Granat: Polda Sumut tertibkan peredaran pil `happy five`
Selasa, 11 September 2018 - 12:29 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Arsip: barang bukti pil "happy five" pada kasus narkotika jaringan internasional di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bandung, Jawa Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2O7IrMt

Elshinta.com - Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara meminta kepada Polda Sumatera Utara dan institusi terkait lainnya agar menertibkan pil "happy five" yang diduga banyak beredar di Kota Medan.

"Pil yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu, disinyalir berasal dari Thailand dan segera dihentikan," kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Selasa (11/9).

Aparat keamanan, menurut dia, harus dapat mengantisipasi masuknya pil happy pive dari luar negeri ke Indonesia umumnya dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya. "Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dapat membersihkan peredaran narkotika tersebut, untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa," ujar Hamdani.

Ia mengatakan, peredaran barang ilegal yang dilarang pemerintah itu, sangat membahayakan dan harus secepatnya dilakukan razia oleh penegak hukum di daerah tersebut. Polda Sumut, BNN, Bea dan Cukai diharapkan dapat bekerja sama, dalam mengantisipasi masuknya barang "haram" itu. "Pil happy five itu, juga dikendalikan oleh jaringan internasional dari Malaysia Aceh-Medan dengan cukup rapi, dan sulit dipantau petugas kepolisian," ucap Pengacara/Advokat di Sumut itu.

Hamdani mengatakan, kegiatan bisnis terlarang "pil setan" itu, dilakukan di tempat-tempat tertentu, yakni diskotik, cape, dan lainnya. Polda Sumut dan Polrestabes Medan harus aktif melakukan razia, untuk mencegah agar tidak berkembangnya lebih luas lagi peredaran pil tersebut. Bahkan, masuknya barang itu, ke Indonesia melalui jalur laut dari Thailand.

Kemudian, pil tersebut dibawa melalui jalur tikus dan disimpan di pulau terpencil yang sulit diawasi aparat keamanan. "Pil happy five itu, sangat mudah diperoleh masyarakat maupun konsumen, karena harganya relatif murah dan terjangkau.Dan tidak seperti sabu-sabu, yang harganya mahal," kata Ketua Granat Sumut itu, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:32 WIB
Elshinta.com -Terdakwa kasus berita bohong Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada dokter bedah pla...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:23 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pi...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama PT Krakata...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Pelaksana tu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:00 WIB
Elshinta.com - Sidang lanjutan penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet dig...
Selasa, 26 Maret 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyiapkan sejumlah saksi untuk memperkuat dakwaa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghormati dan mengikuti pro...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:29 WIB
Elshinta.com - Pengacara tersangka kasus perusakan barang bukti Pelaksana tugas (Plt) Ketu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Mantan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indone...
Senin, 25 Maret 2019 - 20:10 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah mempersiapkan saksi-saksi untuk memberikan keter...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)