Pawai obor jadi daya tarik wisatawan Gunung Bromo
Selasa, 11 September 2018 - 17:13 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2x4SiLp

Elshinta.com - Pawai obor yang digelar warga Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dalam menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1440 Hijriah, menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo, pada Senin (10/9) malam.

Camat Sukapura Yulius Christian dan Kepala Desa Sukapura Budi Cahyono, serta Kyai Mahsar sebagai ulama setempat, secara simbolis menyulutkan api obor besar melalui sumbu yang terbuat dari serabut kelapa, yang disaksikan para peserta pawai obor, dan dilanjutkan dengan atraksi api oleh perangkat Desa Sukapura.

"Momentum perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam itu juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Gunung Bromo," kata Camat Sukapura Yulius Christian di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/9), dikutip Antara.

Ia mengatakan kepercayaaan yang dianut masyarakat di Kecamatan Sukapura cukup beragam, namun kerukunan antar-umat beragama selalu terjalin dengan baik di wilayah setempat. Hal itu terlihat dari adanya juga wisatawan mancanegara yang ikut membaur dengan warga setempat sebagai peserta pawai obor tersebut.

Pemerintah Kecamatan Sukapura bersinergi dengan pemerintahan desa se-Kecamatan Sukapura menyelenggarakan pawai obor dan atraksi obor yang diawali di tempat peristirahatan (rest area) Kecamatan Sukapura.

Penyulutan api obor besar yang terbuat dari rangkaian bambu dengan ketinggian 10 meter dikelilingi dengan serabut kelapa sebagai sumber jalannya api hingga menjalar menuju obor yang berada di puncaknya, menjadi tontonan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berada di lereng Gunung Bromo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:40 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka merespon problem kemanusiaan melalui filsafat Islam, AAFI (Asosiasi...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengungkapkan akan terus berupaya membuat w...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonif Raide...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Operasi bariatrik atau mengurangi ukuran lambung yang dilaksanakan oleh tim...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:56 WIB
Elshinta.com - Polres Majalengka, Jawa Barat mengimbau agar para pemuda atau yang sering d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Muhammad Ulil Albab (4,5) hanya tergolek lemah karena penyakit hidrosefalus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Anda tentu akan tercengang dan geleng-geleng kepala pada Legiman. Bagaimana tida...
Selasa, 15 Januari 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Penyandang disabilitas tidak butuh untuk dikasihani, namun butuh pengakuan ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berencana mencairkan bantuan inse...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)