Senin, 19 November 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Pebisnis kerajinan Pekalongan diuntungkan penguatan dolar AS

Selasa, 11 September 2018 - 14:50 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CFeeCU
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CFeeCU

Elshinta.com - Para pebisnis produk kerajinan berbahan baku lokal dan berorientasi ekspor di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diuntungkan dengan nilai tukar dolar AS yang kini menguat.

"Produk yang dibuat oleh pelaku 'handycraft' berbaku lokal kemudian produknya dijual keluar negeri atau diekspor. Tentunya mereka diuntungkan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia setempat, Nanggolo Mulyo Waniaji di Pekalongan, Selasa (11/9).

Dihimpun dari Antara, ia mengatakan bahwa dampak menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah itu akan berpengaruh terhadap pelaku usaha yang masih mengandalkan bahan baku impor seperti pada bidang tekstil atau batik. "Akan tetapi, bagi pebisnis 'handyraft' akan merasa diuntungkan dengan kondisi sekarang karena mereka menjual produknya ke luar negeri dengan menggunakan dolar," ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan Burhanuddin mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dipastikan akan mempengaruhi nilai inflasi di daerah setempat.

Pengaruh nilai inflasi di Kota Pekalongan ini, kata dia, karena sebagian besar warga adalah para pelaku usaha batik yang masih mengandalkan bahan baku impor sehingga mereka sangat terasa dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jika melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini sebenarnya tidak bisa dinilai sekarang karena pasti butuh waktu sebagai pembanding perubahan pasar. Kendati demikian secara pasti inflasi akan mempengaruhi daya beli masyarakat karena nilai nominal uangnya menjadi lebih sedikit," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Para pebisnis produk kerajinan berbahan baku lokal dan berorientasi ekspor di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diuntungkan dengan nilai tukar dolar AS yang kini menguat.

"Produk yang dibuat oleh pelaku 'handycraft' berbaku lokal kemudian produknya dijual keluar negeri atau diekspor. Tentunya mereka diuntungkan," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia setempat, Nanggolo Mulyo Waniaji di Pekalongan, Selasa (11/9).

Dihimpun dari Antara, ia mengatakan bahwa dampak menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah itu akan berpengaruh terhadap pelaku usaha yang masih mengandalkan bahan baku impor seperti pada bidang tekstil atau batik. "Akan tetapi, bagi pebisnis 'handyraft' akan merasa diuntungkan dengan kondisi sekarang karena mereka menjual produknya ke luar negeri dengan menggunakan dolar," ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan Burhanuddin mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dipastikan akan mempengaruhi nilai inflasi di daerah setempat.

Pengaruh nilai inflasi di Kota Pekalongan ini, kata dia, karena sebagian besar warga adalah para pelaku usaha batik yang masih mengandalkan bahan baku impor sehingga mereka sangat terasa dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jika melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini sebenarnya tidak bisa dinilai sekarang karena pasti butuh waktu sebagai pembanding perubahan pasar. Kendati demikian secara pasti inflasi akan mempengaruhi daya beli masyarakat karena nilai nominal uangnya menjadi lebih sedikit," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com