Minggu, 18 November 2018 | 09:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkominfo ajak anggota ASEAN manfaatkan ekonomi digital

Rabu, 12 September 2018 - 08:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Sumber foto: https://bit.ly/2oZyEwR
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Sumber foto: https://bit.ly/2oZyEwR

Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengajak negara anggota ASEAN memanfaatkan ekonomi digital untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial di masing-masing negara.

"Negara ASEAN juga menghadapi kesenjangan kesejahteraan yang tercermin dalam angka gini ratio. Seluruh negara anggota ASEAN masih menghadapi tantangan untuk mengurangi gini ratio. Kita harus mempromosikan ekonomi digital sebagai salah satu cara untuk mengurangi gini ratio," katanya dalam World Economic Forum on ASEAN Start Ups di NCC, Ha Noi, Vietnam, Rabu (12/9), demikian siaran pers Kementerian Kominfo.

Rudiantara yang juga menjabat sebagai Dewan WEF Digital ASEAN Governor menyatakan peluang ekonomi digital bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi. "Indonesia telah berhasil mengurangi (gini ratio) jadi 39 persen setelah sebelumnya selalu diatas 40 persen. Vietnam bisa sampai 37 persen," katanya.

Forum ASEAN Start-Ups bertema Ekosistem Inovasi dan Kewirausahaan yang dipandu Pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia Profesor Klaus Schwab membahas mengenai Revolusi Industri ke-4 dan peran generasi berikutnya untuk merintis jalan melalui perubahan kebijakan.

Panel dibuka dengan fokus pada upaya pemerintah dalam membantu dan memfasilitasi pertumbuhan start-up digital. Dalam panel itu, Menteri Rudiantara menekankan kembali peran pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator untuk mendorong perkembangan ekonomi digital. "Kami selalu berupaya memfasilitasi bahkan melakukan akselerasi untuk mendorong kemunculan start-up digital. Jika ada yang bertanya bagaimana bisa mengembangkan start-up, saya jawab follow the money," katanya, dikutip Antara.

Selain Rudiantara, panelis lain yaitu Group Executive Director Lippo Group John Riady, Wakil Presiden Regional, Asia dan Pasifik International Finance Corporation (IFC) Nena Stoiljkovic, dan Chief Executive Officer (CEO) Sinar Mas Agribisnis dan Makanan Franky Oesman Widjaja.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengajak negara anggota ASEAN memanfaatkan ekonomi digital untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial di masing-masing negara.

"Negara ASEAN juga menghadapi kesenjangan kesejahteraan yang tercermin dalam angka gini ratio. Seluruh negara anggota ASEAN masih menghadapi tantangan untuk mengurangi gini ratio. Kita harus mempromosikan ekonomi digital sebagai salah satu cara untuk mengurangi gini ratio," katanya dalam World Economic Forum on ASEAN Start Ups di NCC, Ha Noi, Vietnam, Rabu (12/9), demikian siaran pers Kementerian Kominfo.

Rudiantara yang juga menjabat sebagai Dewan WEF Digital ASEAN Governor menyatakan peluang ekonomi digital bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan ekonomi. "Indonesia telah berhasil mengurangi (gini ratio) jadi 39 persen setelah sebelumnya selalu diatas 40 persen. Vietnam bisa sampai 37 persen," katanya.

Forum ASEAN Start-Ups bertema Ekosistem Inovasi dan Kewirausahaan yang dipandu Pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia Profesor Klaus Schwab membahas mengenai Revolusi Industri ke-4 dan peran generasi berikutnya untuk merintis jalan melalui perubahan kebijakan.

Panel dibuka dengan fokus pada upaya pemerintah dalam membantu dan memfasilitasi pertumbuhan start-up digital. Dalam panel itu, Menteri Rudiantara menekankan kembali peran pemerintah sebagai fasilitator dan akselerator untuk mendorong perkembangan ekonomi digital. "Kami selalu berupaya memfasilitasi bahkan melakukan akselerasi untuk mendorong kemunculan start-up digital. Jika ada yang bertanya bagaimana bisa mengembangkan start-up, saya jawab follow the money," katanya, dikutip Antara.

Selain Rudiantara, panelis lain yaitu Group Executive Director Lippo Group John Riady, Wakil Presiden Regional, Asia dan Pasifik International Finance Corporation (IFC) Nena Stoiljkovic, dan Chief Executive Officer (CEO) Sinar Mas Agribisnis dan Makanan Franky Oesman Widjaja.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Minggu, 18 November 2018 - 07:34 WIB

Kemenpan-RB tetapkan nilai ambang batas CPNS sebesar 298

Sabtu, 17 November 2018 - 21:27 WIB

AHY: Penyebar hoax atau fitnah musuh bersama bangsa

Sabtu, 17 November 2018 - 21:15 WIB

AHY: Muslim Indonesia rahmatanlil`alamin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com