Senin, 17 Desember 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Afrika

Ketua Parlemen Tanzania larang anggota perempuan pakai bulu mata dan kuku palsu

Selasa, 11 September 2018 - 21:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wYUC6E
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2wYUC6E

Elshinta.com - Ketua Parlemen Nasional Tanzania Job Ndugai pada Senin (10/9) melarang perempuan Anggota Parlemen yang memakai bulu mata palsu dan kuku palsu memasuki Gedung Dewan Legislatif.

"Dengan wewenang yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar negeri ini, saya sekarang melarang semua perempuan Anggota Parlemen memakai bulu mata palsu dan kuku palsu memasuki Gedung Parlemen," kata Ndugai di Majelis Tanzania, dilaporkan Xinhua yang dilansir Antara di Jakarta, Selasa (11/9).

Ia mengatakan ia juga telah berkonsultasi dengan para ahli sebelum memutuskan apakah akan melarang atau tidak perempuan Anggota Parlemen memakai make-up tebal.

Ndugai mengumumkan larangan itu tak lama setelah Wakil Menteri Kesehatan, Pembangunan Masyarakat, Gender, Orang Tua dan Anak-Anak Faustine Ndugulile mengatakan kepada Parlemen bahwa perempuan yang memakai bulu mata palsu dan kuku palsu menghadapi beberapa masalah kesehatan. Masalah itu di mana setiap tahun Rumah Sakit Nasional menerima sedikitnya 700 perempuan dengan masalah kesehatan yang berkaitan langsung dengan penggunaan bulu mata palsu, kuku palsu dan pemutih kulit.

Sebelumnya, di Tanzania terdapat akta Peraturan Makanan, Obat dan Kosmetika Tanzania 2003. Akta itu menetapkan peraturan yang efisien dan menyeluruh dan memantau makanan, obat, peralatan medis, kosmetika, obat herbal dan racun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 17 Desember 2018 - 10:33 WIB

Penanganan korupsi proyek pipa di Palopo mandek

Startup | 17 Desember 2018 - 10:15 WIB

Jumlah investor Bareksa tembus 300 ribu

Elshinta.com - Ketua Parlemen Nasional Tanzania Job Ndugai pada Senin (10/9) melarang perempuan Anggota Parlemen yang memakai bulu mata palsu dan kuku palsu memasuki Gedung Dewan Legislatif.

"Dengan wewenang yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar negeri ini, saya sekarang melarang semua perempuan Anggota Parlemen memakai bulu mata palsu dan kuku palsu memasuki Gedung Parlemen," kata Ndugai di Majelis Tanzania, dilaporkan Xinhua yang dilansir Antara di Jakarta, Selasa (11/9).

Ia mengatakan ia juga telah berkonsultasi dengan para ahli sebelum memutuskan apakah akan melarang atau tidak perempuan Anggota Parlemen memakai make-up tebal.

Ndugai mengumumkan larangan itu tak lama setelah Wakil Menteri Kesehatan, Pembangunan Masyarakat, Gender, Orang Tua dan Anak-Anak Faustine Ndugulile mengatakan kepada Parlemen bahwa perempuan yang memakai bulu mata palsu dan kuku palsu menghadapi beberapa masalah kesehatan. Masalah itu di mana setiap tahun Rumah Sakit Nasional menerima sedikitnya 700 perempuan dengan masalah kesehatan yang berkaitan langsung dengan penggunaan bulu mata palsu, kuku palsu dan pemutih kulit.

Sebelumnya, di Tanzania terdapat akta Peraturan Makanan, Obat dan Kosmetika Tanzania 2003. Akta itu menetapkan peraturan yang efisien dan menyeluruh dan memantau makanan, obat, peralatan medis, kosmetika, obat herbal dan racun.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com