Sabtu, 17 November 2018 | 02:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Perlindungan anak berbasis gereja digagas di Sumut

Selasa, 11 September 2018 - 10:40 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sebanyak 11 Gereja dari lima kabupaten di Sumatera Utara telah berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program perlindungan anak berbasis Gereja. Keseriusan tersebut ditandai dengan kehadirannya gembala, koordinator, staff dan mentor perlindungan anak dari 11 gereja pada Pelatihan Perlindungan Anak yang dilaksanakan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia (YBKI) di Gereja Betel Rohul Kudus, Siantar mulai dari tanggal 10-11 September 2018.

Fasilitator dari YBKI, Flora Valentina pada laporan pembukaan pelatihan menyampaikan komitmen tersebut mengatakan program ini bukan saja ditandai dengan penandatanganan komitmen perlindungan anak (KPA) oleh 11 gereja yaitu GPdI Nafiri Kemenangan Tanjung Balai dan dari Asahan adalah GBI Hessa PPA Theresia Kisaran dan Gereja JKI Kemah Daud PPA Anak Terang Kisaran tetapi juga akan mensinergikan dan menguatkan program perlindungan anak di gereja mereka kedepan.

"di 11 gereja ini partisipasi anak-anak akan ditingkatkan, sehingga anak-anak memiliki peran maksimal dalam meningkatkan perlindungan anak berbasis gereja, dan Gereja Layak Anak (GLA) menggunakan paradigma perlindungan anak dalam pembuatan kebijakan, program dan kegiatan dengan selalu mengedepankan kepentingan terbaik anak,” ujar Flora, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi, Selasa (11/9).

Flora juga menjelaskan untuk penguatan dan penerapan GLA tersebut, YBKI bekerjasama dengan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan pelatih dan narasumber Sulaiman Zuhdi Manik, Misran Lubis dan Azmiati Zuliah, yang akan membawakan materi tentang aspek hukum perlindungan anak, organisasi yang ramah anak dan pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Siantar, Pariaman Silaen, dalam sambutan dan pembukaan pelatihan menyampaikan pentingnya gereja menerapkan undang-undang perlindungan anak dalam semua bentuk pelayanan yang dilakukan gereja.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Sebanyak 11 Gereja dari lima kabupaten di Sumatera Utara telah berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program perlindungan anak berbasis Gereja. Keseriusan tersebut ditandai dengan kehadirannya gembala, koordinator, staff dan mentor perlindungan anak dari 11 gereja pada Pelatihan Perlindungan Anak yang dilaksanakan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia (YBKI) di Gereja Betel Rohul Kudus, Siantar mulai dari tanggal 10-11 September 2018.

Fasilitator dari YBKI, Flora Valentina pada laporan pembukaan pelatihan menyampaikan komitmen tersebut mengatakan program ini bukan saja ditandai dengan penandatanganan komitmen perlindungan anak (KPA) oleh 11 gereja yaitu GPdI Nafiri Kemenangan Tanjung Balai dan dari Asahan adalah GBI Hessa PPA Theresia Kisaran dan Gereja JKI Kemah Daud PPA Anak Terang Kisaran tetapi juga akan mensinergikan dan menguatkan program perlindungan anak di gereja mereka kedepan.

"di 11 gereja ini partisipasi anak-anak akan ditingkatkan, sehingga anak-anak memiliki peran maksimal dalam meningkatkan perlindungan anak berbasis gereja, dan Gereja Layak Anak (GLA) menggunakan paradigma perlindungan anak dalam pembuatan kebijakan, program dan kegiatan dengan selalu mengedepankan kepentingan terbaik anak,” ujar Flora, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi, Selasa (11/9).

Flora juga menjelaskan untuk penguatan dan penerapan GLA tersebut, YBKI bekerjasama dengan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan pelatih dan narasumber Sulaiman Zuhdi Manik, Misran Lubis dan Azmiati Zuliah, yang akan membawakan materi tentang aspek hukum perlindungan anak, organisasi yang ramah anak dan pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Siantar, Pariaman Silaen, dalam sambutan dan pembukaan pelatihan menyampaikan pentingnya gereja menerapkan undang-undang perlindungan anak dalam semua bentuk pelayanan yang dilakukan gereja.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com