Minggu, 18 November 2018 | 09:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Mengenal lebih dekat, ini Sektor Khusus Masjid Nabawi

Selasa, 11 September 2018 - 19:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Redaksi
Istimewa. Foto: Redaksi

Elshinta.com - Sektor Khusus (Seksus) Masjid Nabawi merupakan salah satu sektor andalan di Daerah Kerja Madinah yang bertanggung jawab besar selama pelaksanaan musim haji di mana ratusan ribu jemaah Indonesia melaksanakan arbai'in bersama jemaah lain dari seluruh dunia.

Tidak heran jika komposisi sektor ini terbilang cukup komplit, mulai dari Seksi Perlindungan Jemaah, Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) Kementerian Agama, dan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan, serta terlihat juga adanya kursi roda yang disiagakan di pos sektor yang berjaga di pintu nomor 21 Masjid Nabawi.

Menurut Wakil Seksus, Ahmad Hanafi, beberapa tantangan di lapangan yang dihadapi antara lain banyak jemaah yang lupa arah pulang. “Saking senangnya tiba di Madinah, mereka langsung menuju Masjid Nabawi tanpa mencermati masuk dari pintu nomor berapa,” kata dia di Masjid Nabawi, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta, Selasa (11/9).

Tidak hanya peristiwa tersebut yang kerap terjadi, tantangan lain yang sering menimpa jemaah adalah terpisah dari rombongan. Jika sudah seperti itu, lanjut dia, langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah mendata. “Kami lihat dan cek gelang identitas jemaah yang dipakai. Tapi ya kami menyiapkan minuman dan roti sebagai antisipasi kalau jemaah belum makan, agar dapat menenangkan mereka,” tandasnya.

Khusus area Raudlah, tempat antara makam Nabi Muhammad SAW dengan mimbar, pihaknya mengimbau agar jemaah resiko tinggi (risti), khususnya perempuan untuk didampingi. Pasalnya anggota perempuan Seksus Masjid Nabawi juga telah berjaga di Raudlah. “Bagi jemaah perempuan yang menggunakan kursi roda kami berpesan harap didampingi dari regu atau rombongannya,” sambung Hanafi. 

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak keamanan Masjid Nabawi terkait barang hilang atau tercecer. “Tiap dua hari sekali kami cek barang-barang yang ditemukan, nanti kalau ternyata milik jemaah Indonesia akan kita ambil dan mengembalikan kepada jemaah,” tutup dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Sektor Khusus (Seksus) Masjid Nabawi merupakan salah satu sektor andalan di Daerah Kerja Madinah yang bertanggung jawab besar selama pelaksanaan musim haji di mana ratusan ribu jemaah Indonesia melaksanakan arbai'in bersama jemaah lain dari seluruh dunia.

Tidak heran jika komposisi sektor ini terbilang cukup komplit, mulai dari Seksi Perlindungan Jemaah, Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) Kementerian Agama, dan Tim Gerak Cepat (TGC) Kementerian Kesehatan, serta terlihat juga adanya kursi roda yang disiagakan di pos sektor yang berjaga di pintu nomor 21 Masjid Nabawi.

Menurut Wakil Seksus, Ahmad Hanafi, beberapa tantangan di lapangan yang dihadapi antara lain banyak jemaah yang lupa arah pulang. “Saking senangnya tiba di Madinah, mereka langsung menuju Masjid Nabawi tanpa mencermati masuk dari pintu nomor berapa,” kata dia di Masjid Nabawi, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta, Selasa (11/9).

Tidak hanya peristiwa tersebut yang kerap terjadi, tantangan lain yang sering menimpa jemaah adalah terpisah dari rombongan. Jika sudah seperti itu, lanjut dia, langkah pertama yang dilakukan pihaknya adalah mendata. “Kami lihat dan cek gelang identitas jemaah yang dipakai. Tapi ya kami menyiapkan minuman dan roti sebagai antisipasi kalau jemaah belum makan, agar dapat menenangkan mereka,” tandasnya.

Khusus area Raudlah, tempat antara makam Nabi Muhammad SAW dengan mimbar, pihaknya mengimbau agar jemaah resiko tinggi (risti), khususnya perempuan untuk didampingi. Pasalnya anggota perempuan Seksus Masjid Nabawi juga telah berjaga di Raudlah. “Bagi jemaah perempuan yang menggunakan kursi roda kami berpesan harap didampingi dari regu atau rombongannya,” sambung Hanafi. 

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak keamanan Masjid Nabawi terkait barang hilang atau tercecer. “Tiap dua hari sekali kami cek barang-barang yang ditemukan, nanti kalau ternyata milik jemaah Indonesia akan kita ambil dan mengembalikan kepada jemaah,” tutup dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 07:21 WIB

Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com