Senin, 17 Desember 2018 | 11:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Otomotif

Korsel perketat uji emisi diesel

Senin, 27 Agustus 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2wpRiBm
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2wpRiBm

Elshinta.com - Korea Selatan memperketat proses pengujian emisi kendaraan diesel pada bulan depan menyusul insiden kebakaran yang melibatkan lusinan mobil BMW, menurut pejabat industri pada Minggu (26/8).

Mulai 1 September, semua kendaraan diesel berjenis kompak dan menengah harus melewati Prosedur Uji Kendaraan Ringan Terharmonisasi (Worldwide Harmonized Light vehicles Test Procedures/WLTP), yang secara komprehensif memeriksa efisiensi bahan bakar dan emisi CO2.

Mobil diesel tidak boleh mengeluarkan lebih dari 0,080 g/km oksida nitrogen (NOx) di bawah pengujian laboratorium standar terbaru, yang diperkenalkan setelah Volkswagen terlibat skandal pemalsuan data emisi diesel pada 2015.

Seiring tenggat waktu penerapan uji emisi yang semakin dekat, para produsen mobil mengadopsi teknologi hemat bahan bakar untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi di bawah standar baru itu, kendati beberapa pabrikan justru menghentikan produksi kendaraan bermesin diesel.

Pejabat industri Korea Selatan mengatakan pengujian ini berpotensi mengurangi permintaan kendaraan diesel karena harganya yang naik imbas penambahan komponen, berupa resirkulasi gas buang (EGR), lean NOx trap (LNT) dan selective catalytic reduction (SCR), pada mobil-mobil bermesin diesel.

Lebih dari 40 kendaraan diesel BMW terbakar di Korea Selatan pada tahun ini karena masalah sistem emisi. Pada 14 Agustus, menteri transportasi mengeluarkan perintah untuk menangguhkan operasi semua kendaraan BMW yang belum melakukan inspeksi keselamatan, demikian dikutip Antara dari Yonhap.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 17 Desember 2018 - 10:33 WIB

Penanganan korupsi proyek pipa di Palopo mandek

Startup | 17 Desember 2018 - 10:15 WIB

Jumlah investor Bareksa tembus 300 ribu

Elshinta.com - Korea Selatan memperketat proses pengujian emisi kendaraan diesel pada bulan depan menyusul insiden kebakaran yang melibatkan lusinan mobil BMW, menurut pejabat industri pada Minggu (26/8).

Mulai 1 September, semua kendaraan diesel berjenis kompak dan menengah harus melewati Prosedur Uji Kendaraan Ringan Terharmonisasi (Worldwide Harmonized Light vehicles Test Procedures/WLTP), yang secara komprehensif memeriksa efisiensi bahan bakar dan emisi CO2.

Mobil diesel tidak boleh mengeluarkan lebih dari 0,080 g/km oksida nitrogen (NOx) di bawah pengujian laboratorium standar terbaru, yang diperkenalkan setelah Volkswagen terlibat skandal pemalsuan data emisi diesel pada 2015.

Seiring tenggat waktu penerapan uji emisi yang semakin dekat, para produsen mobil mengadopsi teknologi hemat bahan bakar untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi di bawah standar baru itu, kendati beberapa pabrikan justru menghentikan produksi kendaraan bermesin diesel.

Pejabat industri Korea Selatan mengatakan pengujian ini berpotensi mengurangi permintaan kendaraan diesel karena harganya yang naik imbas penambahan komponen, berupa resirkulasi gas buang (EGR), lean NOx trap (LNT) dan selective catalytic reduction (SCR), pada mobil-mobil bermesin diesel.

Lebih dari 40 kendaraan diesel BMW terbakar di Korea Selatan pada tahun ini karena masalah sistem emisi. Pada 14 Agustus, menteri transportasi mengeluarkan perintah untuk menangguhkan operasi semua kendaraan BMW yang belum melakukan inspeksi keselamatan, demikian dikutip Antara dari Yonhap.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com