Disunat pakai laser, `Burung`bocah malah kepotong
Senin, 10 September 2018 - 18:49 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Eka Susanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Seorang kakek berusia 68 tahun bernama Bardi, warga Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, lantaran diduga melakukan malpraktek terhadap seorang bocah berusia 9 tahun, warga Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Dimana tersangka yang merupakan seorang pensiunan perawat Puskesmas Doro tersebut, telah salah memotong alat vital korban, pada saat tersangka mengkhitan korban. Sehingga membuat korban harus kehilangan sebagian alat vitalnya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, kepada sejumlah awak media termasuk Kontributor Elshinta, Eka Susanti pada saat gelar perkara di halaman mapolres pekalongan, pada Senin (10/9).

Wawan mengungkapkan, kejadian bermula pada saat korban dikhitan oleh tersangka menggunakan alat laser. Namun nahas, setelah dikhitan, malah justru membuat sebagian alat vital korban terputus. Seketika itu juga korban langsung dilarikan kerumah sakit untuk upaya penanganan lebih lanjut. Kendati demikian, alat vital korban yang putus tersebut, tidak dapat disambung kembali.

Kemudian, pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian tersebut, langsung melaporkan ke pihak polres pekalongan.

Menurut Wawan, praktik khitan yang diakukan tersangka merupakan illegal. Lantaran tersangka tidak memiliki STR atau surat tanda registrasi administrasi kedokteran dan surat ijin praktik perawat. Praktik khitan tersangka sendiri dilakukan sejak tersangka masih aktif bekerja sebagai perawat hingga pensiun pada tahun 2003. Dan setelah tersangka pensiun, membuka kembali praktik khitan mandiri. Tersangka sering diundang kerumah-rumah dengan tarif 250 hingga Rp300 ribu.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka selama praktik khitannya, kejadian ini baru kali pertama terjadi. Dia juga tidak menyangka jika alat vital korban terpotong pada saat dikhitan, karena tidak ada teriakan kesakitan dari korban.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal  360 ayat 1 KUHP, karena telah lalai yang menyebabkan korban luka berat, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:17 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap oknum pegawai Lem...
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Sebanyak empat orang pelaku komplotan pembobol kartu ATM (Anjungan Tunai Ma...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com  - Polsek Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menangkap s...
Kamis, 17 Januari 2019 - 07:02 WIB
Elshinta.com - Subdit II Ditres (Direktorat Reskrim) Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Tim Siber Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menangkap Titin Surya...
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:58 WIB
Elshinta.com - Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menangkap sala...
Rabu, 16 Januari 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Pelaku penipuan perekrutan sebagai tenaga honorer di salah satu dinas jajar...
Rabu, 16 Januari 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com - Begal sadis yang beraksi di tujuh lokasi berhasil dibekuk jajaran Satu...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:55 WIB
Elshinta.com - Anggota Polsek Kalideres meringkus pria pelaku kekerasan seksual berinisial...
Selasa, 15 Januari 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com - Yono W (37) warga Jalan S Supriadi No 1, Gang Lestari, RT7/RW1, Kelurahan K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)