Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

SDGs / Agenda

Pelatihan multinasional untuk permasalahan kesehatan multisektor di era SDG's

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 11:05 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
GHD 2.0: Pelatihan Multinasional untuk Permasalahan Kesehatan Multisektor di Era Sustainable Development Goals
GHD 2.0: Pelatihan Multinasional untuk Permasalahan Kesehatan Multisektor di Era Sustainable Development Goals

Elshinta.com - Global Health Diplomacy (GHD) 2.0 yang diadakan di Hotel Bidakara, Bandung pada tanggal 25-29 Agustus 2018, mengusung tema besar "memperkuat sistem kesehatan di era SDG's". SDG's atau Sustainable Development Goals merupakan agenda pembangunan yang telah ditetapkan oleh PBB untuk kemaslahatan manusia di seluruh penjuru dunia. Terkait dengan pemenuhan SDG's, sistem kesehatan sebagai pondasi kualitas sumber daya manusia menjadi penting dalam usaha tercapainya agenda pembangunan secara umum.

Dalam usaha penguatan sistem kesehatan di era SDG's, pelatihan diplomasi kesehatan bertajuk GHD 2.0 ini mengumpulkan profesional kesehatan muda dari berbagai institusi dari negara berbeda, seperti Universitas Andalas, Chulalangkorn University, Flinders University, University of Stirling, International University of Japan, Kasetsart University, dll untuk dididik melakukan diplomasi kesehatan. 

Pelaksanaan GHD kali ini juga memberikan pendidikan praktis untuk mengasah keterampilan para peserta. Setiap peserta dituntut untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diantaranya praktik diplomasi dan negosiasi, komunikasi dan lobi politik, serta simulasi sidang resmi internasional atau multi-stage negotiation simulation (MSNS). Pengaplikasian MSNS dalam pelatihan GHD ini bertujuan untuk memberi gambaran simulasi diplomatik yang realistis dan nyata kepada para peserta. Mereka dituntut untuk mampu menjadi Diplomat Kesehatan Indonesia masa depan yang berintegritas tinggi bagi bangsa dan negara.

"Tak hanya melalui MSNS, para peserta juga dibekali dengan pelatihan mengenai strategi berdiplomasi dan juga pelatihan table manner yang sangat penting bagi para calon diplomat kesehatan global" jelas Profesor Wiku Adisasmito, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.

GHD 2.0 diikuti oleh 40an peserta yang terdiri dari berbagai Profesi terkait kesehatan, termasuk perawat, peneliti, dosen, praktisi NGO, PNS, pegawai swasta, dokter, maupun mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai latar belakang keilmuan seperti kedokteran, kesehatan masyarakat, kebijakan sosial dan kriminologi, hubungan internasional, kedokteran hewan, dll.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 16:58 WIB

Kecurangan SPBU, Kemendag: Pengawasan daerah masih minim

Elshinta.com - Global Health Diplomacy (GHD) 2.0 yang diadakan di Hotel Bidakara, Bandung pada tanggal 25-29 Agustus 2018, mengusung tema besar "memperkuat sistem kesehatan di era SDG's". SDG's atau Sustainable Development Goals merupakan agenda pembangunan yang telah ditetapkan oleh PBB untuk kemaslahatan manusia di seluruh penjuru dunia. Terkait dengan pemenuhan SDG's, sistem kesehatan sebagai pondasi kualitas sumber daya manusia menjadi penting dalam usaha tercapainya agenda pembangunan secara umum.

Dalam usaha penguatan sistem kesehatan di era SDG's, pelatihan diplomasi kesehatan bertajuk GHD 2.0 ini mengumpulkan profesional kesehatan muda dari berbagai institusi dari negara berbeda, seperti Universitas Andalas, Chulalangkorn University, Flinders University, University of Stirling, International University of Japan, Kasetsart University, dll untuk dididik melakukan diplomasi kesehatan. 

Pelaksanaan GHD kali ini juga memberikan pendidikan praktis untuk mengasah keterampilan para peserta. Setiap peserta dituntut untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diantaranya praktik diplomasi dan negosiasi, komunikasi dan lobi politik, serta simulasi sidang resmi internasional atau multi-stage negotiation simulation (MSNS). Pengaplikasian MSNS dalam pelatihan GHD ini bertujuan untuk memberi gambaran simulasi diplomatik yang realistis dan nyata kepada para peserta. Mereka dituntut untuk mampu menjadi Diplomat Kesehatan Indonesia masa depan yang berintegritas tinggi bagi bangsa dan negara.

"Tak hanya melalui MSNS, para peserta juga dibekali dengan pelatihan mengenai strategi berdiplomasi dan juga pelatihan table manner yang sangat penting bagi para calon diplomat kesehatan global" jelas Profesor Wiku Adisasmito, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.

GHD 2.0 diikuti oleh 40an peserta yang terdiri dari berbagai Profesi terkait kesehatan, termasuk perawat, peneliti, dosen, praktisi NGO, PNS, pegawai swasta, dokter, maupun mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai latar belakang keilmuan seperti kedokteran, kesehatan masyarakat, kebijakan sosial dan kriminologi, hubungan internasional, kedokteran hewan, dll.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com