Mikro-organisme ditebar di Kali Sentiong
Minggu, 12 Agustus 2018 - 18:38 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2w2mGWr

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan teknologi bioremediasi antara lain dengan melakukan penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Minggu (12/8) menyatakan, penggunaan mikro-organisme dalam bioremediasi bertujuan untuk mengurangi polutan dalam air yang akan bekerja perlahan mematikan bau tidak sedap Kali Sentiong.

Mikro-organisme yang disebar tersebut memiliki tiga bentuk yakni padat, serbuk dan cair yang penebarannya dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, yang telah dilakukan pada Rabu (8/8) malam hingga Kamis (9/8) dini hari.

Penebaran pertama adalah mikroorganisme bentuk padat atau bioblock dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-600 buah di hulu Kali Sentiong yang jaraknya sekitar 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran. Penebaran jenis ini karena bakteri tersebut lama terurai sehingga masa tinggalnya dapat lebih lama hingga tiga bulan, meskipun memerlukan adaptasi untuk bereaksi cukup lama hingga delapan jam.

Sementara penebaran kedua dalam bentuk serbuk sebanyak puluhan karung dilokasi yang berjarak sekitar 1-1,5 km dari Wisma Atlet. Kelebihannya adalah bakteri lebih cepat bereaksi dibandingkan bentuk empat jam setelah penerapan.

Penebaran terakhir dilokasi dekat jaring, sekitar 300 meter dari Wisma Atlet. "Kami menebarkan dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter. Mikro-organisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong," paparnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:18 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian alam dan satwa liar, Pusat Latiha...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan populasi...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 satwa dilindungi jenis unggas dan primata yang berhasil diselam...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sepanjang pesisir pantai di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dita...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri bersama masyarakat Mambr...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan dan Direktur Keuangan dan SD...
Kamis, 21 Maret 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 hektare hutan bakau di Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Te...
Kamis, 21 Maret 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menga...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com -Akibat ditutupnya area sampah di TPA Burangkeng Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Bara...
Jumat, 15 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengizinkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)