Kamis, 13 Desember 2018 | 16:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BNPB minta masyarakat abaikan hoax prakiraan gempa, jangan ikut-ikutan menyebarkan

Senin, 13 Agustus 2018 - 07:10 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Tim SAR berusaha mengeluarkan jasad korban yang tertimpa reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoBkE
Tim SAR berusaha mengeluarkan jasad korban yang tertimpa reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoBkE

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mengabaikan hoax atau berita bohong mengenai prakiraan gempa susulan dengan kekuatan yang besar, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Informasi menyesatkan yang beredar di sosial media mengenai gempa susulan besar tersebut seperti yang dikabarkan bakal terjadi Minggu (12/8) malam, dengan kekuatan Magnitudo 7,5. 

"Di Lombok masih banyak beredar hoax atau informasi menyesatkan di sosial media. Isinya bahwa nanti malam (Minggu) pukul 22.30 WITA hingga 23.59 WITA diprakirakan kekuatan gempa susulan 7,5 SR dan diharapkan tidak berada di dalam rumah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Minggu malam.

Ada juga hoax yang disebarkan di sosial media dengan mencantumkan foto dan nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB yang berisi bahwa adanya ramalan orang Belanda yang memperingatkan akan ada gempa besar. 

"Itu semua hoax. Tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti: dimana, kapan, berapa besar gempanya," tegas Sutopo. 

"Untuk itu jika masyarakat menerima informasi hal itu dalam bentuk apapun akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, magnitude, lokasi. Itu tidak benar. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," tandasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:45 WIB

Perpustakaan Nasional punya perayaan khusus untuk Hari Ibu

Musibah | 13 Desember 2018 - 16:25 WIB

6 bulan hilang, warga Kudus ditemukan tinggal kerangka

Manajemen | 13 Desember 2018 - 16:15 WIB

Jangan langgar tiga etika bisnis ini di bisnis online

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:07 WIB

Menteri PUPR: Rp15 miliar bangun jembatan roboh

Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mengabaikan hoax atau berita bohong mengenai prakiraan gempa susulan dengan kekuatan yang besar, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Informasi menyesatkan yang beredar di sosial media mengenai gempa susulan besar tersebut seperti yang dikabarkan bakal terjadi Minggu (12/8) malam, dengan kekuatan Magnitudo 7,5. 

"Di Lombok masih banyak beredar hoax atau informasi menyesatkan di sosial media. Isinya bahwa nanti malam (Minggu) pukul 22.30 WITA hingga 23.59 WITA diprakirakan kekuatan gempa susulan 7,5 SR dan diharapkan tidak berada di dalam rumah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Minggu malam.

Ada juga hoax yang disebarkan di sosial media dengan mencantumkan foto dan nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB yang berisi bahwa adanya ramalan orang Belanda yang memperingatkan akan ada gempa besar. 

"Itu semua hoax. Tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti: dimana, kapan, berapa besar gempanya," tegas Sutopo. 

"Untuk itu jika masyarakat menerima informasi hal itu dalam bentuk apapun akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, magnitude, lokasi. Itu tidak benar. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," tandasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com