Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Korsel perketat uji emisi diesel

Senin, 27 Agustus 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2wpRiBm
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2wpRiBm

Elshinta.com - Korea Selatan memperketat proses pengujian emisi kendaraan diesel pada bulan depan menyusul insiden kebakaran yang melibatkan lusinan mobil BMW, menurut pejabat industri pada Minggu (26/8).

Mulai 1 September, semua kendaraan diesel berjenis kompak dan menengah harus melewati Prosedur Uji Kendaraan Ringan Terharmonisasi (Worldwide Harmonized Light vehicles Test Procedures/WLTP), yang secara komprehensif memeriksa efisiensi bahan bakar dan emisi CO2.

Mobil diesel tidak boleh mengeluarkan lebih dari 0,080 g/km oksida nitrogen (NOx) di bawah pengujian laboratorium standar terbaru, yang diperkenalkan setelah Volkswagen terlibat skandal pemalsuan data emisi diesel pada 2015.

Seiring tenggat waktu penerapan uji emisi yang semakin dekat, para produsen mobil mengadopsi teknologi hemat bahan bakar untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi di bawah standar baru itu, kendati beberapa pabrikan justru menghentikan produksi kendaraan bermesin diesel.

Pejabat industri Korea Selatan mengatakan pengujian ini berpotensi mengurangi permintaan kendaraan diesel karena harganya yang naik imbas penambahan komponen, berupa resirkulasi gas buang (EGR), lean NOx trap (LNT) dan selective catalytic reduction (SCR), pada mobil-mobil bermesin diesel.

Lebih dari 40 kendaraan diesel BMW terbakar di Korea Selatan pada tahun ini karena masalah sistem emisi. Pada 14 Agustus, menteri transportasi mengeluarkan perintah untuk menangguhkan operasi semua kendaraan BMW yang belum melakukan inspeksi keselamatan, demikian dikutip Antara dari Yonhap.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:35 WIB

Ronaldo nirgol di Old Trafford, tapi Juventus raih tiga poin

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:24 WIB

Valencia hanya kantongi satu poin dari markas Young Boys

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:16 WIB

Muenchen menang di markas AEK berkat dua gol dalam tiga menit

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Elshinta.com - Korea Selatan memperketat proses pengujian emisi kendaraan diesel pada bulan depan menyusul insiden kebakaran yang melibatkan lusinan mobil BMW, menurut pejabat industri pada Minggu (26/8).

Mulai 1 September, semua kendaraan diesel berjenis kompak dan menengah harus melewati Prosedur Uji Kendaraan Ringan Terharmonisasi (Worldwide Harmonized Light vehicles Test Procedures/WLTP), yang secara komprehensif memeriksa efisiensi bahan bakar dan emisi CO2.

Mobil diesel tidak boleh mengeluarkan lebih dari 0,080 g/km oksida nitrogen (NOx) di bawah pengujian laboratorium standar terbaru, yang diperkenalkan setelah Volkswagen terlibat skandal pemalsuan data emisi diesel pada 2015.

Seiring tenggat waktu penerapan uji emisi yang semakin dekat, para produsen mobil mengadopsi teknologi hemat bahan bakar untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi di bawah standar baru itu, kendati beberapa pabrikan justru menghentikan produksi kendaraan bermesin diesel.

Pejabat industri Korea Selatan mengatakan pengujian ini berpotensi mengurangi permintaan kendaraan diesel karena harganya yang naik imbas penambahan komponen, berupa resirkulasi gas buang (EGR), lean NOx trap (LNT) dan selective catalytic reduction (SCR), pada mobil-mobil bermesin diesel.

Lebih dari 40 kendaraan diesel BMW terbakar di Korea Selatan pada tahun ini karena masalah sistem emisi. Pada 14 Agustus, menteri transportasi mengeluarkan perintah untuk menangguhkan operasi semua kendaraan BMW yang belum melakukan inspeksi keselamatan, demikian dikutip Antara dari Yonhap.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:45 WIB

China akan luncurkan Bulan buatan untuk terangi kota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:45 WIB

Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com