Perajin rotan Cirebon raup untung dari pelemahan rupiah
Selasa, 11 September 2018 - 20:27 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Qgz7XU

Elshinta.com - Perajin furnitur berbahan baku rotan asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku mendapat keuntungan dengan loyonya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Memang ada peningkatan pendapatan dengan adanya selisih nilai tambah kurs dolar itu naik," kata Perajin furnitur rotan Cirebon, Sumarca di Cirebon, Selasa (11/9).

Menurut Sumarca, kerajinan furnitur berbahan baku rotan yang diekspor ke luar negeri akan mendapatkan nilai tambah dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Peningkatan pendapatan yang didapatkannya kata Sumarca, mencapai 5 hingga 10 persen dari sebelum dolar naik, karena dengan adanya kenaikan dolar maka ada selisih yang ia dapatkan saat mengekspor.

"Kemarin-kemarin kan sekitar Rp13.000 per dolarnya, terus meningkat sampai Rp15.000 dan selisih itu yang menjadi keuntungan kami," ujarnya, dikutip Antara.

Sumarca menambahkan untuk produksi furnitur rotan miliknya itu mayoritas diekspor ke Eropa, seperti Jerman, Itali, Prancis dan lainnya. "Kita setiap bulannya, mengirim lima hingga 10 kontainer ke luar negeri," ungkapnya.

Meskipun ada peningkatan pendapatan, namun Sumarca mengaku lebih senang ketika dolar itu stabil, karena semua bisa terjaga tidak terlalu spekulatif dan bahan yang diimporpun tidak naik. "Harapan saya nilai tukar rupiah itu stabil jangan fluktuatif, agar terjaga. Tentu ada resikonya bagian kami kalau tak stabil, karena kita kan pengerjaannya sesuai pesanan," tutup dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Bambang Haryo merasa kecewa dengan adanya kenaikan tarif pes...
Rabu, 24 April 2019 - 20:23 WIB
Elshinta.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih Rp4,0...
Rabu, 24 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang selama ini beroperasi di wilayah Sumate...
Rabu, 24 April 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengantisipasi titik rawan menjelang arus...
Rabu, 24 April 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (24...
Rabu, 24 April 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumardi memastikan Bandara Internas...
Rabu, 24 April 2019 - 14:56 WIB
Elshinta.com - Cawapres  Sandiaga Uno agar para pengusaha bersiap menyambut Ramadan, dihar...
Rabu, 24 April 2019 - 10:51 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (2...
Rabu, 24 April 2019 - 10:31 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/4),...
Selasa, 23 April 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Bangsa Indonesia diuntungkan sebagai negara tropis, Maritim terbesar di dun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)