Minggu, 18 November 2018 | 09:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Granat: Polda Sumut tertibkan peredaran pil `happy five`

Selasa, 11 September 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Arsip: barang bukti pil
Arsip: barang bukti pil "happy five" pada kasus narkotika jaringan internasional di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bandung, Jawa Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2O7IrMt

Elshinta.com - Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara meminta kepada Polda Sumatera Utara dan institusi terkait lainnya agar menertibkan pil "happy five" yang diduga banyak beredar di Kota Medan.

"Pil yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu, disinyalir berasal dari Thailand dan segera dihentikan," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Selasa (11/9).

Aparat keamanan, menurut dia, harus dapat mengantisipasi masuknya pil happy pive dari luar negeri ke Indonesia umumnya dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya. "Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dapat membersihkan peredaran narkotika tersebut, untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa," ujar Hamdani.

Ia mengatakan, peredaran barang ilegal yang dilarang pemerintah itu, sangat membahayakan dan harus secepatnya dilakukan razia oleh penegak hukum di daerah tersebut. Polda Sumut, BNN, Bea dan Cukai diharapkan dapat bekerja sama, dalam mengantisipasi masuknya barang "haram" itu. "Pil happy five itu, juga dikendalikan oleh jaringan internasional dari Malaysia Aceh-Medan dengan cukup rapi, dan sulit dipantau petugas kepolisian," ucap Pengacara/Advokat di Sumut itu.

Hamdani mengatakan, kegiatan bisnis terlarang "pil setan" itu, dilakukan di tempat-tempat tertentu, yakni diskotik, cape, dan lainnya. Polda Sumut dan Polrestabes Medan harus aktif melakukan razia, untuk mencegah agar tidak berkembangnya lebih luas lagi peredaran pil tersebut. Bahkan, masuknya barang itu, ke Indonesia melalui jalur laut dari Thailand.

Kemudian, pil tersebut dibawa melalui jalur tikus dan disimpan di pulau terpencil yang sulit diawasi aparat keamanan. "Pil happy five itu, sangat mudah diperoleh masyarakat maupun konsumen, karena harganya relatif murah dan terjangkau.Dan tidak seperti sabu-sabu, yang harganya mahal," kata Ketua Granat Sumut itu, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara meminta kepada Polda Sumatera Utara dan institusi terkait lainnya agar menertibkan pil "happy five" yang diduga banyak beredar di Kota Medan.

"Pil yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu, disinyalir berasal dari Thailand dan segera dihentikan," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Selasa (11/9).

Aparat keamanan, menurut dia, harus dapat mengantisipasi masuknya pil happy pive dari luar negeri ke Indonesia umumnya dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya. "Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dapat membersihkan peredaran narkotika tersebut, untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa," ujar Hamdani.

Ia mengatakan, peredaran barang ilegal yang dilarang pemerintah itu, sangat membahayakan dan harus secepatnya dilakukan razia oleh penegak hukum di daerah tersebut. Polda Sumut, BNN, Bea dan Cukai diharapkan dapat bekerja sama, dalam mengantisipasi masuknya barang "haram" itu. "Pil happy five itu, juga dikendalikan oleh jaringan internasional dari Malaysia Aceh-Medan dengan cukup rapi, dan sulit dipantau petugas kepolisian," ucap Pengacara/Advokat di Sumut itu.

Hamdani mengatakan, kegiatan bisnis terlarang "pil setan" itu, dilakukan di tempat-tempat tertentu, yakni diskotik, cape, dan lainnya. Polda Sumut dan Polrestabes Medan harus aktif melakukan razia, untuk mencegah agar tidak berkembangnya lebih luas lagi peredaran pil tersebut. Bahkan, masuknya barang itu, ke Indonesia melalui jalur laut dari Thailand.

Kemudian, pil tersebut dibawa melalui jalur tikus dan disimpan di pulau terpencil yang sulit diawasi aparat keamanan. "Pil happy five itu, sangat mudah diperoleh masyarakat maupun konsumen, karena harganya relatif murah dan terjangkau.Dan tidak seperti sabu-sabu, yang harganya mahal," kata Ketua Granat Sumut itu, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Minggu, 18 November 2018 - 07:34 WIB

Kemenpan-RB tetapkan nilai ambang batas CPNS sebesar 298

Sabtu, 17 November 2018 - 21:27 WIB

AHY: Penyebar hoax atau fitnah musuh bersama bangsa

Sabtu, 17 November 2018 - 21:15 WIB

AHY: Muslim Indonesia rahmatanlil`alamin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com