Jumat, 16 November 2018 | 19:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 / Inspirasi

Ria Sarwono dan Carline Darjanto, dua sosok sahabat dibalik brand fesyen Cotton Ink

Senin, 27 Agustus 2018 - 11:19 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Carline Darjanto (kiri) dan Ria Sarwono (kanan) pendiri Cotton Ink.  (Sumber foto: Reza/Elshinta.com
Carline Darjanto (kiri) dan Ria Sarwono (kanan) pendiri Cotton Ink. (Sumber foto: Reza/Elshinta.com

Elshinta.com - Bila berjalan-jalan di mall besar Jakarta, tentu mudah sekali menemukan brand fesyen asing seperti Zara tampil mengisi sudut-sudut pusat perbelanjaan. Konsumen memang menyukai produk-produk fesyen buatan luar negeri karena beberapa alasan seperti kualitas yang lebih bagus dan merek yang lebih bergengsi. Namun, sebenarnya brand fesyen tanah air juga sudah mulai bisa bersaing dengan brand luar negeri. 

Salah satunya adalah sebuah brand fesyen bernama Cotton Ink.  Kesuksesannya sebagai sebuah brand fesyen tanah air ternama bisa terlihat dari butik mereka yang sudah mengisi beberapa sudut pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Meskipun itu bukanlah satu-satunya indikator untuk menilai sebuah kesuksesan brand fesyen, namun bisa satu lantai dengan deretan butik asing di mall besar bukanlah perkara mudah. 

Adalah Ria Sarwono dan Carline Darjanto, dua perempuan cantik yang sudah bersahabat sejak SMP ini orang dibalik kesuksesan Cotton Ink.  Menurut Ria, Cottonink sejak didirikan 10 tahun lalu selalu mengusung style pakaian yang berusaha untuk tidak melebih-lebihkan sebuah gaya. Ia ingin agar pemakainya bisa nyaman dan bangga menjadi diri sendiri dengan pakaian yang dikenakan. 

Selain itu, dengan desain-desain Cotton Ink, pemakainya diharapkan bisa tampil keren tanpa harus menjadi orang lain. Visi tersebut, diterjemahkan oleh Carline sebagai Creative Director dengan desain-desain pakaian ready to wear  yang simpel dan casual.  Meskipun ada kesan sederhana, Cottonink juga memasukkan unsur-unsur yang sedang tren di kalangan pecinta fesyen. Namun, tren yang seringkali dibawa oleh brand luar tersebut tidak serta merta diadopsi secara menyeluruh oleh Cottonink. 

Menurutnya, sangat penting untuk memahami karakteristik wanita Indonesia yang postur tubuh dan bentuk wajahnya nya berbeda dengan wanita di luar negeri. “Jadi kita tuh pengen wanita Indonesia itu bisa on trand tapi Indonesia sekali.” ujar Ria Sarwono yang berperan sebagai Marketing Director saat ditemui oleh elshinta.com. 

Tidak instan

Cotton Ink produk

Apa yang diraih oleh dua sahabat ini bukanlah sesuatu yang instan. Carline sendiri pernah belajar dunia fesyen secara formal di Lasalalle College of Fashion.  Ia tak lantas mendirikan Cotton Ink, namun memulai karir di sebuah perusahaan garment manufacturer dan cukup banyak menimba pengalaman di sana. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya inilah yang  menjadi bekal penting Careline dalam membangun Cotton Ink bersama Ria. 

Careline mengajak Ria untuk mendirikan Cotton Ink. Modalnya hanya satu juta rupiah dan masih sebatas pada produk t-shirt. Pemasarannya pun hanya melalui internet karena mereka sama sekali belum memiliki butik atau toko sendiri. Namun, justru itulah yang menjadi salah satu keunggulan Cotton Ink di mana saat itu, belum banyak pemain industri fesyen yang melakukannya. 

