Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Yohana dorong pelatihan hidup mandiri korban gempa

Minggu, 12 Agustus 2018 - 08:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2KLffrY
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2KLffrY

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mendorong pelatihan-pelatihan untuk membekali para perempuan terutama ibu-ibu yang menjadi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar dapat hidup mandiri bisa membantu ekonomi keluarga.

"Kami mau memberikan pelatihan-pelatihan kepada ibu-ibu, apa saja sesuai minat ibu-ibu, harus ada penilaian dulu, mereka inginnya apa dan kami akan lakukan itu," ujar Yohana di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/8) kemarin.

Yohana menuturkan pelatihan itu dapat misalnya untuk mengajarkan mereka membuka usaha seperti bisnis kuliner. "Jadi tetap mereka aktif untuk bisa diberdayakan sehingga meningkatkan ekonomi kelurga. Jadi tetap anak-anak diperhatikan, perempuan-perempuan ini harus mandiri, independen, itu memang tugas kami terutama perempuan yang adalah korban termasuk menghadapi bencana seperti ini," ujarnya.

Peningkatan kapasitas para perempuan terutama kaum ibu akan menjadi hal penting dalam pemulihan pasca bencana karena ibu turut berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan merawat anak-anak. 

"Kami sangat yakin bahwa dengan adanya pemberdayaan perempuan artinya perempuan diberdayakan maka pasti keluarganya itu lebih diperhatikan lagi, terutama dampaknya lari ke anak-anak ini karena anak-anak pasti lebih dekat ke mama atau ibunya," tuturnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mendorong pelatihan-pelatihan untuk membekali para perempuan terutama ibu-ibu yang menjadi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar dapat hidup mandiri bisa membantu ekonomi keluarga.

"Kami mau memberikan pelatihan-pelatihan kepada ibu-ibu, apa saja sesuai minat ibu-ibu, harus ada penilaian dulu, mereka inginnya apa dan kami akan lakukan itu," ujar Yohana di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/8) kemarin.

Yohana menuturkan pelatihan itu dapat misalnya untuk mengajarkan mereka membuka usaha seperti bisnis kuliner. "Jadi tetap mereka aktif untuk bisa diberdayakan sehingga meningkatkan ekonomi kelurga. Jadi tetap anak-anak diperhatikan, perempuan-perempuan ini harus mandiri, independen, itu memang tugas kami terutama perempuan yang adalah korban termasuk menghadapi bencana seperti ini," ujarnya.

Peningkatan kapasitas para perempuan terutama kaum ibu akan menjadi hal penting dalam pemulihan pasca bencana karena ibu turut berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan merawat anak-anak. 

"Kami sangat yakin bahwa dengan adanya pemberdayaan perempuan artinya perempuan diberdayakan maka pasti keluarganya itu lebih diperhatikan lagi, terutama dampaknya lari ke anak-anak ini karena anak-anak pasti lebih dekat ke mama atau ibunya," tuturnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:07 WIB

17 Oktober 1952: demo tuntut DPRS dibubarkan

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:55 WIB

Dibutuhkan 18 ribu tenda untuk pengungsi Sulteng

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:42 WIB

Dua jenazah korban gempa Sulteng kembali ditemukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com