Evakuasi korban kecelakaan pesawat Dimonim ke Jayapura terhambat cuaca
Senin, 13 Agustus 2018 - 09:55 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Petugas TNI dan Polri berada di dekat pesawat milik Dimonim Air jenis phylatus dengan kode penerbangan PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk. Pegunungan Bintang, Oksibil, Papua, Minggu (12/8). Sumber foto: https://bit.ly/2P40Ydb

Elshinta.com - Proses evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Jayapura terhambat cuaca.

Daerah Oksibil masih berkabut sehingga aparat kepolisian belum bisa memastikan kapan jenazah-jenazah korban bisa diterbangkan ke Jayapura. "Belum dapat dipastikan jam berapa dievakuasi karena cuaca belum mendukung," kata Kepala Polres Pegunungan Bintang AKBP Michael kepada Antara, Senin (13/8).

Menurut rencana, setelah sampai di Jayapura kedelapan jenazah korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi. Penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah dilakukan pencocokan identitas di Rumah Sakit Bhayangkara, kata AKBP Michael.

Kepala Perwakilan Dimonim Jayapura Nugraheni secara terpisah juga mengatakan bahwa perusahaan sudah siap mengevakuasi jenazah korban kecelakaan, namun cuaca di Oksibil buruk sehingga pesawat terpaksa ke Tanah Merah. "Kami masih menunggu cuaca dan bila cuaca membaik evakuasi akan segera dilakukan," kata Nugraheni, dikutip Antara.

Pesawat Pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Menuk setelah dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8) dalam penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil. Akibat kecelakaan itu pilot dan kopilot pesawat serta enam penumpangnya tewas. Satu-satunya penumpang pesawat yang selamat, Jumaidi (12), saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Bus Cahaya Bakti Utama Nomor Polisi Z 7594 AA menghantam bagian belakang truk ta...
Senin, 18 Maret 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Sebuah mini bus, dengan nopol N 1135 BO tertabrak kereta penataran, di perl...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Helikopter bertipe BO-105M, jatuh di daerah Bukit Situhiang Cinipah Cigalon...
Jumat, 15 Maret 2019 - 21:58 WIB
Elshinta.com - Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, Jawa Tengah, mencatat 110 korban meninggal...
Selasa, 12 Maret 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Pascakecelakaan KRL di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/3), ...
Senin, 11 Maret 2019 - 21:07 WIB
Elshinta.com - Pengamat penerbangan, Arista Atmadjati menyoroti adanya kesamaan dugaan pen...
Senin, 11 Maret 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mendownload serta memp...
Senin, 11 Maret 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - 11 orang korban mengalami luka-luka dalam sebuah kecelakaan elf dengan nomo...
Senin, 11 Maret 2019 - 12:21 WIB
Elshinta.com - Komisioner Ombudsman bidang Transportasi, Alvin Lie menilai, ada beberapa k...
Senin, 11 Maret 2019 - 12:04 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan agar evaluasi menyeluruh dilakukan PT KAI t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)