Sabtu, 17 November 2018 | 02:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pileg 2019

KPU: Tidak ada bacaleg terlibat korupsi

Senin, 10 September 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan tidak ada bakal calon anggota legislatif yang diusung partai politik peserta pemilu terlibat kasus korupsi.

"Sampai saat ini tidak ditemukan bacaleg yang terlibat korupsi, baik temuan dari laporan masyarakat maupun hasil penelitian administrasi dan faktualisasi dari KPU," kata anggota KPU Bangka Tengah Marhaendra di Koba, Senin (10/9).

Ia menjelaskan, daftar calon tetap akan disahkan pada 19 September 2019 dan saat ini masih menunggu tanggapan masyarakat terkait bacalon yang diusung sebanyak 15 partai politik peserta pemilu di daerah itu. "Namun demikian kami masih tetap menunggu dan menerima laporan masyarakat terkait adanya indikasi bacaleg yang terlibat kasus korupsi," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, ada beberapa persyaratan bakal calon anggota legislatif yang diverifikasi di antaranya terlibat korupsi, kejahatan terhadap anak, tidak memenuhi syarat misalnya terlibat ijazah palsu, terdeteksi ijazah ganda dan meninggal dunia.

"Jika terlibat kasus korupsi dan kejahatan terhadap anak sudah dipastikan bacaleg dicoret dari daftar pencalonan," katanya.

Ia mengatakan, jika DCT sudah ditetapkan dan kemudian baru ditemukan indikasi kasus korupsi terhadap anak maka masih bisa dicoret karena terkait dengan tindak pidana. "Namun kami tentu lebih teliti dan hati-hati melakukan verikasi terhadap berkas administrasi bacaleg, jangan sampai ditemukan bermasalah setelah DCT ditetapkan," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan tidak ada bakal calon anggota legislatif yang diusung partai politik peserta pemilu terlibat kasus korupsi.

"Sampai saat ini tidak ditemukan bacaleg yang terlibat korupsi, baik temuan dari laporan masyarakat maupun hasil penelitian administrasi dan faktualisasi dari KPU," kata anggota KPU Bangka Tengah Marhaendra di Koba, Senin (10/9).

Ia menjelaskan, daftar calon tetap akan disahkan pada 19 September 2019 dan saat ini masih menunggu tanggapan masyarakat terkait bacalon yang diusung sebanyak 15 partai politik peserta pemilu di daerah itu. "Namun demikian kami masih tetap menunggu dan menerima laporan masyarakat terkait adanya indikasi bacaleg yang terlibat kasus korupsi," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, ada beberapa persyaratan bakal calon anggota legislatif yang diverifikasi di antaranya terlibat korupsi, kejahatan terhadap anak, tidak memenuhi syarat misalnya terlibat ijazah palsu, terdeteksi ijazah ganda dan meninggal dunia.

"Jika terlibat kasus korupsi dan kejahatan terhadap anak sudah dipastikan bacaleg dicoret dari daftar pencalonan," katanya.

Ia mengatakan, jika DCT sudah ditetapkan dan kemudian baru ditemukan indikasi kasus korupsi terhadap anak maka masih bisa dicoret karena terkait dengan tindak pidana. "Namun kami tentu lebih teliti dan hati-hati melakukan verikasi terhadap berkas administrasi bacaleg, jangan sampai ditemukan bermasalah setelah DCT ditetapkan," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 07:36 WIB

Polda Papua Barat intensifkan koordinasi jelang Pemilu

Jumat, 16 November 2018 - 07:28 WIB

PMII ajak warga jaga kondusivitas daerah

Jumat, 16 November 2018 - 06:25 WIB

KPU Pekalongan masih butuh 4.270 kotak suara

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com