Senin, 22 Oktober 2018 | 07:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Yohana: Tindak dalang prostitusi Kalibata sesuai hukum

Minggu, 12 Agustus 2018 - 09:14 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2B3hZ4v
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2B3hZ4v

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menginginkan agar pelaku yang mengendalikan prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan ditindak sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan. 

"Ada kayak (seperti) mafia-mafia khusus terselubung dan itu memang sudah masuk dalam tindak pidana perdagangan orang yang sedang kami kaji sehingga siapapun yang melanggar undang-undang harus berhadapan dengan hukum," ujar dia di Manado, Sulawesi Utara. 

Yohana menuturkan oknum-oknum yang mendalangi prostitusi itu harus dihadapkan pada Undang-undang Perlindungan Anak dan perdagangan manusia.  "Kalau sampai bisa mempekerjakan anak-anak untuk kepentingan oknum-oknum tertentu tetap itu sudah masuk dalam ranah tindak pidana perdagangan orang," tuturnya, seperti dikutip dari Antara.

Yohana memantau perkembangan kasus tersebut yang telah menjerat anak-anak untuk mengetahui sejauh mana kasus itu ditangani sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.  Dia menginginkan agar semua perempuan dan anak-anak yang terlibat prostitusi itu didata ulang guna memberikan pendampingan kepada mereka. "Itu didatakan supaya kita memberikan pendampingan khusus kepada mereka, mengarahkan mereka supaya jangan kembali ke situ, kalau memang bisa dialihkan ke pelatihan-pelatihan yang lebih bermanfaat atau mengarahkan mereka untuk kembali sekolah," ujarnya. 

Yohana juga mendorong agar pendampingan itu lebih kepada membekali diri para perempuan anak-anak untuk mengubah pola pikir mereka sehingga tidak kembali pada prostitusi.  "Mereka yang tadinya melakukan hal-hal yang tidak terpuji agar kembali berkonsentrasi ke sekolah karena anak tetap harus sekolah dan mahasisswa harus kembali kuliah seperti biasa," tuturnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:33 WIB

PKB: Parpol harus dekat dengan rakyat

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menginginkan agar pelaku yang mengendalikan prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan ditindak sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan. 

"Ada kayak (seperti) mafia-mafia khusus terselubung dan itu memang sudah masuk dalam tindak pidana perdagangan orang yang sedang kami kaji sehingga siapapun yang melanggar undang-undang harus berhadapan dengan hukum," ujar dia di Manado, Sulawesi Utara. 

Yohana menuturkan oknum-oknum yang mendalangi prostitusi itu harus dihadapkan pada Undang-undang Perlindungan Anak dan perdagangan manusia.  "Kalau sampai bisa mempekerjakan anak-anak untuk kepentingan oknum-oknum tertentu tetap itu sudah masuk dalam ranah tindak pidana perdagangan orang," tuturnya, seperti dikutip dari Antara.

Yohana memantau perkembangan kasus tersebut yang telah menjerat anak-anak untuk mengetahui sejauh mana kasus itu ditangani sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.  Dia menginginkan agar semua perempuan dan anak-anak yang terlibat prostitusi itu didata ulang guna memberikan pendampingan kepada mereka. "Itu didatakan supaya kita memberikan pendampingan khusus kepada mereka, mengarahkan mereka supaya jangan kembali ke situ, kalau memang bisa dialihkan ke pelatihan-pelatihan yang lebih bermanfaat atau mengarahkan mereka untuk kembali sekolah," ujarnya. 

Yohana juga mendorong agar pendampingan itu lebih kepada membekali diri para perempuan anak-anak untuk mengubah pola pikir mereka sehingga tidak kembali pada prostitusi.  "Mereka yang tadinya melakukan hal-hal yang tidak terpuji agar kembali berkonsentrasi ke sekolah karena anak tetap harus sekolah dan mahasisswa harus kembali kuliah seperti biasa," tuturnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:52 WIB

Tawuran, satu pelajar tewas dan tiga terluka

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:34 WIB

Satu keluarga tewas tertabrak KA di Surabaya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com