Selasa, 13 November 2018 | 01:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

37 warga Banjarbaru positif menderita Rubella

Selasa, 11 September 2018 - 07:49 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2018/08/14/174/1330414/tiga-daerah-tunda-pemberian-vaksin-rubella-dCj.jpg
Ilustrasi. Sumber foto: https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2018/08/14/174/1330414/tiga-daerah-tunda-pemberian-vaksin-rubella-dCj.jpg

Elshinta.com - Sebanyak 37 warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dinyatakan positif menderita penyakit Rubella dari hasil pemeriksaan 40 sampel yang di uji laboratorium untuk lebih memastikan penyakitnya.

"Kami mengirimkan 40 sampel darah penderita yang diduga telah menderita campak dan rubella. Hasil uji laboratorium 37 positif Rubella," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Agus Widjaja.

Ia mengatakan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan terhadap santri dua pondok pesantren di kota itu, diduga sebanyak 52 orang terkena campak dan Rubella sehingga diambil sampel untuk uji lab. Dijelaskan, 40 sampel dikirimkan ke laboratorium di Surabaya dan hasil ujinya ternyata 37 dinyatakan positif menderita Rubella yang penularan virusnya sangat mudah dan cepat. "Sebanyak 52 orang yang semula diduga terkena campak dan Rubella diminta tidak beraktivitas di pondok pesantren sehingga beristirahat di rumah dan kondisi mereka sudah membaik," ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Ditekankan, penyakit Rubella disebabkan virus sehingga sangat mudah penularannya yakni melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin saat saling berdekatan.

Penyakit infeksi itu dapat dicegah menggunakan vaksin dan dikenal dengan ruam merah yang khas pada kulit dan Rubella pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja sehingga mudah menular. "Banyaknya jumlah penderita yang positif terserang Rubella disikapi dengan pemberian vaksinasi MR yang merupakan program nasional pemerintah sehingga kami berupaya mencapai target," ucapnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Sebanyak 37 warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dinyatakan positif menderita penyakit Rubella dari hasil pemeriksaan 40 sampel yang di uji laboratorium untuk lebih memastikan penyakitnya.

"Kami mengirimkan 40 sampel darah penderita yang diduga telah menderita campak dan rubella. Hasil uji laboratorium 37 positif Rubella," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Agus Widjaja.

Ia mengatakan, sebelumnya dari hasil pemeriksaan terhadap santri dua pondok pesantren di kota itu, diduga sebanyak 52 orang terkena campak dan Rubella sehingga diambil sampel untuk uji lab. Dijelaskan, 40 sampel dikirimkan ke laboratorium di Surabaya dan hasil ujinya ternyata 37 dinyatakan positif menderita Rubella yang penularan virusnya sangat mudah dan cepat. "Sebanyak 52 orang yang semula diduga terkena campak dan Rubella diminta tidak beraktivitas di pondok pesantren sehingga beristirahat di rumah dan kondisi mereka sudah membaik," ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Ditekankan, penyakit Rubella disebabkan virus sehingga sangat mudah penularannya yakni melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin saat saling berdekatan.

Penyakit infeksi itu dapat dicegah menggunakan vaksin dan dikenal dengan ruam merah yang khas pada kulit dan Rubella pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja sehingga mudah menular. "Banyaknya jumlah penderita yang positif terserang Rubella disikapi dengan pemberian vaksinasi MR yang merupakan program nasional pemerintah sehingga kami berupaya mencapai target," ucapnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com