Senin, 15 Oktober 2018 | 16:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

DPR minta gempa Lombok jadi Bencana Nasional

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:17 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vBSQIW
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vBSQIW

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah meningkatkan status gempa Lombok menjadi bencana nasional karena sudah ratusan masyarakat yang telah menjadi korban, serta banyak infrastruktur dan sarana publik yang rusak, bantuan harus diupayakan secara maksimal.

"Kita melihat pemerintah belum menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Padahal dengan jumlah korban yang mencapai ratusan, dan banyaknya infrastruktur yang rusak, sudah selayaknya musibah ini statusnya menjadi nasional," kata Taufik di dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Dia mengatakan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah terjadi lebih dari 800 getaran bahkan telah terjadi dua kali gempa terbesar yang dirasakan masyarakat, magnitudo 6,4 pada 29 Juli dan magnitudo 7  pada 5 Agustus.

Menurut dia, gempa di NTB itu telah menimbulkan banyak korban yaitu tercatat 381 orang meninggal dunia sehingga peningkatan status menjadi bencana nasional diharapkan agar penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat dan maksimal. "Saya menilai jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal, selain berdampak kepada masyarakat NTB, namun juga dunia pariwisata," ujarnya, dikutip Antara.

Dia mengatakan, beberapa kawasan di NTB sedang diperkenalkan sebagai destinasi pariwisata halal, misalnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika bahkan Gili Trawangan pun sudah dikenal luas.

Taufik mendorong pemerintah mengupayakan penanganan yang terbaik untuk Lombok, pemulihah harus segera dilakukan sehingga, secepatnya masyarakat dapat bangkit kembali, dan pariwisata di sana tidak terdampak secara serius, dan tetap bisa mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 15 Oktober 2018 - 16:40 WIB

Bagaimana caranya menambah pelanggan baru? 

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 16:38 WIB

PMI bangun Klinik Lapangan di lokasi gempa dan tsunami Sulteng

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah meningkatkan status gempa Lombok menjadi bencana nasional karena sudah ratusan masyarakat yang telah menjadi korban, serta banyak infrastruktur dan sarana publik yang rusak, bantuan harus diupayakan secara maksimal.

"Kita melihat pemerintah belum menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Padahal dengan jumlah korban yang mencapai ratusan, dan banyaknya infrastruktur yang rusak, sudah selayaknya musibah ini statusnya menjadi nasional," kata Taufik di dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Dia mengatakan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah terjadi lebih dari 800 getaran bahkan telah terjadi dua kali gempa terbesar yang dirasakan masyarakat, magnitudo 6,4 pada 29 Juli dan magnitudo 7  pada 5 Agustus.

Menurut dia, gempa di NTB itu telah menimbulkan banyak korban yaitu tercatat 381 orang meninggal dunia sehingga peningkatan status menjadi bencana nasional diharapkan agar penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat dan maksimal. "Saya menilai jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal, selain berdampak kepada masyarakat NTB, namun juga dunia pariwisata," ujarnya, dikutip Antara.

Dia mengatakan, beberapa kawasan di NTB sedang diperkenalkan sebagai destinasi pariwisata halal, misalnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika bahkan Gili Trawangan pun sudah dikenal luas.

Taufik mendorong pemerintah mengupayakan penanganan yang terbaik untuk Lombok, pemulihah harus segera dilakukan sehingga, secepatnya masyarakat dapat bangkit kembali, dan pariwisata di sana tidak terdampak secara serius, dan tetap bisa mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com