Senin, 19 November 2018 | 02:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

YLKI: Upaya pengendalian tembakau Indonesia cukup kuat

Selasa, 11 September 2018 - 21:39 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2oZw4qN
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2oZw4qN

Elshinta.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, keinginan dan upaya kelompok masyarakat untuk pengendalian tembakau di Indonesia cukup kuat meskipun pemerintah belum mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC).

"FCTC telah menjadi hukum internasional dan telah diratifikasi dan diaksesi lebih dari 190 negara di dunia," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (11/9).

Karena itu, dia menilai penyelenggaraan Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan ke-12 (APACT 12th), di Nusa Dua, Bali membawa pesan strategis bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

APACT 12th merupakan dorongan kepada pemerintah Indonesia untuk melihat kebijakan dan regulasi negara lain dalam melakukan pengendalian tembakau untuk melindungi masyarakatnya dari dampak negatif konsumsi tembakau.

"Misalnya, semua negara di dunia telah melarang iklan dan promosi rokok di semua media. Di Australia bahkan bungkus rokok tidak lagi menggunakan merek, melainkan hanya bungkus putih," katanya.

Ia menilai pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang dibuat Indonesia dalam pengendalian tembakau masih sangat kurang karena campur tangan industri dalam memengaruhi kebijakan lebih kuat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, keinginan dan upaya kelompok masyarakat untuk pengendalian tembakau di Indonesia cukup kuat meskipun pemerintah belum mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC).

"FCTC telah menjadi hukum internasional dan telah diratifikasi dan diaksesi lebih dari 190 negara di dunia," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (11/9).

Karena itu, dia menilai penyelenggaraan Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan ke-12 (APACT 12th), di Nusa Dua, Bali membawa pesan strategis bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

APACT 12th merupakan dorongan kepada pemerintah Indonesia untuk melihat kebijakan dan regulasi negara lain dalam melakukan pengendalian tembakau untuk melindungi masyarakatnya dari dampak negatif konsumsi tembakau.

"Misalnya, semua negara di dunia telah melarang iklan dan promosi rokok di semua media. Di Australia bahkan bungkus rokok tidak lagi menggunakan merek, melainkan hanya bungkus putih," katanya.

Ia menilai pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang dibuat Indonesia dalam pengendalian tembakau masih sangat kurang karena campur tangan industri dalam memengaruhi kebijakan lebih kuat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com