Yohana: Tindak dalang prostitusi Kalibata sesuai hukum
Minggu, 12 Agustus 2018 - 09:14 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2B3hZ4v

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menginginkan agar pelaku yang mengendalikan prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan ditindak sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan. 

"Ada kayak (seperti) mafia-mafia khusus terselubung dan itu memang sudah masuk dalam tindak pidana perdagangan orang yang sedang kami kaji sehingga siapapun yang melanggar undang-undang harus berhadapan dengan hukum," ujar dia di Manado, Sulawesi Utara. 

Yohana menuturkan oknum-oknum yang mendalangi prostitusi itu harus dihadapkan pada Undang-undang Perlindungan Anak dan perdagangan manusia.  "Kalau sampai bisa mempekerjakan anak-anak untuk kepentingan oknum-oknum tertentu tetap itu sudah masuk dalam ranah tindak pidana perdagangan orang," tuturnya, seperti dikutip dari Antara.

Yohana memantau perkembangan kasus tersebut yang telah menjerat anak-anak untuk mengetahui sejauh mana kasus itu ditangani sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.  Dia menginginkan agar semua perempuan dan anak-anak yang terlibat prostitusi itu didata ulang guna memberikan pendampingan kepada mereka. "Itu didatakan supaya kita memberikan pendampingan khusus kepada mereka, mengarahkan mereka supaya jangan kembali ke situ, kalau memang bisa dialihkan ke pelatihan-pelatihan yang lebih bermanfaat atau mengarahkan mereka untuk kembali sekolah," ujarnya. 

Yohana juga mendorong agar pendampingan itu lebih kepada membekali diri para perempuan anak-anak untuk mengubah pola pikir mereka sehingga tidak kembali pada prostitusi.  "Mereka yang tadinya melakukan hal-hal yang tidak terpuji agar kembali berkonsentrasi ke sekolah karena anak tetap harus sekolah dan mahasisswa harus kembali kuliah seperti biasa," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:27 WIB
Elshinta.com - Satu dari dua tersangka kasus penyelundupan batu antimoni ilegal bernama Sa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memburu bandar narkotika jenis sabu-sabu...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti memint...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat menangkap tiga provokator biang keri...
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Warga Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com -Seorang remaja di Kabupaten Kediri memiliki ‘hobi’ meremas payudara g...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau menyita ribuan produk ilegal berupa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sukabumi, ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 41 orang warga Kecamatan Empanang menyerahkan diri ke Polres Kapua...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus pr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)