Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Diaspora

Oceans, kolaborasi musik hip hop New York dengan gamelan Bali

Senin, 10 September 2018 - 16:17 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
foto Fred Attenborough
foto Fred Attenborough

Elshinta.com -  Penyanyi dan pencipta lagu musik indie Hip-Hop asal New York, Sandflower kembali meluncurkan single terbaru  berjudul “Oceans”. Single yang di-release  di New York  pada awal bulan September ini bercerita tentang perdamaian, toleransi dan persatuan antarsesama manusia seluruh dunia, tanpa ada batasan bangsa, bahasa, agama maupun genre.

Sandflower adalah penyanyi yang lahir dan besar di Brooklyn, New York yang musiknya dipengaruhi oleh beragam latar belakang budaya. Karya-karya Sandflower dikenal kuat dengan lirik-lirik sosial dan keberagaman. Pertama kali me-release single “Do Watchu Wanna (Boey  Tranga)” pada tahun 2014, Sandflower mencuri perhatian industri musik indie hip hop di kota New York. Kemudian pada tahun 2017

Sandflower melepas lagu keduanya berjudul “Sugar Honey Ice Tea” dan dilanjutkan pada bulan Maret 2018 mengeluarkan lagu “Regulas” yang banyak diminati oleh para pencinta hip hop di Amerika. Sandflower sering mendapat undangan tampil di berbagai acara baik di dalam negeri maupun skala internasional. Sandflower juga pernah tampil dalam acara Saturday Night Live bersama Dua Lipa.

Oceans menjadi single yang berbeda dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, karena untuk pertama kalinya Sandflower bekerjasama dengan musisi Indonesia, Hendra Ganarto dari  group DuaPercussion. Kerjasama produksi musik ini pertama kali digagas oleh Maya Naratama, pengarah kreatif, produser dan founder dari Acha Productions di New York.

Gagasan ini muncul saat manajemen Sandflower, Anton Darmawan memperdengarkan kepada Maya beragam single dari Sandflower yang setiap lagu mempunyai sentuhan musik dan alur nada yang berbeda, dan Sandflower ingin mengeksplorasi musiknya. Maya kemudian  menggagas untuk berkolaborasi dengan DuoPercussion yang karya musiknya banyak menggunakan instrumen musik tradisional, termasuk gamelan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk musisi Indonesia masuk ke industri musik Amerika. Melalui musik, para musisi dari dua negara ini dapat mengeksplorasi, berkreasi dan mencipta musik yang dapat diterima secara internasional,” jelas Maya sebagai Project Manager sekaligus Public Relations untuk kolaborasi ini.

Sandflower dan David Sisko, produser musik New York yang mengaransemen seluruh album dari Sandflower, menyukai aransemen DuoPercussion dan berminat untuk bekerjasama. David Sisko, tertarik untuk memasukkan unsur suara gamelan Bali yang dibuat oleh DuoPercussion, selain unsur perkusi yang menjadi ciri dari group ini.

“Sandflower dan saya sangat bersemangat menggabungkan gamelan tradisional dari aransemen DuoPercussion ke dalam lagu Oceans ini. Kita tidak hanya secara simbolis membuat hubungan antara negara dan budaya untuk bekerjasama, tetapi karena kita sama-sama menyukai instrumen ini. Ini sangat menarik secara sonic, dan bisa digunakan untuk semua jenis musik. Gamelan mempunyai ciri yang perkusif, keras, tenang, menenangkan dan menarik,” ujar David.

David adalah produser musik yang pernah bekerjasama dalam album-album musisi dunia seperti Duran- duran, Kelly Clarkson, Julian Lennon dan Justin Timberlake.

Setelah melalui proses produksi musik digital selama kurang lebih 6 bulan  antara New York dan Bali (Hendra DuoPercussion bermukim di Bali) serta  mastering  dilakukan oleh Mike Tucci di Los Angeles, akhirnya Oceans, yang dinyanyikan Sandflower featuring DuoPercussion siap diluncurkan.

