Selasa, 13 November 2018 | 02:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Disunat pakai laser, `Burung`bocah malah kepotong

Senin, 10 September 2018 - 18:49 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Seorang kakek berusia 68 tahun bernama Bardi, warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, lantaran diduga melakukan malpraktek terhadap seorang bocah berusia 9 tahun, warga Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Dimana tersangka yang merupakan seorang pensiunan perawat Puskesmas Doro tersebut, telah salah memotong alat vital korban, pada saat tersangka mengkhitan korban. Sehingga membuat korban harus kehilangan sebagian alat vitalnya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, kepada sejumlah awak media termasuk Kontributor Elshinta, Eka Susanti pada saat gelar perkara di halaman mapolres pekalongan, pada Senin (10/9).

Wawan mengungkapkan, kejadian bermula pada saat korban dikhitan oleh tersangka menggunakan alat laser. Namun nahas, setelah dikhitan, malah justru membuat sebagian alat vital korban terputus. Seketika itu juga korban langsung dilarikan kerumah sakit untuk upaya penanganan lebih lanjut. Kendati demikian, alat vital korban yang putus tersebut, tidak dapat disambung kembali.

Kemudian, pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian tersebut, langsung melaporkan ke pihak polres pekalongan.

Menurut Wawan, praktik khitan yang diakukan tersangka merupakan illegal. Lantaran tersangka tidak memiliki STR atau surat tanda registrasi administrasi kedokteran dan surat ijin praktik perawat. Praktik khitan tersangka sendiri dilakukan sejak tersangka masih aktif bekerja sebagai perawat hingga pensiun pada tahun 2003. Dan setelah tersangka pensiun, membuka kembali praktik khitan mandiri. Tersangka sering diundang kerumah-rumah dengan tarif 250 hingga Rp300 ribu.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka selama praktik khitannya, kejadian ini baru kali pertama terjadi. Dia juga tidak menyangka jika alat vital korban terpotong pada saat dikhitan, karena tidak ada teriakan kesakitan dari korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal  360 ayat 1 KUHP, karena telah lalai yang menyebabkan korban luka berat, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Seorang kakek berusia 68 tahun bernama Bardi, warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, lantaran diduga melakukan malpraktek terhadap seorang bocah berusia 9 tahun, warga Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Dimana tersangka yang merupakan seorang pensiunan perawat Puskesmas Doro tersebut, telah salah memotong alat vital korban, pada saat tersangka mengkhitan korban. Sehingga membuat korban harus kehilangan sebagian alat vitalnya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, kepada sejumlah awak media termasuk Kontributor Elshinta, Eka Susanti pada saat gelar perkara di halaman mapolres pekalongan, pada Senin (10/9).

Wawan mengungkapkan, kejadian bermula pada saat korban dikhitan oleh tersangka menggunakan alat laser. Namun nahas, setelah dikhitan, malah justru membuat sebagian alat vital korban terputus. Seketika itu juga korban langsung dilarikan kerumah sakit untuk upaya penanganan lebih lanjut. Kendati demikian, alat vital korban yang putus tersebut, tidak dapat disambung kembali.

Kemudian, pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian tersebut, langsung melaporkan ke pihak polres pekalongan.

Menurut Wawan, praktik khitan yang diakukan tersangka merupakan illegal. Lantaran tersangka tidak memiliki STR atau surat tanda registrasi administrasi kedokteran dan surat ijin praktik perawat. Praktik khitan tersangka sendiri dilakukan sejak tersangka masih aktif bekerja sebagai perawat hingga pensiun pada tahun 2003. Dan setelah tersangka pensiun, membuka kembali praktik khitan mandiri. Tersangka sering diundang kerumah-rumah dengan tarif 250 hingga Rp300 ribu.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka selama praktik khitannya, kejadian ini baru kali pertama terjadi. Dia juga tidak menyangka jika alat vital korban terpotong pada saat dikhitan, karena tidak ada teriakan kesakitan dari korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal  360 ayat 1 KUHP, karena telah lalai yang menyebabkan korban luka berat, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 20:22 WIB

KNKT teruskan pencarian kotak hitam CVR Lion Air

Senin, 12 November 2018 - 17:56 WIB

3 meninggal akibat tertimbun longsor di Nagekeo NTT

Senin, 12 November 2018 - 16:44 WIB

Tiga bangunan dekat terminal Bekasi ludes terbakar

Senin, 12 November 2018 - 15:55 WIB

Jabar siaga satu bencana hujan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com