Rabu, 21 November 2018 | 09:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPPPA: Kota Layak Anak Indonesia diakui dunia

Selasa, 11 September 2018 - 07:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2CIt2B3
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2CIt2B3

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pelaksanaan kota layak anak di Indonesia diakui oleh dunia seiring dengan penyelenggaraan Colombo Plan di Surakarta.
    
"Pelaksanaan Colombo Plan dengan mengangkat berbagi pengalaman terbaik mengenai Kota Layak Anak di Surakarta merupakan hal yang tepat," kata Yohana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/9) kemarin.
    
Pelaksanan Colombo Plan di Surakarta bertema Sharing Best Practices on the Implementation of Child Friendly City in Indonesia atau "Berbagi Praktik Terbaik dalam Pelaksanaan Kota Layak Anak di Indonesia".
    
Pemerintah Indonesia berbagi pengalaman dalam memenuhi hak-hak anak dan melindungi mereka dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan yang salah melalui pembangunan berbasis hak anak dengan Kabupaten/Kota Layak Anak.
    
Kesempatan Indonesia berbagi pengalaman itu menunjukkan pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak diakui dunia internasional. "Berdasarkan evaluasi Kabupatn/Kota Layak Anak 2018, Kota Surakarta memperoleh kategori tertinggi, yaitu Utama," kata Yohana, dikutip Antara.
    
Dia mengatakan Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan perwujudan kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak. Sistem tersebut dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
    
Pelaksanaan Colombo Plan di Surakarta diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Colombo Plan, yang berlangsung Senin (10/9) hingga Jumat (14/9). Terdapat 11 negara anggota Colombo Plan yang hadir, yaitu Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Laos, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pelaksanaan kota layak anak di Indonesia diakui oleh dunia seiring dengan penyelenggaraan Colombo Plan di Surakarta.
    
"Pelaksanaan Colombo Plan dengan mengangkat berbagi pengalaman terbaik mengenai Kota Layak Anak di Surakarta merupakan hal yang tepat," kata Yohana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (10/9) kemarin.
    
Pelaksanan Colombo Plan di Surakarta bertema Sharing Best Practices on the Implementation of Child Friendly City in Indonesia atau "Berbagi Praktik Terbaik dalam Pelaksanaan Kota Layak Anak di Indonesia".
    
Pemerintah Indonesia berbagi pengalaman dalam memenuhi hak-hak anak dan melindungi mereka dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan yang salah melalui pembangunan berbasis hak anak dengan Kabupaten/Kota Layak Anak.
    
Kesempatan Indonesia berbagi pengalaman itu menunjukkan pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak diakui dunia internasional. "Berdasarkan evaluasi Kabupatn/Kota Layak Anak 2018, Kota Surakarta memperoleh kategori tertinggi, yaitu Utama," kata Yohana, dikutip Antara.
    
Dia mengatakan Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan perwujudan kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak. Sistem tersebut dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
    
Pelaksanaan Colombo Plan di Surakarta diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Colombo Plan, yang berlangsung Senin (10/9) hingga Jumat (14/9). Terdapat 11 negara anggota Colombo Plan yang hadir, yaitu Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Laos, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com