Baca jugaTodo Shoes, teruskan bisnis sepatu dengan sentuhan millenial

Cotton Ink mendapapatkan momentum bagus untuk dikenal saat mereka mengenalkan kaus sablon bergambar Barack Obama yang saat itu sedang ngetop di tanah air karena merupakan presiden Amerika yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Kemudian menambah beberapa produk pakaian wanita seperti busana siap pakai, legging, aksesori dan syal. Produk inilah yang benar-benar mengangkat nama Cotton Ink. 

Its a great journey yah, kita mulai berdua dengan patner saya dari modal yang nggak terlalu besar.” ujar Ria Sarwono mengenang perjalannya bersama Careline selama sepuluh tahun terakhir di dunia fesyen tanah air. Perjalanan yang tidak mudah karena untuk bisa dipercaya menempatkan butiknya di salah satu pusat perbelanjaan saja butuh waktu 5 tahun di dalam waiting list

Raih sejumlah penghargaan

beberapa produk Ria Sarwono dan Carline Darjanto

Dalam perjalannya, Cotton Ink meraih sejumlah penghargaan seperti Most Innovative Brand pada Cleo Fashion Awards 2010, Most Favorite Brand di Brightspot Market, Best Local Brand oleh Free Magazine tahun 2010 dan 2012. Careline sendiri, pernah diganjar oleh Majalah Forbes Asia sebagai 30 tokoh muda di bawah usia 30 tahun. 

Meskipun pernah mendapat sejumlah penghargaan, namun itu tidak membuat Cotton Ink berpuas diri. Justru semakin terpacu untuk menjadi yang lebih baik lagi. Secara spesifik Ria mengungkapkan bahwa Cottonink ingin agar dalam 3 tahun ke depan bisa menjadi brand nomor satu di Indonesia.  “Kita masih berusaha untuk menjadi juara nasional dulu sih, di regional dulu lah, at least dalam tiga tahun ke depan PR kita itu menjadi number one fashion brand di Indonesia.” ujar Ria. 

Kesuksesan Ria dan Careline dalam dunia fesyen membuktikan bahwa bekal ilmu, pengalaman dan kesabaran mampu membuat sebuah bisnis dapat melaju cepat dan mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri. 
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual SDGs | 16 November 2018 - 19:35 WIB

Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs

Lingkungan | 16 November 2018 - 19:24 WIB

Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir

Megapolitan | 16 November 2018 - 19:13 WIB

YLKI: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun

Kecelakaan | 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 18:37 WIB

PT KAI siapkan 20 kereta tambahan untuk Natal dan Tahun Baru

Elshinta.com - Bila berjalan-jalan di mall besar Jakarta, tentu mudah sekali menemukan brand fesyen asing seperti Zara tampil mengisi sudut-sudut pusat perbelanjaan. Konsumen memang menyukai produk-produk fesyen buatan luar negeri karena beberapa alasan seperti kualitas yang lebih bagus dan merek yang lebih bergengsi. Namun, sebenarnya brand fesyen tanah air juga sudah mulai bisa bersaing dengan brand luar negeri. 

Salah satunya adalah sebuah brand fesyen bernama Cotton Ink.  Kesuksesannya sebagai sebuah brand fesyen tanah air ternama bisa terlihat dari butik mereka yang sudah mengisi beberapa sudut pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Meskipun itu bukanlah satu-satunya indikator untuk menilai sebuah kesuksesan brand fesyen, namun bisa satu lantai dengan deretan butik asing di mall besar bukanlah perkara mudah. 

Adalah Ria Sarwono dan Carline Darjanto, dua perempuan cantik yang sudah bersahabat sejak SMP ini orang dibalik kesuksesan Cotton Ink.  Menurut Ria, Cottonink sejak didirikan 10 tahun lalu selalu mengusung style pakaian yang berusaha untuk tidak melebih-lebihkan sebuah gaya. Ia ingin agar pemakainya bisa nyaman dan bangga menjadi diri sendiri dengan pakaian yang dikenakan. 

