Pebisnis kerajinan Pekalongan diuntungkan penguatan dolar AS
Selasa, 11 September 2018 - 14:50 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CFeeCU

Elshinta.com - Para pebisnis produk kerajinan berbahan baku lokal dan berorientasi ekspor di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diuntungkan dengan nilai tukar dolar AS yang kini menguat.

"Produk yang dibuat oleh pelaku 'handycraft' berbaku lokal kemudian produknya dijual keluar negeri atau diekspor. Tentunya mereka diuntungkan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia setempat, Nanggolo Mulyo Waniaji di Pekalongan, Selasa (11/9).

Dihimpun dari Antara, ia mengatakan bahwa dampak menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah itu akan berpengaruh terhadap pelaku usaha yang masih mengandalkan bahan baku impor seperti pada bidang tekstil atau batik. "Akan tetapi, bagi pebisnis 'handyraft' akan merasa diuntungkan dengan kondisi sekarang karena mereka menjual produknya ke luar negeri dengan menggunakan dolar," ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan Burhanuddin mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dipastikan akan mempengaruhi nilai inflasi di daerah setempat.

Pengaruh nilai inflasi di Kota Pekalongan ini, kata dia, karena sebagian besar warga adalah para pelaku usaha batik yang masih mengandalkan bahan baku impor sehingga mereka sangat terasa dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jika melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini sebenarnya tidak bisa dinilai sekarang karena pasti butuh waktu sebagai pembanding perubahan pasar. Kendati demikian secara pasti inflasi akan mempengaruhi daya beli masyarakat karena nilai nominal uangnya menjadi lebih sedikit," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam balasan, atau retaliasi, kepada Uni Eropa ji...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (...
Selasa, 26 Maret 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaksanakan progr...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:17 WIB
Elshinta.com -Terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:07 WIB
Elshinta.com -Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara pengucapan sumpah Wakil Ketua Mahkama...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan berkomitmen mengawal ketersediaan dan harga barang ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (...
Selasa, 26 Maret 2019 - 10:39 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Se...
Selasa, 26 Maret 2019 - 08:36 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia tengah memperluas pasar ekspor ke negara-negara kawasa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)