37 warga Banjarbaru positif menderita Rubella
Selasa, 11 September 2018 - 07:49 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2018/08/14/174/1330414/tiga-daerah-tunda-pemberian-vaksin-rubella-dCj.jpg

Elshinta.com - Sebanyak 37 warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dinyatakan positif menderita penyakit Rubella dari hasil pemeriksaan 40 sampel yang di uji laboratorium untuk lebih memastikan penyakitnya.

"Kami mengirimkan 40 sampel darah penderita yang diduga telah menderita campak dan rubella. Hasil uji laboratorium 37 positif Rubella," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Agus Widjaja.

Ia mengatakan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan terhadap santri dua pondok pesantren di kota itu, diduga sebanyak 52 orang terkena campak dan Rubella sehingga diambil sampel untuk uji lab. Dijelaskan, 40 sampel dikirimkan ke laboratorium di Surabaya dan hasil ujinya ternyata 37 dinyatakan positif menderita Rubella yang penularan virusnya sangat mudah dan cepat. "Sebanyak 52 orang yang semula diduga terkena campak dan Rubella diminta tidak beraktivitas di pondok pesantren sehingga beristirahat di rumah dan kondisi mereka sudah membaik," ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Ditekankan, penyakit Rubella disebabkan virus sehingga sangat mudah penularannya yakni melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin saat saling berdekatan.

Penyakit infeksi itu dapat dicegah menggunakan vaksin dan dikenal dengan ruam merah yang khas pada kulit dan Rubella pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja sehingga mudah menular. "Banyaknya jumlah penderita yang positif terserang Rubella disikapi dengan pemberian vaksinasi MR yang merupakan program nasional pemerintah sehingga kami berupaya mencapai target," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 21 TPS dikabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan penghitungan surat suar...
Rabu, 24 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terjebak dalam perse...
Rabu, 24 April 2019 - 19:59 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) malam, pukul 19:45:04 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Rabu, 24 April 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan bahwa tidak...
Rabu, 24 April 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Adanya pengakuan sebagai penganut kepercayaan oleh pemerintah pasca putusan...
Rabu, 24 April 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menganggap saat in...
Rabu, 24 April 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Pengamat Politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan meminta semua pihak untuk memercayai ...
Rabu, 24 April 2019 - 17:08 WIB
Elshinta.com - Kapolres Indramayu, Jawa Barat, AKBP M Yoris MY Marzuki menyebutkan ba...
Rabu, 24 April 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) sore, pukul 17:00:03 WIB, data yang masuk di Sistem Informasi...
Rabu, 24 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) belum menerima surat atau pemberitahuan resmi t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)