Senin, 19 November 2018 | 02:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gempa bumi Magnitudo 5,3 kembali guncang Lombok

Selasa, 11 September 2018 - 06:12 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2O9AbeZ
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2O9AbeZ

Elshinta.com - Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,3, Selasa (11/9) pukul 04.22 WITA atau 03.22 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,41 lintang selatan dan 116,52 bujur timur. "Pusat gempa berada di darat pada jarak 12 kilo meter (km) arah barat laut Kabupaten Lombok Timur, pada kedalaman 12 km," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.

Agus mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG dan informasi masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara II SIG-BMKG (V MMI).

Warga di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram, juga merasakan getaran hingga IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Agus.

Gempa bumi tersebut menyebabkan warga di Kota Mataram, berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan roboh.

Zuhriatul, salah seorang warga Kelurahan Kebon Sari, Kota Mataram, mengaku kaget begitu merasakan guncangan ketika masih tertidur bersama anak-anaknya. "Saya langsung terbangun dari tidur dan keluar rumah sambil menggendong anak. Para tetangga juga berhamburan keluar rumah," tuturnya, dikutip Antara.

Ibu dua anak itu sebelumnya memilih tidur di tenda terpal yang dibangun di Jalan Majapahit, Kota Mataram, bersama anggota keluarganya. Hal itu dilakukan karena masih sering terjadi gempa susulan pada malam hari. Namun, karena khawatir dengan kondisi kesehatan dua anaknya yang berusia 6 dan 3 tahun, ia dan suaminya memutuskan tidur di ruang tamu tanpa mengunci pintu dan gerbang rumah. "Biar cepat keluar rumah kalau terjadi gempa disertai listrik padam," ucap Zuhriatul.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,3, Selasa (11/9) pukul 04.22 WITA atau 03.22 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,41 lintang selatan dan 116,52 bujur timur. "Pusat gempa berada di darat pada jarak 12 kilo meter (km) arah barat laut Kabupaten Lombok Timur, pada kedalaman 12 km," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.

Agus mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG dan informasi masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara II SIG-BMKG (V MMI).

Warga di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram, juga merasakan getaran hingga IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Agus.

Gempa bumi tersebut menyebabkan warga di Kota Mataram, berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan roboh.

Zuhriatul, salah seorang warga Kelurahan Kebon Sari, Kota Mataram, mengaku kaget begitu merasakan guncangan ketika masih tertidur bersama anak-anaknya. "Saya langsung terbangun dari tidur dan keluar rumah sambil menggendong anak. Para tetangga juga berhamburan keluar rumah," tuturnya, dikutip Antara.

Ibu dua anak itu sebelumnya memilih tidur di tenda terpal yang dibangun di Jalan Majapahit, Kota Mataram, bersama anggota keluarganya. Hal itu dilakukan karena masih sering terjadi gempa susulan pada malam hari. Namun, karena khawatir dengan kondisi kesehatan dua anaknya yang berusia 6 dan 3 tahun, ia dan suaminya memutuskan tidur di ruang tamu tanpa mengunci pintu dan gerbang rumah. "Biar cepat keluar rumah kalau terjadi gempa disertai listrik padam," ucap Zuhriatul.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 19:14 WIB

Sambas perlu BNKK tekan peredaran narkoba

Minggu, 18 November 2018 - 18:40 WIB

Hak individu keluarga korban Lion gugat Boeing

Minggu, 18 November 2018 - 17:39 WIB

Korban Lion Air asal Italia belum diserahkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com