Selasa, 11 Desember 2018 | 08:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Menilai capres-cawapres, Politisi PDIP: Menyerang fisik tidak etis

Minggu, 12 Agustus 2018 - 18:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Bakal calon wakil presiden Indonesia pasangan Joko Widodo, KH Ma`ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2MlviBD
Bakal calon wakil presiden Indonesia pasangan Joko Widodo, KH Ma`ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2MlviBD

Elshinta.com - Politisi PDI Perjuangan Charles Honoris mengingatkan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet untuk mengkritisi gagasan dan bukan menyerang fisik dalam menilai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. 

"Pernyataan Ratna Sarumpaet yang menyebut KH Ma'ruf Amin, sudah terlalu tua dan sakit, adalah menyerang fisik dan sangat tidak etis," kata Charles Honoris di Jakarta, Minggu (12/8), dikutip Antara.

Menurut Charles, kompetisi pemilihan presiden tahun 2019 belum dimulai, tapi Ratna Sarumpaet dinilai sudah menyerang fisik KH Ma'ruf Amin. "Dalam kompetisi pemilu presiden, seharusnya berdebat soal gagasan dan bukan malah menyerang fisik," katanya.

Charles menjelaskan, soal usia Ma'ruf Amin saat ini 75 tahun sudah sesuai aturan dan tidak ada aturan undang-undang yang dilanggar. Faktor usia juga tidak selalu bekaitan dengan produktivitas, kinerja dan kepemimpinan seseorang. Dia mencontohkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat ini berusia 76 tahun yang notabene lebih tua, masih sangat mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden.

"Kepemimpinan Pak Ma’ruf Amin di MUI dan PBNU selama ini berjalan baik. Sebaliknya, banyak juga politisi muda yang tidak produktif, dan bahkan terjerat kasus hukum karena narkoba atau korupsi. Jadi usia tidak selalu mencerminkan kinerja," ujar Charles.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - Politisi PDI Perjuangan Charles Honoris mengingatkan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet untuk mengkritisi gagasan dan bukan menyerang fisik dalam menilai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. 

"Pernyataan Ratna Sarumpaet yang menyebut KH Ma'ruf Amin, sudah terlalu tua dan sakit, adalah menyerang fisik dan sangat tidak etis," kata Charles Honoris di Jakarta, Minggu (12/8), dikutip Antara.

Menurut Charles, kompetisi pemilihan presiden tahun 2019 belum dimulai, tapi Ratna Sarumpaet dinilai sudah menyerang fisik KH Ma'ruf Amin. "Dalam kompetisi pemilu presiden, seharusnya berdebat soal gagasan dan bukan malah menyerang fisik," katanya.

Charles menjelaskan, soal usia Ma'ruf Amin saat ini 75 tahun sudah sesuai aturan dan tidak ada aturan undang-undang yang dilanggar. Faktor usia juga tidak selalu bekaitan dengan produktivitas, kinerja dan kepemimpinan seseorang. Dia mencontohkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat ini berusia 76 tahun yang notabene lebih tua, masih sangat mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden.

"Kepemimpinan Pak Ma’ruf Amin di MUI dan PBNU selama ini berjalan baik. Sebaliknya, banyak juga politisi muda yang tidak produktif, dan bahkan terjerat kasus hukum karena narkoba atau korupsi. Jadi usia tidak selalu mencerminkan kinerja," ujar Charles.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com