Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Ini manfaat baik jangkrik untuk usus

Minggu, 12 Agustus 2018 - 19:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KOjOSj
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KOjOSj

Elshinta.com - Sebuah tes klinis dari University of Winconsin, Madison menemukan bahwa jangkrik bagus untuk kesehatan usus dan mengurangi peradangan di tubuh.

"Saat ini banyak ketertarikan soal serangga yang bisa dimakan, di Eropa dan Amerika Serikat, karena ini sumber protein ramah lingkungan ketimbang ternak tradisional," kata doktor dari University of Wisconsin Madison Nelson Institute for Environmental Studies, Valerie Stull.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, Stull dan tim melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 18-48 tahun. Mereka meneliti efek bubuk jangkrik pada partisipan ini selama enam minggu.

Untuk dua minggu pertama, 10 partisipan mengonsumsi 25 gram bubuk jangkrik yang dibubuhkan dalam muffin dan minuman saat mereka sarapan. Dua minggu berikutnya mereka makan secara normal. Lalu, pada dua minggu terakhir, partisipan bertukar posisi, yang sudah mengonsumsi bubuk jangkrik saat sarapan dan yang belum.

Selama masa ujicoba, peneliti mengumpulkan sampel darah dan feses partisipan, untuk menjawab kuesioner seputar sistem pencernaan. Hasil studi menemukan, sekalipun partisipan melaporkan tak ada perubahan siginifikan dalam sistem pencernaan mereka.

Namun ada peningkatan enzim metabolik yang berhubungan dengan kesehatan usus, yakni dengan melimpahnya Bifidobacterium animalis, bakteri yang baik untuk usus. Selain itu, terjadi penurunan TNF-alpha, protein dalam darah yang berhubungan dengan depresi dan kanker.

Walau studi menunjukan manfaat konsumsi jangkrik sebagai sumber protein, namun peneliti masih perlu melakukan studi dalam skala lebih besar untuk mengetahui komponen apa dalam jangkrik yang berkontribusi pada kesehatan usus, demikian seperti dilansir Antara dari Fox News.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Sebuah tes klinis dari University of Winconsin, Madison menemukan bahwa jangkrik bagus untuk kesehatan usus dan mengurangi peradangan di tubuh.

"Saat ini banyak ketertarikan soal serangga yang bisa dimakan, di Eropa dan Amerika Serikat, karena ini sumber protein ramah lingkungan ketimbang ternak tradisional," kata doktor dari University of Wisconsin Madison Nelson Institute for Environmental Studies, Valerie Stull.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, Stull dan tim melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 18-48 tahun. Mereka meneliti efek bubuk jangkrik pada partisipan ini selama enam minggu.

Untuk dua minggu pertama, 10 partisipan mengonsumsi 25 gram bubuk jangkrik yang dibubuhkan dalam muffin dan minuman saat mereka sarapan. Dua minggu berikutnya mereka makan secara normal. Lalu, pada dua minggu terakhir, partisipan bertukar posisi, yang sudah mengonsumsi bubuk jangkrik saat sarapan dan yang belum.

Selama masa ujicoba, peneliti mengumpulkan sampel darah dan feses partisipan, untuk menjawab kuesioner seputar sistem pencernaan. Hasil studi menemukan, sekalipun partisipan melaporkan tak ada perubahan siginifikan dalam sistem pencernaan mereka.

Namun ada peningkatan enzim metabolik yang berhubungan dengan kesehatan usus, yakni dengan melimpahnya Bifidobacterium animalis, bakteri yang baik untuk usus. Selain itu, terjadi penurunan TNF-alpha, protein dalam darah yang berhubungan dengan depresi dan kanker.

Walau studi menunjukan manfaat konsumsi jangkrik sebagai sumber protein, namun peneliti masih perlu melakukan studi dalam skala lebih besar untuk mengetahui komponen apa dalam jangkrik yang berkontribusi pada kesehatan usus, demikian seperti dilansir Antara dari Fox News.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com