Waspadai akun palsu adu domba antaragama di medsos
Elshinta
Rabu, 12 September 2018 - 08:21 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Waspadai akun palsu adu domba antaragama di medsos
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2HSXCpC

Elshinta.com - Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai adu domba antaragama di media sosial (medsos).

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (11/9).

"Karena itu, sebaiknya jangan pernah langsung percaya jika mendapatkan screenshot status, percakapan di medsos," ucap Hariqo. 

Menurut dia, dikutip Antara, harus ditelusuri apakah akun itu akun asli atau palsu mengingat bukan sesuatu yang sulit untuk membuat akun palsu. "Jika asli laporkan ke aparat dan jangan melakukan generalisasi seakan satu mewakili semua," jelasnya.

Hariqo menuturkan, bisa saja seseorang membuat akun twitter dan instagram dengan nama yang identik dengan identitas kekristenan. Akun palsu ini kemudian menghina Allah SWT, Al Quran, ataupun Nabi Muhammad SAW, dan lain-lain. Orang yang sama juga bisa membuat akun facebook, YouTube palsu dengan identitas keislaman, lalu melecehkan Yesus Kristus, Natal, Nabi Isa, dan lain-lain.

"Para pengadu domba juga bisa menjadi Hindu, Buddha, Konghuchu, Yahudi, Sunni, Syiah, Wahabi, dan lain-lain. Tinggal membuat akun dan konten saja di media sosial," kata Hariqo.

Kaget melihat di media sosial, pengguna media sosial agama tertentu mencetak layar (screenshot) posting-an di twitter yang melecehkan agama yang dia anut. Demikian juga dengan penganut agama lain, akhirnya penganut kedua agama berbeda itu menyebarkan screenshot itu di komunitas agamanya masing-masing. 

Berikutnya isu itu pun menjadi viral, terjadi generalisasi, menjelma isu panas di warung, pasar serta rumah ibadah, tertanam kebencian massal kepada kalagan lain yang bisa meledak.

"Situasi akan memburuk jika media memberitakan dengan judul menuduh meskipun isinya mempertanyakan," kata Hariqo.

Ia mengakui tidak semua orang bisa mengecek suatu akun asli atau palsu. Pengecekan mendalam hanya bisa dilakukan mereka yang punya telepon genggam dengan spesifikasi tertentu, kuota data, dan waktu luang berlebih.

Menurut Hariqo, memperketat syarat pembuatan akun medsos, mendisiplinkan pengusaha media sosial, penegakan hukum yang adil, literasi digital yang benar dan berkelanjutan adalah beberapa cara terbaik untuk pencegahan.

Apalagi menjelang Pemilu 2019 banyak konten tak bertuan beredar. Ada poster menghina agama A, tapi tidak jelas siapa yang membuatnya, apakah tim sukses pasangan A atau pasangan B, atau pihak lain yang ingin NKRI bubar.

"Akun-akun yang mengadu-domba ini mudah ditemukan. Namun, jika sudah viral akun tersebut berganti nama, menghapus unggahannya atau menghapus permanen akunnya guna menghilangkan jejak," pungkas Hariqo. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dikabarkan jadi Mentan, Arif Satria: Saya tidak pikirkan gosip
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria angkat bicara setelah na...
BMKG DIY pastikan sirene tsunami dicek berkala
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyaka...
Pemkot Medan-KAI Sumut sepakat operasikan `sky bridge` akhir 2019
Kamis, 18 Juli 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Medan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut sepak...
Darmin pastikan jasa persewaan pesawat dapat fasilitas insentif fiskal
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pemberia...
Tingkatkan kompetensi SDM, Kemenaker gandeng Amazon Web Services
Kamis, 18 Juli 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bekerja sama dengan perusahaan raksasa...
Bersatunya warga Jatimulya membangun akses pertanian bersama TNI
Rabu, 17 Juli 2019 - 22:13 WIB
Elshinta.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0712/Tegal...
KPK berharap hasil investigasi tim gabungan temukan penyerang Novel
Rabu, 17 Juli 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengharapkan ...
Sutiaji lakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, H Sutiaji melakukan peletakan batu dan pengecoran pertama...
Warga Arso 2 serahkan satu pucuk senpi rakitan ke Yonif PR 328/DGH
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Seorang warga Arso 2, Kabupaten Keerom berinisial NW (48) menyerahkan satu ...
Puluhan lansia di Jayapura mendapat pengobatan gratis
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Puluhan warga Lanjut Usia (Lansia) mendapat pengobatan gratis dari Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once