Polda Kalteng tahan delapan dari 31 tersangka pembakar lahan
Senin, 10 September 2018 - 19:39 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wZaYfB

Elshinta.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Adex Yudiswan mengatakan, pihaknya baru menahan delapan dari 31 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan.

Sebanyak 23 dari 31 pembakaran lahan secara perseorangan yang telah ditetapkan tersangka tersebut belum ditahan karena masih dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polda, kata Adex di Palangka Raya, Senin (10/9).

"Kalau untuk laporan kebakaran lahan yang sudah diterima dan terus ditangani ada 40 kasus, 12 di antaranya dalam tahap penyelidikan dan 28 lainnya proses penyidikan.

"Dari 40 kasus itu, lahan seluas 667 hektare habis terbakar," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Sedangkan untuk dua kasus kebakaran lahan yang terjadi di areal perusahaan perkebunan, pihak Polda Kalteng sampai saat ini belum menetapkan tersangka. Pihaknya mengaku masih mendalami serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Petugas masih melengkapi dua alat bukti dalam kasus korporasi tersebut. Dalam waktu dekat apabila sudah ada peningkatan status, maka kami segera beritahukan kepada awak media untuk dilakukan ekspos," kata Adex.

Pada 7 Agustus 2018, Wakil Kepala Polisi Daerah (Polda) Kalteng Brigjen Pol Rikwanto, kepada sejumlah wartawan mengaku, dua kasus kebakaran lahan di areal perusahaan diduga sengaja dibakar. Dugaan tersebut merupakan pendalaman dari keterangan sejumlah saksi ahli yang telah didatangkan penyidik.

Mantan Kepala Biro Multimedia Mabes Polri itu pun berjanji, dalam waktu satu minggu kedepan, akan menetapkan tersangka kasus kebakaran lahan yang melibatkan perusahaan tersebut. Penetapan tersangka tersebut dapat dilakukan karena tim saksi ahli dari beberapa bidang bersama penyidik Polda Kalteng, sudah turun ke lapangan dan menyelidiki permasalahan tersebut.

"Dalam perkara kebakaran hutan dan lahan, kami tidak pandang bulu menindak tegas para pelaku sesuai undang-undang yang berlaku," demikian Rikwanto kala itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan pen...
Selasa, 23 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Direktur CV Vini Vidi Vici, Henry H Panjaitan berhasil diamankan personel g...
Minggu, 21 April 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan yang merupaka...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Saeri Haryanto (75), warga Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Keb...
Jumat, 19 April 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pemukulan Pengawas (PTPS) yang se...
Kamis, 18 April 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Dua orang diduga pemilih siluman atau oknum yang memanfaatkan formulir C6 orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara menangkap satu orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memberika...
Senin, 15 April 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, Sumatera Utara menggerebek lokasi tr...
Minggu, 14 April 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)