Sabtu, 22 September 2018 | 22:57 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Dalam Negeri / Hukum

Granat: Polda Sumut tertibkan peredaran pil `happy five`

Selasa, 11 September 2018 - 12:29 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Arsip: barang bukti pil
Arsip: barang bukti pil "happy five" pada kasus narkotika jaringan internasional di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bandung, Jawa Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2O7IrMt

Elshinta.com - Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara meminta kepada Polda Sumatera Utara dan institusi terkait lainnya agar menertibkan pil "happy five" yang diduga banyak beredar di Kota Medan.

"Pil yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu, disinyalir berasal dari Thailand dan segera dihentikan," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Selasa (11/9).

Aparat keamanan, menurut dia, harus dapat mengantisipasi masuknya pil happy pive dari luar negeri ke Indonesia umumnya dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya. "Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dapat membersihkan peredaran narkotika tersebut, untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa," ujar Hamdani.

Ia mengatakan, peredaran barang ilegal yang dilarang pemerintah itu, sangat membahayakan dan harus secepatnya dilakukan razia oleh penegak hukum di daerah tersebut. Polda Sumut, BNN, Bea dan Cukai diharapkan dapat bekerja sama, dalam mengantisipasi masuknya barang "haram" itu. "Pil happy five itu, juga dikendalikan oleh jaringan internasional dari Malaysia Aceh-Medan dengan cukup rapi, dan sulit dipantau petugas kepolisian," ucap Pengacara/Advokat di Sumut itu.

Hamdani mengatakan, kegiatan bisnis terlarang "pil setan" itu, dilakukan di tempat-tempat tertentu, yakni diskotik, cape, dan lainnya. Polda Sumut dan Polrestabes Medan harus aktif melakukan razia, untuk mencegah agar tidak berkembangnya lebih luas lagi peredaran pil tersebut. Bahkan, masuknya barang itu, ke Indonesia melalui jalur laut dari Thailand.

Kemudian, pil tersebut dibawa melalui jalur tikus dan disimpan di pulau terpencil yang sulit diawasi aparat keamanan. "Pil happy five itu, sangat mudah diperoleh masyarakat maupun konsumen, karena harganya relatif murah dan terjangkau.Dan tidak seperti sabu-sabu, yang harganya mahal," kata Ketua Granat Sumut itu, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com