban gempa

Minggu, 12 Agustus 2018 - 07:46 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Pengungsi melintas di samping tenda darurat yang dibangun di pematang sawah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: Deni Suryanti/Radio Elshintahttps://bit.ly/2Ma8AwV
Pengungsi melintas di samping tenda darurat yang dibangun di pematang sawah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: Deni Suryanti/Radio Elshintahttps://bit.ly/2Ma8AwV

Elshinta.com - Sebanyak 400 unit hunian sementara rencananya akan disiapkan untuk korban bencana gempa bumi yang ada di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani di Tanjung, Sabtu (11/8) mengatakan, rumah hunian sementara ini akan dibuat dengan konstruksi yang lebih layak dari kondisi tenda pengungsian. "Rumah hunian sementara ini rencananya terbuat dari bahan kayu dan triplek," kata Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Untuk lokasi 400 unit rumah hunian sementara, jelasnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menyiapkannya di lima titik. "Karena 90 persen rumah warga sudah hancur, sehingga akan memakan waktu lama untuk tahap rekonstruksinya. Jadi menunggu itu, kita siapkan ini (rumah hunian sementara)," ucap Penjabat Danren 162/Wira Bhakti itu.

Dari hasil rapat koordinasinya dengan instansi dan lembaga pemerintahan, pembangunan 400 unit hunian sementara akan dimulai pada pekan depan. "Untuk pengerjaannya akan dilakukan oleh personel yang berpengalaman, dalam hal ini satgas dari Yonzikon 13/KE, Yonzipur 10/ dibantu 1 SSK Yonzipur 18/YKR," ujarnya, dikutip Antara.

Saat disinggung terkait dengan kapasitas tampung dan ukurannya, Rizal mengaku belum dapat memastikan jumlah jiwa untuk satu unit rumah berbahan kayu dan triplek tersebut.

Melainkan jika kapasitas tampungnya masih kurang, persoalan baru itu akan dibahas kembali dalam pertemuan lanjutannya dengan para pemangku jabatan di lingkup pemerintah. "Untuk pembangunan hunian berikutnya, mungkin akan menunggu petunjuk dari komando atas," ucap Rizal.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:28 WIB

Lahan bantul belum bisa ditanami padi

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Elshinta.com - Sebanyak 400 unit hunian sementara rencananya akan disiapkan untuk korban bencana gempa bumi yang ada di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Dansatgas Penanggulangan Darurat Bencana gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani di Tanjung, Sabtu (11/8) mengatakan, rumah hunian sementara ini akan dibuat dengan konstruksi yang lebih layak dari kondisi tenda pengungsian. "Rumah hunian sementara ini rencananya terbuat dari bahan kayu dan triplek," kata Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Untuk lokasi 400 unit rumah hunian sementara, jelasnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menyiapkannya di lima titik. "Karena 90 persen rumah warga sudah hancur, sehingga akan memakan waktu lama untuk tahap rekonstruksinya. Jadi menunggu itu, kita siapkan ini (rumah hunian sementara)," ucap Penjabat Danren 162/Wira Bhakti itu.

Dari hasil rapat koordinasinya dengan instansi dan lembaga pemerintahan, pembangunan 400 unit hunian sementara akan dimulai pada pekan depan. "Untuk pengerjaannya akan dilakukan oleh personel yang berpengalaman, dalam hal ini satgas dari Yonzikon 13/KE, Yonzipur 10/ dibantu 1 SSK Yonzipur 18/YKR," ujarnya, dikutip Antara.

Saat disinggung terkait dengan kapasitas tampung dan ukurannya, Rizal mengaku belum dapat memastikan jumlah jiwa untuk satu unit rumah berbahan kayu dan triplek tersebut.

Melainkan jika kapasitas tampungnya masih kurang, persoalan baru itu akan dibahas kembali dalam pertemuan lanjutannya dengan para pemangku jabatan di lingkup pemerintah. "Untuk pembangunan hunian berikutnya, mungkin akan menunggu petunjuk dari komando atas," ucap Rizal.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:52 WIB

Tawuran, satu pelajar tewas dan tiga terluka

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:34 WIB

Satu keluarga tewas tertabrak KA di Surabaya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com