Minggu, 18 November 2018 | 14:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Warga Kalideres tuntut pembatasan waktu truk beroperasi

Rabu, 12 September 2018 - 07:27 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sejumlah truk muatan pasir dirusak warga yang mengamuk akibat salah satu truk melindas seorang warga hingga tewas pada Selasa (11/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8Y12O
Sejumlah truk muatan pasir dirusak warga yang mengamuk akibat salah satu truk melindas seorang warga hingga tewas pada Selasa (11/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8Y12O

Elshinta.com - Warga Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Jakarta Barat menuntut operator perusahaan truk muatan menerapkan pembatasan jam operasional akibat sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
   
Lurah Tegal Alur, Moch Suratman, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (11/9) mengatakan, warganya telah menuntut pembatasan jam operasional truk muatan, karena sering melintas di jam aktifitas masyarakat dan menyebabkan kecelakaan. "Tuntutan warga hanya pembatasan jam operasional dari jam 21.00-05.00 WIB. Jadi, tidak banyak," ujarnya.
   
Hingga kini, Suratman mengatakan, telah mengundang para operator perusahaan truk muatan untuk upaya mediasi dan mendiskusikan hal tersebut. Namun dari pihak operator perusahaan truk belum mendatanginya. "Mudah-mudahan besok atau lusa akan ada mediasi dengan perusahaannya karena selama ini tuntutan warga belum terpenuhi," jelasnya, seperti dilansir dari Antara.
   
Pada sisi lain, ia menambahkan aspirasi warga, sebelum terjadinya kecelakaan antara truk muatan dan pengendara motor, telah ditampung pada Senin di Kecamatan Kalideres dan akan diteruskan ke tingkat kota.
   
Sementara di kesempatan berbeda, anggota Lembaga Masyarakat Kota yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Kalideres, Yasin, mengungkapkan aksi protes warga yang melempari truk muatan dengan batu merupakan puncak dari kegeraman warga. 
   
Seringkali kecelakaan di daerah tersebut disebabkan oleh sejumlah truk muatan pasir yang menuju proyek reklamasi Teluk Jakarta-Banten. Truk bermuatan berat itu melaju dengan kecepatan tinggi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Warga Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Jakarta Barat menuntut operator perusahaan truk muatan menerapkan pembatasan jam operasional akibat sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
   
Lurah Tegal Alur, Moch Suratman, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (11/9) mengatakan, warganya telah menuntut pembatasan jam operasional truk muatan, karena sering melintas di jam aktifitas masyarakat dan menyebabkan kecelakaan. "Tuntutan warga hanya pembatasan jam operasional dari jam 21.00-05.00 WIB. Jadi, tidak banyak," ujarnya.
   
Hingga kini, Suratman mengatakan, telah mengundang para operator perusahaan truk muatan untuk upaya mediasi dan mendiskusikan hal tersebut. Namun dari pihak operator perusahaan truk belum mendatanginya. "Mudah-mudahan besok atau lusa akan ada mediasi dengan perusahaannya karena selama ini tuntutan warga belum terpenuhi," jelasnya, seperti dilansir dari Antara.
   
Pada sisi lain, ia menambahkan aspirasi warga, sebelum terjadinya kecelakaan antara truk muatan dan pengendara motor, telah ditampung pada Senin di Kecamatan Kalideres dan akan diteruskan ke tingkat kota.
   
Sementara di kesempatan berbeda, anggota Lembaga Masyarakat Kota yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Kalideres, Yasin, mengungkapkan aksi protes warga yang melempari truk muatan dengan batu merupakan puncak dari kegeraman warga. 
   
Seringkali kecelakaan di daerah tersebut disebabkan oleh sejumlah truk muatan pasir yang menuju proyek reklamasi Teluk Jakarta-Banten. Truk bermuatan berat itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Minggu, 18 November 2018 - 12:05 WIB

BMKG: Hujan lebat berpotensi terjadi di Jabodetabek

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com