Sabtu, 20 Oktober 2018 | 05:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

Mikro-organisme ditebar di Kali Sentiong

Minggu, 12 Agustus 2018 - 18:38 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2w2mGWr
Penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2w2mGWr

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan teknologi bioremediasi antara lain dengan melakukan penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Minggu (12/8) menyatakan, penggunaan mikro-organisme dalam bioremediasi bertujuan untuk mengurangi polutan dalam air yang akan bekerja perlahan mematikan bau tidak sedap Kali Sentiong.

Mikro-organisme yang disebar tersebut memiliki tiga bentuk yakni padat, serbuk dan cair yang penebarannya dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, yang telah dilakukan pada Rabu (8/8) malam hingga Kamis (9/8) dini hari.

Penebaran pertama adalah mikroorganisme bentuk padat atau bioblock dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-600 buah di hulu Kali Sentiong yang jaraknya sekitar 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran. Penebaran jenis ini karena bakteri tersebut lama terurai sehingga masa tinggalnya dapat lebih lama hingga tiga bulan, meskipun memerlukan adaptasi untuk bereaksi cukup lama hingga delapan jam.

Sementara penebaran kedua dalam bentuk serbuk sebanyak puluhan karung dilokasi yang berjarak sekitar 1-1,5 km dari Wisma Atlet. Kelebihannya adalah bakteri lebih cepat bereaksi dibandingkan bentuk empat jam setelah penerapan.

Penebaran terakhir dilokasi dekat jaring, sekitar 300 meter dari Wisma Atlet. "Kami menebarkan dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter. Mikro-organisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong," paparnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan teknologi bioremediasi antara lain dengan melakukan penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, Minggu (12/8) menyatakan, penggunaan mikro-organisme dalam bioremediasi bertujuan untuk mengurangi polutan dalam air yang akan bekerja perlahan mematikan bau tidak sedap Kali Sentiong.

Mikro-organisme yang disebar tersebut memiliki tiga bentuk yakni padat, serbuk dan cair yang penebarannya dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, yang telah dilakukan pada Rabu (8/8) malam hingga Kamis (9/8) dini hari.

Penebaran pertama adalah mikroorganisme bentuk padat atau bioblock dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-600 buah di hulu Kali Sentiong yang jaraknya sekitar 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran. Penebaran jenis ini karena bakteri tersebut lama terurai sehingga masa tinggalnya dapat lebih lama hingga tiga bulan, meskipun memerlukan adaptasi untuk bereaksi cukup lama hingga delapan jam.

Sementara penebaran kedua dalam bentuk serbuk sebanyak puluhan karung dilokasi yang berjarak sekitar 1-1,5 km dari Wisma Atlet. Kelebihannya adalah bakteri lebih cepat bereaksi dibandingkan bentuk empat jam setelah penerapan.

Penebaran terakhir dilokasi dekat jaring, sekitar 300 meter dari Wisma Atlet. "Kami menebarkan dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter. Mikro-organisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong," paparnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com