Minggu, 18 November 2018 | 09:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

UAS: Indonesia merdeka dengan teriakkan Allahu Akbar

Selasa, 11 September 2018 - 07:27 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ustadz Abdul Somad (UAS). Sumber foto: https://bit.ly/2oXLQSS
Ustadz Abdul Somad (UAS). Sumber foto: https://bit.ly/2oXLQSS

Elshinta.com - Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi ceramah pada acara puncak haul pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ke-217, di Pontianak, Senin (10/9) malam.

Meski hujan lebat turun, namun ribuan masyarakat Pontianak dan berbagai daerah lainnya di Kalbar tetap antusias mendengar ceramah ustadz kondang tersebut. Pada kesempatan itu UAS mengajak umat muslim di Kalbar untuk cinta Indonesia. Menurutnya, para ulama dan habib saat kemerdekaan sangat berperan besar untuk memerdekakan Indonesia. "Para ulama dan habib tidak berbenturan dengan kecintaannya pada Indonesia. Para habib dan ulama dengan teriakan Allahu Akbar ikut memerdekakan negara ini," katanya.

Ia mencontohkan kalangan habib yang ikut berkontribusi besar pada NKRI yakni Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6. "Sultan Hamid II adalah habib yang merancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak para anak muda untuk berbuat dan bertindak positif. Hawa nafsu harus dilawan dengan kegiatan yang baik-baik. "Jangan ada yang ngelem dan lainnya. Anak muda harus disibukan dengan kegiatan positif," pungkasnya.

Dikutip Antara, dalam haul tersebut, ia menambahkan pentingnya berkuasa, kaya raya, beragama, ingat mati dan setelah mati nama tetap harum karena kebaikannya. "Seperti saat ini adanya haul Sultan Pontianak, karena beliau baik dan berbuat terbaik untuk agama dan bangsa sehingga di liang lahat pun tetap kita ingat. Nama beliau tetap harum," jelas dia.

Sementara itu, Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alkadrie mengatakan sejumlah rangkaian kegiatan digelar dalam haul sultan pertama di Kerajaan Kadariah Pontianak. "Kegiatan haul berlangsung sejak 9 -10 September 2018, dimulai dengan subuh akbar, kemudian ziarah agung dan berlanjut ke puncak acara yakni pelaksaan haul. Kegiatan acara haul dipusatkan di Istana Kadariah Pontianak," ucap dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi ceramah pada acara puncak haul pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ke-217, di Pontianak, Senin (10/9) malam.

Meski hujan lebat turun, namun ribuan masyarakat Pontianak dan berbagai daerah lainnya di Kalbar tetap antusias mendengar ceramah ustadz kondang tersebut. Pada kesempatan itu UAS mengajak umat muslim di Kalbar untuk cinta Indonesia. Menurutnya, para ulama dan habib saat kemerdekaan sangat berperan besar untuk memerdekakan Indonesia. "Para ulama dan habib tidak berbenturan dengan kecintaannya pada Indonesia. Para habib dan ulama dengan teriakan Allahu Akbar ikut memerdekakan negara ini," katanya.

Ia mencontohkan kalangan habib yang ikut berkontribusi besar pada NKRI yakni Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6. "Sultan Hamid II adalah habib yang merancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak para anak muda untuk berbuat dan bertindak positif. Hawa nafsu harus dilawan dengan kegiatan yang baik-baik. "Jangan ada yang ngelem dan lainnya. Anak muda harus disibukan dengan kegiatan positif," pungkasnya.

Dikutip Antara, dalam haul tersebut, ia menambahkan pentingnya berkuasa, kaya raya, beragama, ingat mati dan setelah mati nama tetap harum karena kebaikannya. "Seperti saat ini adanya haul Sultan Pontianak, karena beliau baik dan berbuat terbaik untuk agama dan bangsa sehingga di liang lahat pun tetap kita ingat. Nama beliau tetap harum," jelas dia.

Sementara itu, Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alkadrie mengatakan sejumlah rangkaian kegiatan digelar dalam haul sultan pertama di Kerajaan Kadariah Pontianak. "Kegiatan haul berlangsung sejak 9 -10 September 2018, dimulai dengan subuh akbar, kemudian ziarah agung dan berlanjut ke puncak acara yakni pelaksaan haul. Kegiatan acara haul dipusatkan di Istana Kadariah Pontianak," ucap dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 16:48 WIB

Penyesuaian suku bunga tidak bergantung FED

Jumat, 16 November 2018 - 11:48 WIB

Infrastruktur Jaksel antisipasi banjir hampir selesai

Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak

Rabu, 14 November 2018 - 21:51 WIB

Ini penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Kudus

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com