Sabtu, 22 September 2018 | 22:57 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Peristiwa / Arestasi

Disunat pakai laser, `Burung`bocah malah kepotong

Senin, 10 September 2018 - 18:49 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Seorang kakek berusia 68 tahun bernama Bardi, warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, lantaran diduga melakukan malpraktek terhadap seorang bocah berusia 9 tahun, warga Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Dimana tersangka yang merupakan seorang pensiunan perawat Puskesmas Doro tersebut, telah salah memotong alat vital korban, pada saat tersangka mengkhitan korban. Sehingga membuat korban harus kehilangan sebagian alat vitalnya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, kepada sejumlah awak media termasuk Kontributor Elshinta, Eka Susanti pada saat gelar perkara di halaman mapolres pekalongan, pada Senin (10/9).

Wawan mengungkapkan, kejadian bermula pada saat korban dikhitan oleh tersangka menggunakan alat laser. Namun nahas, setelah dikhitan, malah justru membuat sebagian alat vital korban terputus. Seketika itu juga korban langsung dilarikan kerumah sakit untuk upaya penanganan lebih lanjut. Kendati demikian, alat vital korban yang putus tersebut, tidak dapat disambung kembali.

Kemudian, pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian tersebut, langsung melaporkan ke pihak polres pekalongan.

Menurut Wawan, praktik khitan yang diakukan tersangka merupakan illegal. Lantaran tersangka tidak memiliki STR atau surat tanda registrasi administrasi kedokteran dan surat ijin praktik perawat. Praktik khitan tersangka sendiri dilakukan sejak tersangka masih aktif bekerja sebagai perawat hingga pensiun pada tahun 2003. Dan setelah tersangka pensiun, membuka kembali praktik khitan mandiri. Tersangka sering diundang kerumah-rumah dengan tarif 250 hingga Rp300 ribu.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka selama praktik khitannya, kejadian ini baru kali pertama terjadi. Dia juga tidak menyangka jika alat vital korban terpotong pada saat dikhitan, karena tidak ada teriakan kesakitan dari korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal  360 ayat 1 KUHP, karena telah lalai yang menyebabkan korban luka berat, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 22 September 2018 - 14:26 WIB

Polsek Cilandak cokok tiga pengedar sabu

Sabtu, 22 September 2018 - 13:49 WIB

Bawa 42 paket sabu, Polres Samarinda tangkap seorang SPG

Sabtu, 22 September 2018 - 13:37 WIB

Polsek Tanjung Pura ringkus pria pemilik narkoba

Sabtu, 22 September 2018 - 12:49 WIB

Seorang janda Simpenan gantung diri akibat depresi

Sabtu, 22 September 2018 - 11:38 WIB

Kemenko PMK kawal proses rehabilitasi pasca gempa NTB

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com