Senin, 19 November 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Petugas dampingi jemaah sakit meski haji usai

Selasa, 11 September 2018 - 06:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Petugas membawa jemaah haji kloter pertama memakai kursi roda setibanya di Bandara International Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2wYSf4U
Petugas membawa jemaah haji kloter pertama memakai kursi roda setibanya di Bandara International Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2wYSf4U

Elshinta.com - Jemaah haji Indonesia yang sakit dan dirujuk di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tetap dilayani meski Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah selesai bertugas di musim haji tahun ini.

"Tetap itu menjadi tanggung jawab kami selaku penyelenggara nanti ada tim dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang memantau kondisi pasien tersebut," kata Kepala Daerah Kerja Mekkah, Endang Jumali di Mekkah, Selasa (11/9).

Dengan pernyataan itu, ia menjamin mengenai pendampingan petugas untuk jemaah yang sakit di luar masa tugas PPIH. PPIH tahun ini akan selesai bertugas pada 27 September 2018. Terdapat kekhawatiran sejumlah jemaah yang sakit tidak akan dilayani lagi ketika petugas haji purna tugas.

Soal pemulangan jemaah sakit ke Indonesia, dia mengatakan nanti pemerintah lewat Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Jeddah akan mengurus evakuasi mereka. Intinya, PPIH tidak akan lepas tangan begitu saja ketika ada jemaah yang masih dirawat tetapi di luar masa operasional petugas haji. "Bentuknya sesuai dengan rekomendasi dokter kalau bisa terbang, ya, kita terbangkan didampingi oleh petugas dan tidak lepas begitu saja tetap menjadi tanggung jawab kita dalam pelaksanaan pemulangan jemaah haji," jelasnya.

Hingga saat ini terdapat 107 jemaah yang dirujuk untuk dirawat dari KKHI Mekkah ke RSAS. Sementara di KKHI Madinah merujuk enam jemaah ke RSAS, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Jemaah haji Indonesia yang sakit dan dirujuk di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tetap dilayani meski Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah selesai bertugas di musim haji tahun ini.

"Tetap itu menjadi tanggung jawab kami selaku penyelenggara nanti ada tim dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang memantau kondisi pasien tersebut," kata Kepala Daerah Kerja Mekkah, Endang Jumali di Mekkah, Selasa (11/9).

Dengan pernyataan itu, ia menjamin mengenai pendampingan petugas untuk jemaah yang sakit di luar masa tugas PPIH. PPIH tahun ini akan selesai bertugas pada 27 September 2018. Terdapat kekhawatiran sejumlah jemaah yang sakit tidak akan dilayani lagi ketika petugas haji purna tugas.

Soal pemulangan jemaah sakit ke Indonesia, dia mengatakan nanti pemerintah lewat Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Jeddah akan mengurus evakuasi mereka. Intinya, PPIH tidak akan lepas tangan begitu saja ketika ada jemaah yang masih dirawat tetapi di luar masa operasional petugas haji. "Bentuknya sesuai dengan rekomendasi dokter kalau bisa terbang, ya, kita terbangkan didampingi oleh petugas dan tidak lepas begitu saja tetap menjadi tanggung jawab kita dalam pelaksanaan pemulangan jemaah haji," jelasnya.

Hingga saat ini terdapat 107 jemaah yang dirujuk untuk dirawat dari KKHI Mekkah ke RSAS. Sementara di KKHI Madinah merujuk enam jemaah ke RSAS, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com