Minggu, 18 November 2018 | 09:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

KJRI Jeddah pulangkan PMI asal Purwodadi yang mengidap kanker payudara

Rabu, 12 September 2018 - 07:59 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Pekerja migran Indonesia (PMI), Supiyah Taslim Ahmad didampingi seorang staf dari KJRI Jeddah. Sumber foto: KJRI Jeddah
Pekerja migran Indonesia (PMI), Supiyah Taslim Ahmad didampingi seorang staf dari KJRI Jeddah. Sumber foto: KJRI Jeddah

Elshinta.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memulangkan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama lengkap Supiyah Taslim Ahmad, Selasa (11/9).

Perempuan kelahiran 1965 itu dipulangkan karena dua tahun belakangan mengidap kanker payudara. Dia mengaku telah 24 tahun bekerja pada satu keluarga Saudi di Provinsi Jizan yang berjarak sekitar 700 kilometer dari KJRI Jeddah. 

Kepada Tim Pelindungan KJRI saat mengunjunginya di rumah majikan, Supiyah menuturkan, dirinya telah beberapa kali menjalani perawatan dari Rumah Sakit Umum (RSU) King Fahd, Jizan, atas tanggungan majikan, namun kondisinya tak kunjung membaik.

"Pertengahan Agustus kemarin, dia mengeluh sakit di dada. Katanya ada benjolan. Dia akhirnya dibawa majikan ke rumah sakit. Rumah sakit akhirnya mengambil tindakan operasi untuk mengangkat kankernya," ujar Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 yang merangkap Koordinator Pelindungan Warga (KPW), dalam siaran tertulis KJRI Jeddah yang diterima Redaksi elshinta.com. 

Safaat menambahkan, pascaoperasi, Supiyah seharusnya menjalani tindakan medis lanjutan berupa kemoterapi di rumah sakit tersebut, sehingga ikhtiar pengobatannya berjalan tuntas. Namun, Supiyah lebih memilih meninggalkan rumah sakit dan meminta agar segera dipulangkan saja dan berobat di Tanah Air.

Selama bekerja, tutur Supiyah, dirinya diperlakukan baik oleh keluarga majikan dan sudah dianggap layaknya keluarga sendiri. Suasana itu juga dirasakan Tim Perlindungan saat mengunjungi Supiyah di rumah majikan. Tim diterima dengan hangat oleh pihak keluarga majikan yang kini diwakili anaknya yang berprofesi sebagai tentara menggantikan ayahnya yang telah meninggal.

"Sebenarnya dulu majikan Supiyah sudah beberapa kali menyarankan supaya dia pulang saja dan berobat didampingi keluarga. Namun, dia memilih berobat di sini saja (Jizan). Majikan dia cukup baik," terang Rahmat Aming, PFK-2 yang merangkap Kepala Kanselerai KJRI Jeddah saat mengunjungi Supiah di rumah majikannya di Daerah Abu Arish berjarak sekitar 50 kilometer dari Jizan.

Pada 8-9 September 2018, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, kembali mengutus Tim Perlindungan untuk mengecek kondisi Supiyah guna memastikan kesiapan dirinya pulang ke Tanah Air sekaligus meyelesaikan perlengkapan perjalanan yang diperlukan, antara lain exit permit, medical information (medif) dan obat-obatan dari rumah sakit.

Konjen Hery dalam setiap kesempatan juga mengimbau warga agar memanfaatkan cuti yang diberikan majikan untuk pulang menjenguk keluarga di kampung halaman.

"Jangan hanya karena merasa betah, senang, merasa tercukupi, terus lupa keluarga di kampung. Jangan menunggu tua dan sakit-sakitan, baru minta pulang. Ingat, bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri bersama keluarga," tegas Konjen.  

Karena kondisinya yang masih lemah, perempuan asal Grobokan, Purwodadi, Jawa Tengah ini dipulangkan dengan menggunakan kursi roda, didampingi oleh seorang staf dari KJRI Jeddah. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memulangkan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama lengkap Supiyah Taslim Ahmad, Selasa (11/9).

Perempuan kelahiran 1965 itu dipulangkan karena dua tahun belakangan mengidap kanker payudara. Dia mengaku telah 24 tahun bekerja pada satu keluarga Saudi di Provinsi Jizan yang berjarak sekitar 700 kilometer dari KJRI Jeddah. 

Kepada Tim Pelindungan KJRI saat mengunjunginya di rumah majikan, Supiyah menuturkan, dirinya telah beberapa kali menjalani perawatan dari Rumah Sakit Umum (RSU) King Fahd, Jizan, atas tanggungan majikan, namun kondisinya tak kunjung membaik.

"Pertengahan Agustus kemarin, dia mengeluh sakit di dada. Katanya ada benjolan. Dia akhirnya dibawa majikan ke rumah sakit. Rumah sakit akhirnya mengambil tindakan operasi untuk mengangkat kankernya," ujar Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 yang merangkap Koordinator Pelindungan Warga (KPW), dalam siaran tertulis KJRI Jeddah yang diterima Redaksi elshinta.com. 

Safaat menambahkan, pascaoperasi, Supiyah seharusnya menjalani tindakan medis lanjutan berupa kemoterapi di rumah sakit tersebut, sehingga ikhtiar pengobatannya berjalan tuntas. Namun, Supiyah lebih memilih meninggalkan rumah sakit dan meminta agar segera dipulangkan saja dan berobat di Tanah Air.

Selama bekerja, tutur Supiyah, dirinya diperlakukan baik oleh keluarga majikan dan sudah dianggap layaknya keluarga sendiri. Suasana itu juga dirasakan Tim Perlindungan saat mengunjungi Supiyah di rumah majikan. Tim diterima dengan hangat oleh pihak keluarga majikan yang kini diwakili anaknya yang berprofesi sebagai tentara menggantikan ayahnya yang telah meninggal.

"Sebenarnya dulu majikan Supiyah sudah beberapa kali menyarankan supaya dia pulang saja dan berobat didampingi keluarga. Namun, dia memilih berobat di sini saja (Jizan). Majikan dia cukup baik," terang Rahmat Aming, PFK-2 yang merangkap Kepala Kanselerai KJRI Jeddah saat mengunjungi Supiah di rumah majikannya di Daerah Abu Arish berjarak sekitar 50 kilometer dari Jizan.

Pada 8-9 September 2018, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, kembali mengutus Tim Perlindungan untuk mengecek kondisi Supiyah guna memastikan kesiapan dirinya pulang ke Tanah Air sekaligus meyelesaikan perlengkapan perjalanan yang diperlukan, antara lain exit permit, medical information (medif) dan obat-obatan dari rumah sakit.

Konjen Hery dalam setiap kesempatan juga mengimbau warga agar memanfaatkan cuti yang diberikan majikan untuk pulang menjenguk keluarga di kampung halaman.

"Jangan hanya karena merasa betah, senang, merasa tercukupi, terus lupa keluarga di kampung. Jangan menunggu tua dan sakit-sakitan, baru minta pulang. Ingat, bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri bersama keluarga," tegas Konjen.  

Karena kondisinya yang masih lemah, perempuan asal Grobokan, Purwodadi, Jawa Tengah ini dipulangkan dengan menggunakan kursi roda, didampingi oleh seorang staf dari KJRI Jeddah. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 07:21 WIB

Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com