Tidak hanya gamelan Bali yang digunakan Sandflower, tetapi sebagai sentuhan akhir untuk cover single lagu Oceans ini, Sandflower memakai baju couture rancangan  desainer Bali yang sangat  unik dan  extravaganza, Shinta Chrisna yang khusus diterbangkan dari Bali ke kota New York. Single Oceans ini sudah dapat diunduh melalui Spotify, Soundcloud, iTunes, Google Play dan lain-lain (8/9).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 16:58 WIB

Kecurangan SPBU, Kemendag: Pengawasan daerah masih minim

Elshinta.com -  Penyanyi dan pencipta lagu musik indie Hip-Hop asal New York, Sandflower kembali meluncurkan single terbaru  berjudul “Oceans”. Single yang di-release  di New York  pada awal bulan September ini bercerita tentang perdamaian, toleransi dan persatuan antarsesama manusia seluruh dunia, tanpa ada batasan bangsa, bahasa, agama maupun genre.

Sandflower adalah penyanyi yang lahir dan besar di Brooklyn, New York yang musiknya dipengaruhi oleh beragam latar belakang budaya. Karya-karya Sandflower dikenal kuat dengan lirik-lirik sosial dan keberagaman. Pertama kali me-release single “Do Watchu Wanna (Boey  Tranga)” pada tahun 2014, Sandflower mencuri perhatian industri musik indie hip hop di kota New York. Kemudian pada tahun 2017

Sandflower melepas lagu keduanya berjudul “Sugar Honey Ice Tea” dan dilanjutkan pada bulan Maret 2018 mengeluarkan lagu “Regulas” yang banyak diminati oleh para pencinta hip hop di Amerika. Sandflower sering mendapat undangan tampil di berbagai acara baik di dalam negeri maupun skala internasional. Sandflower juga pernah tampil dalam acara Saturday Night Live bersama Dua Lipa.

Oceans menjadi single yang berbeda dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, karena untuk pertama kalinya Sandflower bekerjasama dengan musisi Indonesia, Hendra Ganarto dari  group DuaPercussion. Kerjasama produksi musik ini pertama kali digagas oleh Maya Naratama, pengarah kreatif, produser dan founder dari Acha Productions di New York.

Gagasan ini muncul saat manajemen Sandflower, Anton Darmawan memperdengarkan kepada Maya beragam single dari Sandflower yang setiap lagu mempunyai sentuhan musik dan alur nada yang berbeda, dan Sandflower ingin mengeksplorasi musiknya. Maya kemudian  menggagas untuk berkolaborasi dengan DuoPercussion yang karya musiknya banyak menggunakan instrumen musik tradisional, termasuk gamelan.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk musisi Indonesia masuk ke industri musik Amerika. Melalui musik, para musisi dari dua negara ini dapat mengeksplorasi, berkreasi dan mencipta musik yang dapat diterima secara internasional,” jelas Maya sebagai Project Manager sekaligus Public Relations untuk kolaborasi ini.

Sandflower dan David Sisko, produser musik New York yang mengaransemen seluruh album dari Sandflower, menyukai aransemen DuoPercussion dan berminat untuk bekerjasama. David Sisko, tertarik untuk memasukkan unsur suara gamelan Bali yang dibuat oleh DuoPercussion, selain unsur perkusi yang menjadi ciri dari group ini.

“Sandflower dan saya sangat bersemangat menggabungkan gamelan tradisional dari aransemen DuoPercussion ke dalam lagu Oceans ini. Kita tidak hanya secara simbolis membuat hubungan antara negara dan budaya untuk bekerjasama, tetapi karena kita sama-sama menyukai instrumen ini. Ini sangat menarik secara sonic, dan bisa digunakan untuk semua jenis musik. Gamelan mempunyai ciri yang perkusif, keras, tenang, menenangkan dan menarik,” ujar David.

David adalah produser musik yang pernah bekerjasama dalam album-album musisi dunia seperti Duran- duran, Kelly Clarkson, Julian Lennon dan Justin Timberlake.

Setelah melalui proses produksi musik digital selama kurang lebih 6 bulan  antara New York dan Bali (Hendra DuoPercussion bermukim di Bali) serta  mastering  dilakukan oleh Mike Tucci di Los Angeles, akhirnya Oceans, yang dinyanyikan Sandflower featuring DuoPercussion siap diluncurkan.

Tidak hanya gamelan Bali yang digunakan Sandflower, tetapi sebagai sentuhan akhir untuk cover single lagu Oceans ini, Sandflower memakai baju couture rancangan  desainer Bali yang sangat  unik dan  extravaganza, Shinta Chrisna yang khusus diterbangkan dari Bali ke kota New York. Single Oceans ini sudah dapat diunduh melalui Spotify, Soundcloud, iTunes, Google Play dan lain-lain (8/9).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com