Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Telko

BMKG luncurkan tiga produk percepat peringatan dini bencana

Kamis, 30 Agustus 2018 - 19:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Sumber foto: https://bit.ly/2C05oQ3
Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Sumber foto: https://bit.ly/2C05oQ3

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan dini bencana bisa dilakukan lebih cepat dengan adanya produk inovasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) 4.0, Geohotspot 4.0 dan InfoBMKG 4.0.

"Tiga produk inovasi dari BMKG yang diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini merupakan hasil pengembangan anak bangsa," kata Dwikorita usai peluncuran tiga produk inovasi BMKG di Jakarta, Kamis (30/8), dikutip Antara.

Dwikorita mengatakan InaTEWS 4.0 merupakan teknologi untuk mendeteksi gempa bumi dan kemungkinan tsunami dengan tingkat kecepatan dan ketepatan yang lebih baik dengan sensor pemantauan mencapai 170 titik di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui setelah lima menit lebih dari kejadian. Dengan InaTEWS 4.0, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui dalam waktu tiga menit dan paling lama lima menit. "Bandingkan dengan gempa dan tsunami Aceh 2004. Karena keterbatasan sensor, pusat gempa dan tsunami baru diketahui lebih dari dua jam setelah kejadian," jelasnya.

Sedangkan Geohotspot 4.0 merupakan teknologi untuk melacak titik-titik panas yang kemungkinan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat pembaharuan data setiap 10 menit. "Teknologi sebelumnya, pembaharuan data memerlukan waktu 12 jam dan tidak bisa dilakukan malam hari karena gelap. Dengan memanfaatkan satelit Himawari, kini faktor cuaca bisa disaring sehingga titik-titik api bisa dilacak di malam hari," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap ketepatan prakiraan cuaca, BMKG juga mengembangkan InfoBMKG 4.0 yang bisa memprakirakan cuaca untuk wilayah yang lebih kecil.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:35 WIB

Ronaldo nirgol di Old Trafford, tapi Juventus raih tiga poin

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:24 WIB

Valencia hanya kantongi satu poin dari markas Young Boys

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 06:16 WIB

Muenchen menang di markas AEK berkat dua gol dalam tiga menit

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan dini bencana bisa dilakukan lebih cepat dengan adanya produk inovasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) 4.0, Geohotspot 4.0 dan InfoBMKG 4.0.

"Tiga produk inovasi dari BMKG yang diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini merupakan hasil pengembangan anak bangsa," kata Dwikorita usai peluncuran tiga produk inovasi BMKG di Jakarta, Kamis (30/8), dikutip Antara.

Dwikorita mengatakan InaTEWS 4.0 merupakan teknologi untuk mendeteksi gempa bumi dan kemungkinan tsunami dengan tingkat kecepatan dan ketepatan yang lebih baik dengan sensor pemantauan mencapai 170 titik di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui setelah lima menit lebih dari kejadian. Dengan InaTEWS 4.0, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui dalam waktu tiga menit dan paling lama lima menit. "Bandingkan dengan gempa dan tsunami Aceh 2004. Karena keterbatasan sensor, pusat gempa dan tsunami baru diketahui lebih dari dua jam setelah kejadian," jelasnya.

Sedangkan Geohotspot 4.0 merupakan teknologi untuk melacak titik-titik panas yang kemungkinan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat pembaharuan data setiap 10 menit. "Teknologi sebelumnya, pembaharuan data memerlukan waktu 12 jam dan tidak bisa dilakukan malam hari karena gelap. Dengan memanfaatkan satelit Himawari, kini faktor cuaca bisa disaring sehingga titik-titik api bisa dilacak di malam hari," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap ketepatan prakiraan cuaca, BMKG juga mengembangkan InfoBMKG 4.0 yang bisa memprakirakan cuaca untuk wilayah yang lebih kecil.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Pendiri Oculus akan tinggalkan Facebook

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:45 WIB

China akan luncurkan Bulan buatan untuk terangi kota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:45 WIB

Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com