Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

200 Brimob didatangkan untuk atasi kelompok bersenjata di Papua

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MjbeQd
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MjbeQd

Elshinta.com - Sebanyak 200 personel Brimob didatangkan ke Timika guna mengatasi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang akhir-akhir ini kerap melakukan teror penembakan di beberapa wilayah di Papua.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto di Timika, Minggu (12/8) mengatakan, pada Jumat lalu, sebanyak 200 personel Brimob dari Ambon dan Kelapa Dua Depok telah tiba di Timika. Pasukan Brimob tersebut selanjutnya akan dikirim ke beberapa daerah seperti Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya, termasuk di Tembagapura Mimika untuk mengatasi gangguan kamtibmas oleh KKSB. "Ada satu kompi dari Satuan Brimob Polda Maluku dan satu kompi lagi dari Resimen Pelopor Brimob Polri," jelas AKBP Agung.

Ia mengatakan, untuk sementara pasukan Brimob luar Papua itu disiagakan di Timika. Mereka akan dikirim ke beberapa daerah rawan gangguan kamtibmas sesuai kebutuhan di wilayah tersebut. Khusus di wilayah Nduga, hingga kini masih terdapat satu kompi yang tergabung dalam Satgasus Papua untuk mengamankan wilayah itu dari gangguan KKSB. "Sampai sekarang masih ada satu kompi disiagakan di Nduga. Pasukan yang datang ini untuk penebalan dan mengisi kekosongan di beberapa tempat yang terdapat potensi ancaman gangguan kamtibmas oleh KKSB," ujar AKBP Agung.

Dikutip Antara, ancaman gangguan kamtibmas di beberapa wilayah di Papua cukup meningkat akhir-akhir ini, termasuk menjelang peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, seperti penyerangan terhadap dua anggota dan mobil patroli Polres Puncak Jaya di Mulia. Selain itu, baru-baru ini tim survei `Papua Terang` yang didampingi aparat TNI juga diserang oleh sekelompok warga saat melakukan kegiatan survei di Kabupaten Paniai.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM Kamal mengakui tiga daerah yaitu Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya menjadi perhatian serius Polda Papua menjelang perayaan HUT RI tahun ini. "Daerah lain di Papua cukup kondusif sebagaimana laporan dari para kapolres. Namun, yang menjadi perhatian adalah daerah-daerah pegunungan karena masih terjadi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata," kata Kombes Kamal baru-baru ini.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Sebanyak 200 personel Brimob didatangkan ke Timika guna mengatasi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang akhir-akhir ini kerap melakukan teror penembakan di beberapa wilayah di Papua.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto di Timika, Minggu (12/8) mengatakan, pada Jumat lalu, sebanyak 200 personel Brimob dari Ambon dan Kelapa Dua Depok telah tiba di Timika. Pasukan Brimob tersebut selanjutnya akan dikirim ke beberapa daerah seperti Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya, termasuk di Tembagapura Mimika untuk mengatasi gangguan kamtibmas oleh KKSB. "Ada satu kompi dari Satuan Brimob Polda Maluku dan satu kompi lagi dari Resimen Pelopor Brimob Polri," jelas AKBP Agung.

Ia mengatakan, untuk sementara pasukan Brimob luar Papua itu disiagakan di Timika. Mereka akan dikirim ke beberapa daerah rawan gangguan kamtibmas sesuai kebutuhan di wilayah tersebut. Khusus di wilayah Nduga, hingga kini masih terdapat satu kompi yang tergabung dalam Satgasus Papua untuk mengamankan wilayah itu dari gangguan KKSB. "Sampai sekarang masih ada satu kompi disiagakan di Nduga. Pasukan yang datang ini untuk penebalan dan mengisi kekosongan di beberapa tempat yang terdapat potensi ancaman gangguan kamtibmas oleh KKSB," ujar AKBP Agung.

Dikutip Antara, ancaman gangguan kamtibmas di beberapa wilayah di Papua cukup meningkat akhir-akhir ini, termasuk menjelang peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, seperti penyerangan terhadap dua anggota dan mobil patroli Polres Puncak Jaya di Mulia. Selain itu, baru-baru ini tim survei `Papua Terang` yang didampingi aparat TNI juga diserang oleh sekelompok warga saat melakukan kegiatan survei di Kabupaten Paniai.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM Kamal mengakui tiga daerah yaitu Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya menjadi perhatian serius Polda Papua menjelang perayaan HUT RI tahun ini. "Daerah lain di Papua cukup kondusif sebagaimana laporan dari para kapolres. Namun, yang menjadi perhatian adalah daerah-daerah pegunungan karena masih terjadi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata," kata Kombes Kamal baru-baru ini.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com