Senin, 19 November 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Honorer K-2 kecewa tak bisa ikut seleksi CPNS

Selasa, 11 September 2018 - 17:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QiuoFc
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QiuoFc

Elshinta.com - Para pegawai honorer kategori dua (K-2) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara kecewa karena tidak bisa mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur khusus.

"Semula saya gembira mendengar ada penerimaan honorer K-2 melalui jalur khusus. Akan tetapi, saya lantas kecewa karena sesuai dengan penunguman dari Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) hanya untuk K-2 guru dan kesehatan," kata Ishak, pegawai honorer K-2 bidang administrasi di Pemprov Malut, kepada Antara di Ternate, Selasa (11/9).

Pegawai honorer K-2 guru dan kesehatan pun di lingkungan Pemprov Malut umumnya kecewa karena mereka tidak bisa ikut seleksi mengusung adanya persyaratan usia maksimal 35 tahun dan masa pengabdian minimal 10 tahun.

Ishak yang sudah 8 tahun mengabdi menyarankan Kemenpan RB memberi keleluasaan kepada seluruh honorer K-2 karena mereka selama ini sudah menunjukkan pengabdiannya kepada daerah walaupun mendapat honor yang sangat minim, paling tinggi Rp700 ribu per bulan.

Selain itu, juga tidak boleh ada persyaratan usia maksimal 35 tahun karena pegawai honorer K-2 banyak yang telah berusia di atas 35 tahun, bahkan sebaiknya langsung diangkat seperti yang diterapkan pada pegawai honorer K-1 dahulu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Para pegawai honorer kategori dua (K-2) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara kecewa karena tidak bisa mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur khusus.

"Semula saya gembira mendengar ada penerimaan honorer K-2 melalui jalur khusus. Akan tetapi, saya lantas kecewa karena sesuai dengan penunguman dari Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) hanya untuk K-2 guru dan kesehatan," kata Ishak, pegawai honorer K-2 bidang administrasi di Pemprov Malut, kepada Antara di Ternate, Selasa (11/9).

Pegawai honorer K-2 guru dan kesehatan pun di lingkungan Pemprov Malut umumnya kecewa karena mereka tidak bisa ikut seleksi mengusung adanya persyaratan usia maksimal 35 tahun dan masa pengabdian minimal 10 tahun.

Ishak yang sudah 8 tahun mengabdi menyarankan Kemenpan RB memberi keleluasaan kepada seluruh honorer K-2 karena mereka selama ini sudah menunjukkan pengabdiannya kepada daerah walaupun mendapat honor yang sangat minim, paling tinggi Rp700 ribu per bulan.

Selain itu, juga tidak boleh ada persyaratan usia maksimal 35 tahun karena pegawai honorer K-2 banyak yang telah berusia di atas 35 tahun, bahkan sebaiknya langsung diangkat seperti yang diterapkan pada pegawai honorer K-1 dahulu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com