BMKG luncurkan tiga produk percepat peringatan dini bencana
Kamis, 30 Agustus 2018 - 19:35 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Sumber foto: https://bit.ly/2C05oQ3

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan dini bencana bisa dilakukan lebih cepat dengan adanya produk inovasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) 4.0, Geohotspot 4.0 dan InfoBMKG 4.0.

"Tiga produk inovasi dari BMKG yang diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini merupakan hasil pengembangan anak bangsa," kata Dwikorita usai peluncuran tiga produk inovasi BMKG di Jakarta, Kamis (30/8), dikutip Antara.

Dwikorita mengatakan InaTEWS 4.0 merupakan teknologi untuk mendeteksi gempa bumi dan kemungkinan tsunami dengan tingkat kecepatan dan ketepatan yang lebih baik dengan sensor pemantauan mencapai 170 titik di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui setelah lima menit lebih dari kejadian. Dengan InaTEWS 4.0, gempa bumi dan kemungkinan tsunami bisa diketahui dalam waktu tiga menit dan paling lama lima menit. "Bandingkan dengan gempa dan tsunami Aceh 2004. Karena keterbatasan sensor, pusat gempa dan tsunami baru diketahui lebih dari dua jam setelah kejadian," jelasnya.

Sedangkan Geohotspot 4.0 merupakan teknologi untuk melacak titik-titik panas yang kemungkinan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat pembaharuan data setiap 10 menit. "Teknologi sebelumnya, pembaharuan data memerlukan waktu 12 jam dan tidak bisa dilakukan malam hari karena gelap. Dengan memanfaatkan satelit Himawari, kini faktor cuaca bisa disaring sehingga titik-titik api bisa dilacak di malam hari," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap ketepatan prakiraan cuaca, BMKG juga mengembangkan InfoBMKG 4.0 yang bisa memprakirakan cuaca untuk wilayah yang lebih kecil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 14 April 2019 - 19:37 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung program Desa Digital Pemerintah...
Rabu, 10 April 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komuni...
Kamis, 28 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan perkembangan teknologi komu...
Kamis, 22 November 2018 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Teknologi 5G saat ini menjadi tren yang terus diupayakan dapat dijalankan o...
Kamis, 15 November 2018 - 07:25 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia meng...
Minggu, 21 Oktober 2018 - 13:14 WIB
Elshinta.com - Facebook mengklaim telah membuat kemajuan stabil dalam dua tahun terakhir d...
Minggu, 30 September 2018 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Jaringan 4G Telkomsel di wilayah terdampak gempa seperti Kabupaten Donggala...
Senin, 17 September 2018 - 14:23 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merintis sistem info...
Selasa, 04 September 2018 - 09:11 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan infra...
Kamis, 30 Agustus 2018 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnaw...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)