Selain itu, dengan desain-desain Cotton Ink, pemakainya diharapkan bisa tampil keren tanpa harus menjadi orang lain. Visi tersebut, diterjemahkan oleh Carline sebagai Creative Director dengan desain-desain pakaian ready to wear  yang simpel dan casual.  Meskipun ada kesan sederhana, Cottonink juga memasukkan unsur-unsur yang sedang tren di kalangan pecinta fesyen. Namun, tren yang seringkali dibawa oleh brand luar tersebut tidak serta merta diadopsi secara menyeluruh oleh Cottonink. 

Menurutnya, sangat penting untuk memahami karakteristik wanita Indonesia yang postur tubuh dan bentuk wajahnya nya berbeda dengan wanita di luar negeri. “Jadi kita tuh pengen wanita Indonesia itu bisa on trand tapi Indonesia sekali.” ujar Ria Sarwono yang berperan sebagai Marketing Director saat ditemui oleh elshinta.com. 

Tidak instan

Cotton Ink produk

Apa yang diraih oleh dua sahabat ini bukanlah sesuatu yang instan. Carline sendiri pernah belajar dunia fesyen secara formal di Lasalalle College of Fashion.  Ia tak lantas mendirikan Cotton Ink, namun memulai karir di sebuah perusahaan garment manufacturer dan cukup banyak menimba pengalaman di sana. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya inilah yang  menjadi bekal penting Careline dalam membangun Cotton Ink bersama Ria. 

Careline mengajak Ria untuk mendirikan Cotton Ink. Modalnya hanya satu juta rupiah dan masih sebatas pada produk t-shirt. Pemasarannya pun hanya melalui internet karena mereka sama sekali belum memiliki butik atau toko sendiri. Namun, justru itulah yang menjadi salah satu keunggulan Cotton Ink di mana saat itu, belum banyak pemain industri fesyen yang melakukannya. 

Baca jugaTodo Shoes, teruskan bisnis sepatu dengan sentuhan millenial

Cotton Ink mendapapatkan momentum bagus untuk dikenal saat mereka mengenalkan kaus sablon bergambar Barack Obama yang saat itu sedang ngetop di tanah air karena merupakan presiden Amerika yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Kemudian menambah beberapa produk pakaian wanita seperti busana siap pakai, legging, aksesori dan syal. Produk inilah yang benar-benar mengangkat nama Cotton Ink. 

Its a great journey yah, kita mulai berdua dengan patner saya dari modal yang nggak terlalu besar.” ujar Ria Sarwono mengenang perjalannya bersama Careline selama sepuluh tahun terakhir di dunia fesyen tanah air. Perjalanan yang tidak mudah karena untuk bisa dipercaya menempatkan butiknya di salah satu pusat perbelanjaan saja butuh waktu 5 tahun di dalam waiting list

Raih sejumlah penghargaan

beberapa produk Ria Sarwono dan Carline Darjanto

Dalam perjalannya, Cotton Ink meraih sejumlah penghargaan seperti Most Innovative Brand pada Cleo Fashion Awards 2010, Most Favorite Brand di Brightspot Market, Best Local Brand oleh Free Magazine tahun 2010 dan 2012. Careline sendiri, pernah diganjar oleh Majalah Forbes Asia sebagai 30 tokoh muda di bawah usia 30 tahun. 

Meskipun pernah mendapat sejumlah penghargaan, namun itu tidak membuat Cotton Ink berpuas diri. Justru semakin terpacu untuk menjadi yang lebih baik lagi. Secara spesifik Ria mengungkapkan bahwa Cottonink ingin agar dalam 3 tahun ke depan bisa menjadi brand nomor satu di Indonesia.  “Kita masih berusaha untuk menjadi juara nasional dulu sih, di regional dulu lah, at least dalam tiga tahun ke depan PR kita itu menjadi number one fashion brand di Indonesia.” ujar Ria. 

Kesuksesan Ria dan Careline dalam dunia fesyen membuktikan bahwa bekal ilmu, pengalaman dan kesabaran mampu membuat sebuah bisnis dapat melaju cepat dan mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri. 
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com