Sabtu, 20 Oktober 2018 | 05:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Evakuasi korban kecelakaan pesawat Dimonim ke Jayapura terhambat cuaca

Senin, 13 Agustus 2018 - 09:55 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Petugas TNI dan Polri berada di dekat pesawat milik Dimonim Air jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk. Pegunungan Bintang, Oksibil, Papua, Minggu (12/8). Sumber foto: https://bit.ly/2P40Ydb
Petugas TNI dan Polri berada di dekat pesawat milik Dimonim Air jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk. Pegunungan Bintang, Oksibil, Papua, Minggu (12/8). Sumber foto: https://bit.ly/2P40Ydb

Elshinta.com - Proses evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Jayapura terhambat cuaca.

Daerah Oksibil masih berkabut sehingga aparat kepolisian belum bisa memastikan kapan jenazah-jenazah korban bisa diterbangkan ke Jayapura. "Belum dapat dipastikan jam berapa dievakuasi karena cuaca belum mendukung," kata Kepala Polres Pegunungan Bintang AKBP Michael kepada Antara, Senin (13/8).

Menurut rencana, setelah sampai di Jayapura kedelapan jenazah korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi. Penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah dilakukan pencocokan identitas di Rumah Sakit Bhayangkara, kata AKBP Michael.

Kepala Perwakilan Dimonim Jayapura Nugraheni secara terpisah juga mengatakan bahwa perusahaan sudah siap mengevakuasi jenazah korban kecelakaan, namun cuaca di Oksibil buruk sehingga pesawat terpaksa ke Tanah Merah. "Kami masih menunggu cuaca dan bila cuaca membaik evakuasi akan segera dilakukan," kata Nugraheni, dikutip Antara.

Pesawat Pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Menuk setelah dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8) dalam penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil. Akibat kecelakaan itu pilot dan kopilot pesawat serta enam penumpangnya tewas. Satu-satunya penumpang pesawat yang selamat, Jumaidi (12), saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

Elshinta.com - Proses evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Jayapura terhambat cuaca.

Daerah Oksibil masih berkabut sehingga aparat kepolisian belum bisa memastikan kapan jenazah-jenazah korban bisa diterbangkan ke Jayapura. "Belum dapat dipastikan jam berapa dievakuasi karena cuaca belum mendukung," kata Kepala Polres Pegunungan Bintang AKBP Michael kepada Antara, Senin (13/8).

Menurut rencana, setelah sampai di Jayapura kedelapan jenazah korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi. Penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah dilakukan pencocokan identitas di Rumah Sakit Bhayangkara, kata AKBP Michael.

Kepala Perwakilan Dimonim Jayapura Nugraheni secara terpisah juga mengatakan bahwa perusahaan sudah siap mengevakuasi jenazah korban kecelakaan, namun cuaca di Oksibil buruk sehingga pesawat terpaksa ke Tanah Merah. "Kami masih menunggu cuaca dan bila cuaca membaik evakuasi akan segera dilakukan," kata Nugraheni, dikutip Antara.

Pesawat Pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Menuk setelah dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8) dalam penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil. Akibat kecelakaan itu pilot dan kopilot pesawat serta enam penumpangnya tewas. Satu-satunya penumpang pesawat yang selamat, Jumaidi (12), saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Jumat, 19 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Polisi tembak pembobol toko di Tangerang Selatan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com