Selasa, 13 November 2018 | 02:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polda Kalteng tahan delapan dari 31 tersangka pembakar lahan

Senin, 10 September 2018 - 19:39 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2wZaYfB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wZaYfB

Elshinta.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Adex Yudiswan mengatakan, pihaknya baru menahan delapan dari 31 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan.

Sebanyak 23 dari 31 pembakaran lahan secara perseorangan yang telah ditetapkan tersangka tersebut belum ditahan karena masih dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polda, kata Adex di Palangka Raya, Senin (10/9).

"Kalau untuk laporan kebakaran lahan yang sudah diterima dan terus ditangani ada 40 kasus, 12 di antaranya dalam tahap penyelidikan dan 28 lainnya proses penyidikan.

"Dari 40 kasus itu, lahan seluas 667 hektare habis terbakar," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Sedangkan untuk dua kasus kebakaran lahan yang terjadi di areal perusahaan perkebunan, pihak Polda Kalteng sampai saat ini belum menetapkan tersangka. Pihaknya mengaku masih mendalami serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Petugas masih melengkapi dua alat bukti dalam kasus korporasi tersebut. Dalam waktu dekat apabila sudah ada peningkatan status, maka kami segera beritahukan kepada awak media untuk dilakukan ekspos," kata Adex.

Pada 7 Agustus 2018, Wakil Kepala Polisi Daerah (Polda) Kalteng Brigjen Pol Rikwanto, kepada sejumlah wartawan mengaku, dua kasus kebakaran lahan di areal perusahaan diduga sengaja dibakar. Dugaan tersebut merupakan pendalaman dari keterangan sejumlah saksi ahli yang telah didatangkan penyidik.

Mantan Kepala Biro Multimedia Mabes Polri itu pun berjanji, dalam waktu satu minggu kedepan, akan menetapkan tersangka kasus kebakaran lahan yang melibatkan perusahaan tersebut. Penetapan tersangka tersebut dapat dilakukan karena tim saksi ahli dari beberapa bidang bersama penyidik Polda Kalteng, sudah turun ke lapangan dan menyelidiki permasalahan tersebut.

"Dalam perkara kebakaran hutan dan lahan, kami tidak pandang bulu menindak tegas para pelaku sesuai undang-undang yang berlaku," demikian Rikwanto kala itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Adex Yudiswan mengatakan, pihaknya baru menahan delapan dari 31 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan.

Sebanyak 23 dari 31 pembakaran lahan secara perseorangan yang telah ditetapkan tersangka tersebut belum ditahan karena masih dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polda, kata Adex di Palangka Raya, Senin (10/9).

"Kalau untuk laporan kebakaran lahan yang sudah diterima dan terus ditangani ada 40 kasus, 12 di antaranya dalam tahap penyelidikan dan 28 lainnya proses penyidikan.

"Dari 40 kasus itu, lahan seluas 667 hektare habis terbakar," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Sedangkan untuk dua kasus kebakaran lahan yang terjadi di areal perusahaan perkebunan, pihak Polda Kalteng sampai saat ini belum menetapkan tersangka. Pihaknya mengaku masih mendalami serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Petugas masih melengkapi dua alat bukti dalam kasus korporasi tersebut. Dalam waktu dekat apabila sudah ada peningkatan status, maka kami segera beritahukan kepada awak media untuk dilakukan ekspos," kata Adex.

Pada 7 Agustus 2018, Wakil Kepala Polisi Daerah (Polda) Kalteng Brigjen Pol Rikwanto, kepada sejumlah wartawan mengaku, dua kasus kebakaran lahan di areal perusahaan diduga sengaja dibakar. Dugaan tersebut merupakan pendalaman dari keterangan sejumlah saksi ahli yang telah didatangkan penyidik.

Mantan Kepala Biro Multimedia Mabes Polri itu pun berjanji, dalam waktu satu minggu kedepan, akan menetapkan tersangka kasus kebakaran lahan yang melibatkan perusahaan tersebut. Penetapan tersangka tersebut dapat dilakukan karena tim saksi ahli dari beberapa bidang bersama penyidik Polda Kalteng, sudah turun ke lapangan dan menyelidiki permasalahan tersebut.

"Dalam perkara kebakaran hutan dan lahan, kami tidak pandang bulu menindak tegas para pelaku sesuai undang-undang yang berlaku," demikian Rikwanto kala itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 20:22 WIB

KNKT teruskan pencarian kotak hitam CVR Lion Air

Senin, 12 November 2018 - 17:56 WIB

3 meninggal akibat tertimbun longsor di Nagekeo NTT

Senin, 12 November 2018 - 16:44 WIB

Tiga bangunan dekat terminal Bekasi ludes terbakar

Senin, 12 November 2018 - 15:55 WIB

Jabar siaga satu bencana hujan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com